Sehat dengan Menjauhi Rumah Sakit dan Obat
Sumber gambar: www.madasilia.com
in

Sehat dengan Menjauhi Rumah Sakit dan Obat

UGET UGET – Tidak ada yang menyangkal bahwa orang sehat adalah orang yang tak dekat dengan rumah sakit. Namun karena ketakutan terhadap penyakit yang kian hari kian beragam dan canggih, menimbulkan perasaan traumatik tentang kesehatan.

Menurut Dr. Shin, rasa takut yang berlebih terhadap penyakit mengubah persepsi masyarakat tentang kesehatan (Mau Sehat? Jauhi Rumah Sakit dan Obat; hal. 75). Orang-orang lebih percaya kepada resep obat dibandingkan dengan pola hidup mereka sendiri. Mereka lebih tenang jika mengkonsumsi obat setiap hari dibandingkan menjaga pola pikir dan makanan. Seakan-akan kesehatan itu berasal dari dokter dan rumah sakit, tidak dari tubuh sendiri.

Sebagai dokter, Shin mengkitisi praktik kedokteran modern. Menurutnya, kebanyakan dokter hanya memberikan pengarahan tentang kondisi penyakitnya, akibat, dan resep obat. Akhirnya, praktik kedokteran tidak lebih sebagai teror kesehatan, bahwa tidak ada yang paham penyakit selain dokter. Hal ini menambah ketergantungan masyarakat pada obat dan rumah sakit.

Bagi Dr. Shin, fungsi utama kedokteran adalah memahamkan masyarakat tentang cara hidup dengan kesehatan yang optimal. Masyarakat perlu diajarkan tentang sebab akibat dari pola hidup dan konsumsi sehari-hari. Di samping itu, dokter juga berkewajiban memahamkan tentang penyakit, cara tubuh melawannya, dan fungsi obat sebagai penghilang rasa sakit (hal. 200).

Obat hanya mampu menghilangkan rasa sakit, tetapi tubuh sendirilah yang berperan untuk menyembuhkan. Menurut Dr. Shin, tubuh memiliki sistem kekebalan sendiri pada penyakit apapun. Kanker bisa hilang sendiri jika kondisi tubuh semakin sehat, bahkan reumatik artiritis bisa disembuhkan oleh tubuh.

Sistem imun akan menjinakkan setiap gangguan yang masuk ke dalam tubuh. Bagi gangguan yang belum dikenal oleh imun, tubuh akan mengalami adaptasi. Adaptasi tersebut seringkali membuat tubuh merasakan panas, demam, dan beberapa hal lainnya (hal. 152).

Dr. Shin menganjurkan untuk tidak panik jika merasa kesehatan terganggu, sebab bisa jadi imun di dalam tubuh sedang melakukan proses adaptasi. Penanganan dengan obat, kadang-kadang malah mematikan imun di dalam tubuh. Jika sistem imun tidak berfungsi, maka tubuh hanya bisa mengandalkan obat untuk menangkal setiap virus yang masuk.

Sementara tak ada obat yang tidak memiliki efek samping bagi tubuh. Kandungan obat berupa antibiotik dan antasida bisa merusak kerja tubuh. Beberapa penyakit menurut Dr. Shin justru berasal dari efek mengonsumsi obat. Misalnya peradangan pada usus besar akibat konsumsi obat pereda nyeri perut. Begitu juga dengan Alzheimer dini yang diakibatkan oleh konsumsi obat pereda sakit kepala (hal. 34).

Inti hidup sehat terletak pada pola pikir, makan dan pencernaan (hal. 190). Penyakit datang pada badan yang terus tegang akibat stress serta pikiran-pikiran negatif. Badan yang tegang mengakibatkan peredaran darah tidak lancar, darah yang tidak lancar mengakibatkan penyumbatan di pembuluh darah dan meningkatkan jumlah darah kotor. Beberapa penyakit kronis lahir dari kedua hal tersebut.

Begitu juga dengan makan dan pencernaan. Menjaga pola makan yang teratur adalah mempertimbangkan makanan yang baik bagi tubuh, tidak sekedar enak di lidah. Selain itu, proses mengunyah makanan harus betul-betul halus sebelum masuk ke dalam perut. Sehingga tidak memaksakan organ pencernaan untuk bekerja lebih berat.

Pola makan baik menjadikan pembuangan kotoran juga teratur. Jika tidak, kotoran yang terkumpul di dalam badan akan menimbulkan beragam penyakit. Maka baiknya menjaga pencernaan untuk tetap melakukan pembuangan teratur.

Sistem di dalam tubuh telah sempurna, tinggal bagaimana cara kita untuk tetap memaksimalkan sistem tersebut bekerja selayaknya, dengan menjaga pola hidup sehari-hari. Dengan memaksimalkan hal-hal kecil dalam kehidupan, tentu setiap orang bisa hidup dengan sehat.

Sumber gambar: www.madasilia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Ayam Jago di Lintasan Laut China Selatan

Ayam Jago di Lintasan Laut China Selatan

Besok Tanggal 21 Maret Jadi Hari Tanpa Bayangan

Besok Tanggal 21 Maret Jadi Hari Tanpa Bayangan