Berlibur itu Adalah Rehat Sejenak dari Facebook
Sumber gambar: francais.rt.com
in

Berlibur itu Adalah Rehat Sejenak dari Facebook

UGET UGET – Jika dahulu manusia primitif dan modern dikategorikan lewat pakaian dan cara hidupnya, sepertinya sekarang membedakan manusia primitif dengan modern bisa dikategorikan dengan kepemilikannya terhadap akun Facebook. Sudah sangat langka mencari manusia yang tidak memiliki akun Facebook. Bahkan anak baru lahir kemarin pun sudah menggunakannya.

Facebook menjadi platform media sosial yang berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi handphone dan internet nirkabel. Sejak kemunculannya di Benua Asia pada 2006 hingga sekarang, Facebook menjadi media sosial yang merubah cara kita berkomunikasi. Lalu munculah platform lain yang lebih canggih dan dengan pasar sosial yang lebih khusus.

Youtube memanfaatkan media video dan vlogging, Instagram menyatukan minat orang-orang yang cenderung pada grafis, serta Twitter yang membatasi karakter tulisan dan membuatnya menjadi media berita yang cepat dan singkat.

Kita bisa mendapatkan semua itu di medsos ini. Terutama, mungkin, adalah bagaimana kebiasaan pengguna platform ini menuliskan hal-hal pribadi dan sensitif yang memungkinkan kita memonitor perkembangan psikologi dan intelektual setiap orang yang kita kenal. Pergerakannya sangat cepat. Hanya dalam waktu beberaa detik saja, kita bisa membaca berbagai hal di beranda.

Para peneliti dari Australian Catholic University dan University of Queensland Australia, mempublikasikan studi mereka tentang Facebook di Journal of Social Psychology beberapa waktu lalu. Dengan melibatkan 138 informan dari berbagai macam bidang yang kesemuanya menggunakan Facebook, mereka mencoba melihat aspek psikologis dari orang-orang yang aktif menggunakan Facebook serta orang-orang yang dalam beberapa waktu tertentu rehat membuka Facebook.

Hasilnya, kandungan kortisol, hormon penyebab stress yang berada di air liur orang-orang yang jarang menggunakan Facebook lebih rendah dari orang yang secara aktif mengaksesnya setiap hari. Hal ini dikarenakan perputaran berita yang terlalu cepat, serta pemberitaan yang mencakup hampir seluruh segi kehidupan manusia, baik itu politik, psikologis, agama, dan seterusnya.

Bagi orang yang jarang menggunakan media sosial ini, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengukur diri sendiri, memerhatikan kesehatan fisik dan psikologis, serta merehatkan otak untuk terus menyerap informasi.

Sementara, bagi orang yang selalu aktif menggunakannya, mereka tak memiliki waktu jeda sama sekali untuk memikirkan diri sendiri. Hal inilah yang membangkitkan rasa stress yang berlebih. Sehingga, meski pun mereka sedang berada di tempat yang asri dan terbebas dari rutinitas keseharian berupa kerja, sejatinya mereka tidak lepas dari rutinitas mereka mengamati orang lain dan melupakan diri sendiri.

Sumber gambar: francais.rt.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Cara Membuat Jus Wortel Untuk Kesehatan Mata

Cara Membuat Jus Wortel Untuk Kesehatan Mata, Ternyata Banyak Yang Nggak Tahu Lho

Cerita Detektif Ala Tornatore

Cerita Detektif Ala Tornatore