Jakarta Daur Ulang Sampah Elektronik Teknologi Komunikasi uget uget
Sumber gambar: www.supertopo.com
in

Jakarta Daur Ulang Sampah Elektronik Teknologi Komunikasi

UGET UGET – Sampah elektronik teknologi komunikasi semakin banyak karena teknologi akan terus berkembang dan manusia akan terus berlari menjauhi ketertinggalannya itu. Piranti komunikasi begitu besar pengaruhnya pada gengsi seseorang sehingga tak jarang kita temui, orang kerap bergonta-ganti handphone, laptop, charger, hingga tablet.

Tindakan tersebut tentu akan berimplikasi pada meroketnya jumlah sampah elektronik seiring dengan permintaan gawai yang semakin meningkat. Alat komunikasi yang sudah tidak digunakan biasanya lantas kita taruh begitu saja. Malah kadang kita menjual sparepart barang-barang elektronik tersebut dalam bentuk terpisah, atau kita mengenal istilah pretelannya.

Kita memilih bagian mana dari suatu barang yang masih layak jual. Padahal kita tidak pernah tahu akan dibawa ke mana dan diolah seperti apa. Atau kalau sudah tidak laku untuk dijual, biasanya masyarakat kita tidak mau rugi dengan tetap menjualnya ke pemulung dengan harga miring.

Padahal sampah-sampah elektronik tersebut berbahaya loh kalau tidak diproses dengan benar. Unsur merkuri/raksa (Hg) dan timbal (Pb) bisa saja lepas ke lingkungan. Implikasinya lingkungan akan terkontaminasi sehingga memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia.

Banyak sekali dampak kesehatan yang mungkin muncul, mulai dari gangguan pada reproduksi, sistem saraf dan kecerdasan, dan gangguan sistemik. Pada ibu hamil berisiko keguguran atau bayi lahir prematur. Orang bisa mengalami depresi, pelupa, menurunkan IQ. Pun berdampak pada peningkatan tekanan darah hingga pada level parah berupa anoreksia.

Mengingat bahaya tersebut, Pemerintah Jakarta berinisiatif membuat Drop Box e-Waste. Drop box e-Waste ini diletakkan di pusat kota dan dekat kantor Dinas Kebersihan.

Pemerintah menyediakan kotak kardus dan kresek untuk menampung sampah-sampah elektronik tersebut. Rencananya, Pemerintah Jakarta akan memperbanyak posko Drop Box e-Waste di daerah perkantoran dan di dekat sekolah.

Nantinya, sampah elektronik tersebut akan diproses di pabrik limbah elektronik untuk menghasilkan bahan baku sekunder, berupa alumunium, tembaga, dan seng. Sehingga sampah tersebut akan lebih bernilai guna dan tentunya tidak akan membahayakan kesehatan manusia.

Pemerintah Jakarta saja sudah mengarahkan alur pembuangan sampah elektronik dengan benar. Nah bagaimana dengan kota Yogyakarta dan kota-kota lainnya? Semoga saja inisiatif itu bisa menjadi efek domino di seluruh daerah di Indonesia ya.

Sumber gambar: www.supertopo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Acara Trans TV Termehek-Mehek yang Sekarang Bikin Mewek uget uget

Acara Trans TV Termehek-Mehek yang Sekarang Bikin Mewek

MotoGP Valencia Lorenzo Jadi Rider yang Serba Salah

MotoGP Valencia: Lorenzo Jadi Rider yang Serba Salah