Romelu Lukaku: Muda, Tajam dan Berbahaya
Sumber gambar: Sky Sports
in

Romelu Lukaku: Muda, Tajam dan Berbahaya

UGETUGET – Dalam pertandingan babak penyisihan Grup G Piala Dunia 2018 esok, Belgia akan menghadapi tantangan besar: melawan timnas Inggris di Stadion Kaliningrad pada hari Selasa.

Namun, pemain besutan Roberto Martinez sudah jauh hari menunjukkan tekadnya, terbukti dari poin penuh yang berhasil dicapai dalam setiap pertandingan. Mereka ingin membuktikan diri sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai.

5 Gol yang dicetak Belgia dalam pertandingan melawan wakil benua Afrika bukanlah hal yang berlebihan. Dalam pertandingan ini, gol dari timnas Belgia masing-masing dicetak oleh Eden Hazard di menit 6 dan 51, Romelu Lukaku di menit 16 dan 45+3, satu gol penutup dari pemain pengganti yang membela klub sepak bola Chelsea, Michy Batshuayi pada menit 90.

Sedang bagi Romelu Lukaku, pertandingan ini memiliki arti tersendiri: ia berhasil menyusul Cristiano Ronaldo untuk masuk dalam daftar pemain yang berhak menerima penghargaan Sepatu Emas.

Di umurnya yang ke 25, Lukaku telah mencetak lebih banyak gol di turnamen besar daripada pemain Belgia lainnya. Barangkali, langkah ini merupakan perwujudan apa yang pernah diucapkan olehnya sebelum Piala Dunia dimulai, “Saya pasti akan bersenang-senang di kejuaran ini”.

Romelu Lukaku: Muda, Tajam dan Berbahaya
Sumber gambar: Sky Sports

Dan memang, Belgia tampak sebagai tim yang terlalu santai. Hal ini bisa kita lihat dari umpan-umpan pendek dan pergerakan yang mengalir: ada kebahagiaan tersendiri yang bisa kita rasakan kala melihat permainan mereka.

Untuk Lukaku, terpujilah dirinya yang memiliki kreativitas untuk memainkan bola, pastinya akan mencetak hat-trick, jika saja tidak ditarik keluar dari lapangan ketika permainan tersisa setengah jam. Kita bisa memaklumi, pelatih Martinez tidak ingin mengambil resiko akan bertambahnya cedera yang diderita Lukaku sesaat sebelum babak pertama berakhir.

Dilansir dari The Guardian, saat Lukaku pergi meninggalkan lapangan, Belgia sudah memimpin skor 4-1, dimana gol pertama Tunisia dicetak oleh Dylan Bronn. Kepergiannya, tidak banyak mengubah pola permainan, serangan yang dipimpin oleh Hazard berulangkali membahayakan gawang Tunisia.

Meski Tunisia sempat mengakhiri pertandingan dengan tambahan satu gol yang dicetak oleh Wahbi Khazri di menit 90+3, hal ini tidak mengubah apapun.

Statistik pertandingan menunjukkan banyaknya serangan yang dilakukan oleh timnas Belgia. Dengan kata lain, serangan benar-benar tak mampu dibendung oleh lawan, dan juga bisa dikatakan bahwa Tunisia banyak memberikan bantuannya dengan pertahanannya yang mengerikan.

Lalu, bagaimana kelanjutan dari tim yang selalu menjadi kuda hitam dalam setiap Piala Dunia ini? Jika kita menilik susunan dan gaya permainan, Belgia layak untuk dimasukkan ke jajaran tim papan atas dalam Piala Dunia kali ini.

Tapi tunggu dulu, Inggris tampaknya juga tidak mau jika statusnya sebagai tim kuat turun atau tergantikan oleh tim lainnya.

Walaupun sudah jelas tim mana yang akan menjadi perwakilan dari Grup G, pertandingan terakhir besok yang mempertemukan Belgia melawan Inggris, tampaknya layak untuk disaksikan.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kemenangan Dramatis Timnas Jerman

Kemenangan Dramatis Timnas Jerman

Viral Tas Bentuk Mie, Kreasi Mie Instan di Bidang Fashion

Viral Tas Bentuk Mie, Kreasi Mie Instan di Bidang Fashion