ugetuget - Ricky F- Dari Sablon Kaos Hingga Wild Water Indonesia 3
Sumber gambar: wildwaterindonesia.org
in

Ricky F: Dari Sablon Kaos Hingga Wild Water Indonesia

UGETUGET – Ia bertelanjang dada saat saya berkunjung ke rumahnya. Bukan karena cuaca yang panas, tapi tukang sablon kaos ini, Ricky F. sedang dalam masa proses penyembuhan. Tiga minggu yang lalu ia mengalami kecelakaan, dan tulangnya patah. Karena kecelakaan tersebut, tangan kanannya tidak bisa digerakkan.

Meski sedang dalam kondisi sakit, ia masih bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan di malam sebelumnya ia pergi memancing (yang merupakan hobi dan jalan hidupnya). Tentu saja tidak sebaik biasanya dan hanya menggunakan tangan kiri.

“Mung nggo obah-obah. Tapi pisan kuwi wae, ngko aku ra mari-mari. (Cuma untuk gerak aja. Tapi cukup sekali itu aja, nanti nggak sembuh-sembuh kalau mancing terus),” ucapnya.

Sehari-harinya, pria yang akrab disapa dengan nama Ringgo ini -karena wajahnya mirip Ringgo Agus Rahman, bukan Ringgo Star- bekerja sebagai desainer sablon kaos. Desainnya sangat menarik, berkarakter, dan sangat kekinian.

Hobi memancing dan keahlian dalam bidang desain inilah yang mempertemukannya dengan sebuah organisasi yang bernama Wild Water Indonesia. (Cek tentang Wild Water Indonesia di sini).

Wild Water Indonesia (WWI) sendiri merupakan sebuah organisasi nirlaba yang mempunyai tujuan melestarikan ekosistem perairan. Saat ini, WWI sudah mempunyai 33 region di wilayah Indonesia.

Organisasi ini mempunyai beberapa program yang dikampanyekan, di antaranya adalah stop illegal fishing, konservasi ikan asli, metode memancing yang berkelanjutan, dan menjaga ekosistem perairan. Jadi misi utamanya lebih kepada edukasi dan kampanye partisipatif.

Tumbuh dan berkembangnya organisasi ini, terutama untuk WWI Region Yogyakarta, tidak bisa dilepaskan dari dua tokoh, yaitu Michael Risidanto sebagai pendiri, dan Ricky F. sebagai pencetus aksi viral #MingguRilisIkan; #MingguReleaseIkan.

uget uget - Ricky F Dari Sablon Kaos Hingga Wild Water Indonesia
Sumbe gambar: Facebook Ricky F.

Aksi Minggu Release Ikan merupakan salah satu program andalan dan berkelanjutan dari WWI Region Yogyakarta. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap biota dan ekosistem perairan. Selain itu juga ada edukasi mengenai jenis-jenis ikan lokal atau asli Indonesia.

“Dadi Minggu Release Ikan kuwi awale njupuk semangate WWI. Small things makes a big difference. Dadine aku mung pengen nggawe hal sing simple, tapi bisa ditiru wong akeh,” ucap Ricky.

(Jadi Minggu Release Ikan itu awalnya mengambil semangat dari WWI, yaitu meyakini bahwa hal-hal kecil yang positif bisa membawa perubahan besar. Jadi aku hanya ingin membuat sesuatu yang sederhana, tapi bisa dicontoh oleh banyak orang).

Dengan kemampuan desainnya yang tidak perlu diragukan lagi, Ricky pun membuat berbagai macam ajakan melalui poster-posternya. Bahkan ia juga membuat desain kaos untuk WWI Region Yogyakarta.

Sebagai tukang sablon kaos, desain bukanlah persoalan yang berarti bagi Ricky. Selain mendesain logo untuk WWI, khususnya Region Yogyakarta, ia juga sangat aktif menyebarkan visi dan misi WWI melalui media sosial, khususnya Facebook.

Dari jejaring sosial media inilah, masyarakat yang dulunya merupakan pemancing, kini beralih menjadi relawan yang peduli dengan lingkungan perairan.

Sayangnya, Ricky kurang percaya diri jika ada orang yang bertanya mengenai arah dan goal organisasi ini. Sebab ia merasa bukan seseorang yang terpelajar, yang menempuh pendidikan tinggi. Ia pun juga merasa tidak enak dan sungkan jika mendahului pendiri WWI, Michael Rusdianto.

Meskipun begitu, dari Ricky saya bisa belajar bahwa memperjuangkan hal-hal yang kita yakini memang tidak perlu terlalu banyak kata. Talk less do more. Meskipun ia juga mengakui bahwa kata-kata juga dibutuhkan.

“Aku ki ra bisa nulis. Aku ya dudu uwong sing pinter omong. Dadine nek ana uwong sing takon organisasi, aku ora bisa njawab. Tapi nek wonge mau pancen pengen reti tenan piye kuwi WWI, aku siap njelaske dan takkenalke kanca-kanca WWI sing bisa ngomong.”

(Aku tuh nggak bisa nulis. Aku juga bukan orang yang pintar ngomong. Jadi jika ada orang yang bertanya tentang organisasi, aku nggak bisa menjawab. Tapi jika ada orang yang benar-benar ingin tahu bagaimana WWI itu, aku siap menjelaskan dan mengenalkan ke teman-teman WWI yang terampil berbicara).

Hari menjelang tengah malam. Meskipun terlihat capek dan lelah, ia tetap semangat menanggapi seluruh pertanyaan dari saya. Apalagi terkait WWI.

Saya pun undur diri. Saat pulang terlintas bayangan masa kecil saya. Ricky F. adalah teman saya sejak Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, -meskipun hanya berlangsung selama dua tahun. SD kami awalnya berbeda, tapi akhirnya digabung karena kekurangan siswa- dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

Saya pun tersenyum dan mendoakan kesembuhannya. “Semoga sukses menyertaimu, teman”.

Sumber gambar: wildwaterindonesia.org

Punkaz D. Singaraska

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

hiu paus

Hiu Paus Diselamatkan Bule di Indonesia, Malah Harus Bayar ke Orang Lokal

ugetuget- Terminal Bus Dari Kota Manchester

Terminal Bus Dari Kota Manchester