Pingin Nikah Muda Kayak Salmafina Khairunissa & Taqy Malik
Sumber gambar : Dream.co.id.
in

Pingin Nikah Muda Kayak Salmafina Khairunissa Dan Taqy Malik?

UGETUGET – Lagi heboh banget dan bikin baper di sosial media nih, mungkin sudah jadi viral, yaitu pernikahan usia muda, anak dari Sunan Kalijaga, Salmafina Khairunissa dengan seorang hafiz muda bernama Taqy Malik.

Saya sendiri mengetahuinya dari suatu acara di salah satu TV swasta yang mengupas pernikahan pasangan muda ini, yang unik karena tanpa melalui proses pacaran. Dalam acara itu dijelaskan proses sejak awal mereka berkenalan hingga bersatu dalam ikatan pernikahan.

Awalnya, Salmafina Khairunnisa berkenalan dengan Taqy Malik melalui media sosial Instagram. Berawal dengan ngelike status Taqy Malik, kemudian saling mengirim direct message. Itulah awal mereka berkenalan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah di usia yang masih sangat muda, tepatnya 19 tahun.

Ini adalah fenomena yang cukup menggembirakan sekaligus harus diwaspadai. Saya melihat tren anak muda sekarang ini berkiblat kepada tayangan televisi atau sinetron. Dengan adanya salah satu ikon yang mau menikah muda tanpa harus melalui pacaran, semoga saja budaya pacaran di masyarakat bisa sedikit terkikis.

Karena, kebanyakan pacaran akan mengakibatkan efek yang negatif, mulai dari tidak fokus mengejar masa depan sampai dengan melakukan tindak kejahatan. Akhirnya kedua pihak merasa dirugikan.

Dengan menjadi viral, berita pernikahan Salmafina Khairunissa ini semoga saja bisa diikuti oleh pasangan muda lainnya yang ada di Indonesia. Itu adalah sisi positifnya, tetapi kita juga harus bijak dengan memandang sisi yang lain.

Menikah muda seperti Salmafina Khairunissa oke saja tapi perlu diperhatikan

Ada yang harus diperhatikan ketika seseorang memutuskan untuk menikah di usia muda. Menikah itu membutuhkan kematangan dan kedewasaan. Selain itu, juga dibutuhkan materi yang cukup untuk membina bahtera rumah tangga yang langgeng sampai kakek-nenek. Omong kosong jika pernikahan bisa dilakukan tanpa didasari dengan materi yang menjanjikan. Paling tidak, kedua pasangan harus memiliki rencana atau usaha untuk bertahan dalam sisi materi.

Baca juga : Video Lucu Unboxing: Cawan Raja Nusa

Tidak lucu jika sudah memutuskan menikah di usia muda tetapi masih mendompleng soal keuangan kepada orang tua. Itu namanya bukan menikah tapi hanya mau enaknya saja. Jadi pastikan dulu materi ini. Karena, jika masih goyah, kemungkinan besar akan semakin goyah dan menimbulkan berbagai pertengkaran dalam rumah tangga. Pernikahan akan menjadi tidak nyaman, dan bahkan dikhawatirkan menyebabkan perceraian.

Kekurangan materi mungkin masih bisa ditoleransi jika kedua pasangan bisa berpikir secara dewasa. Artinya, mereka bisa mengatur keuangan dengan cara yang bijak dan siap untuk hidup prihatin. Itulah yang harus diperhatikan ketika memutuskan menikah di usia yang muda.

Bagaimana soal pendidikan?

Menikah di usia yang cukup muda apalagi di bawah 20 tahun pasti akan dihadapkan kepada masalah pendidikan. Masak gara-gara menikah di usia muda kemudian meninggalkan pendidikan? Usia 19 tahun adalah usia pendidikan S1. Kita juga harus memikirkan bagaimana kelanjutan pendidikan setelah pernikahan dini. Apakah mau lanjut, atau berhenti di situ? Artinya, jika berhenti, maka pernikahan ini akan menumpulkan seseorang.

Jadi, tidak boleh pendidikan berhenti di usia 19 tahun karena menikah. Saya jamin pasti akan menyesal ketika usia sudah memasuki 30 atau 40 tahun. Jika sudah memutuskan untuk menikah di usia muda, maka pendidikan harus terus dilanjutkan, minimal selesai S1. Hal ini berlaku untuk kedua pasangan.

Mau bikin anak nih

Bagaimana dengan kehadiran anak? Saya tegaskan sekali lagi bahwa ketika memutuskan menikah muda, maka harus siap dengan berbagai macam problem yang menghadang di depan. Kehadiran anak harus dinanti-nanti dan harus siap untuk membiayai kebutuhan anak serta mengasuhnya dengan cara yang dewasa.

Tidak boleh menunda memiliki anak atau keturunan. Ketika memutuskan untuk menikah, kita harus berencana memiliki keturunan. Pernikahan itu bukan sekedar asal menikah dan mengucapkan akad, tapi harus disertai tanggung jawab dan kedewasaan.

Pernikahan salmafina Khairunnisa dan Taqy Malik semoga menjadi titik balik model pergaulan yang ada di Indonesia. Minimal mereka mau berhijrah ke tatanan kehidupan yang lebih baik, seperti yang dilakukan oleh Salmafina Khairunnisa, dan memutuskan untuk menikah muda.

Sumber gambar : Dream.co.id.

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

uget uget - Hegemoni Kebudayaan Jawa di Jogja Java Carnival?

Hegemoni Kebudayaan Jawa di Jogja Java Carnival?

uget uget - MotoGP Marquez dan Tikungan Tega

MotoGP Marquez dan Tikungan Tega