Replika Surga itu Adalah Segaran
Sumber gambar: wonderfulisland.id
in

Replika Surga itu Adalah Segaran

UGET UGET – Replika surga, atau bagian paling Surgawi dari Taman Sari adalah Segaran, sebuah danau buatan dengan pulau-pulau di tengahnya dan taman-taman di sekelilingnya. Konsep Segaran mengingatkan kita pada danau buatan peninggalan Majapahit di Trowulan.

Namun Segaran Taman Sari kemungkian tidak digunakan sebagai polder hidrolik untuk keperluan irigasi pertanian sebagaimana di Segaran Majapahit. Fungsi Segaran Taman Sari lebih untuk tujuan rekreasi keluarga kesultanan Yogyakarta, di mana mereka bisa bersampan atau bercengkerama di tengah taman.

Di tengah Segaran terdapat pulau buatan bernama Pulo Kenongo yang ditanami pohon Kenanga dan didirikan gedung bernama Gedhong Kenongo. Sebuah gedung berlantai dua sehingga dari anjungan tertingginya kita dapat melihat lingkungan Keraton Yogyakarta hingga benteng Baluwarti. Dilihat dari kejauhan, gedung ini seperti mengambang di atas air sehingga membuat Taman Sari dijuluki sebagai “Istana Air” (Water Castle).

Pada bagian selatan Pulo Kenongo terdapat Tajug, deretan bangunan kecil yang adalah menara ventilasi udara dari terowongan bawah air sebagai jalan masuk menuju Pulo Kenongo sebagai selain lain dengan menaiki sampan/perahu. Sekarang, terowongan tersebut telah lapuk karena kurang pelestarian, meski dari sana kita dapat menyaksikan kecanggihan imajinatif dari teknologi konstruksi dari masa itu.

Selain Tajug, sebelah selatan Pulo Kenongo berdiri pulau buatan lain bernama Pulo Cemethi atau juga disebut Pulo Panembung. Konon inilah inilah tempat Sultan bermeditasi. Ada juga yang menyebutnya Sumur Gumantung karena di sebelahnya terdapat sumur yang seakan menggantung di atas tanah.

Sedang bagian barat Pulo Kenongo bangunan melingkar serupa cincin bernama Sumur Gumuling dan hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air, yang difungsikan sebagai Masjid. Di kedua lantainya ditemukan ceruk di dinding untuk mihrab, tempat imam memimpin shalat. Di bagian tengahnya yang terbuka terdapat empat buah jenjang naik dan bertemu pada titik tengahnya di bagian atas, yang kemudian ditambah satu jenjang lagi menuju lantai dua. Dan di bawah pertemuan empat jenjang tadi terdapat kolam kecil untuk berwudu/bersuci sebelum shalat.

Pada wilayah Segaran ini, Sultan dan keluarganya seakan sedang betul-betul ingin mengalami kehidupan di surga. Hari-hari mereka hanya diisi dengan rekreasi dan beribadah, di istana seindah kidung, dikelilingi taman seindah nyanyian, dengan danau jernih dan terowongan-terowongan rahasia sebagai refleksi dari wajah jiwa dan pencarian makna hidup mereka. Dan di tengahnya terdapat tempat ibadah sebagai jalan suci menuju tujuan tertinggi dari hidup mereka.

Sumber gambar: wonderfulisland.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kekaisaran Orang-Orang Kerdil di China

Kekaisaran Orang-Orang Kerdil di China

Melihat Seni Kaligrafi di Tengah Seni Rupa

Melihat Seni Kaligrafi di Tengah Seni Rupa