Registrasi Kartu Simcard, Regulasi Perlu Perhatikan Keamanan Data uget uget
Sumber gambar: www.india.com
in

Registrasi Kartu Simcard, Regulasi Perlu Perhatikan Keamanan Data

UGETUGET – Orang mungkin akan berpikir dua-tiga kali untuk memberikan nomor NIK dan KK sebagai identitas pribadinya hanya untuk registrasi kartu simcard. Namun siapa sangka, peradaban digital akan memudahkan orang melakukan berbagai transaksi, dengan data tersebut sebagai basisnya.

Berbagai kemanfaatan ditawarkan dari pengintegrasian data pribadi atau yang disebut National Single Identity. Satu nomor NIK atau KK sudah bisa digunakan untuk segala aktivitas, seperti untuk nomor rekening bank, sebagai password pemulihan/recovery email, dan lain sebagainya.

Bahkan, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Taufik Hasan membocorkan akan segera mengupgrade aplikasi migrasi id ke versi 6, yang akan semakin mempermudah e-purchasing. Proses migrasi barang akan ditunjang dengan fasilitas sertifikat digital atau Certificate Authority (CA). Dengan begitu orang akan semakin mudah bertransaksi online beda negara.

Namun, bagaimana dengan persoalan keamanan datanya? Seperti disebutkan dalam UU RI Nomor 24 Tahun 2013 mengenai Administrasi Kependudukan pasal 58 ayat (2), bahwa data perseorangan di antaranya termasuk nomor NIK, KK, NIK ibu kandung, dan NIK ayah yang diperlukan sebagai syarat dalam registrasi kartu SIM, ternyata wajib untuk dilindungi.

Dikuatkan dalam pasal 64 ayat 2 UU RI Nomor 24 Tahun 2013 bahwa NIK sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 menjadi nomor identitas tunggal untuk semua urusan layanan publik. Sehingga sejatinya tidak ada masalah dalam upaya Pemerintah untuk mengintegrasikan data penduduknya.

Namun, kedaulatan data menjadi hal yang substansial menyoal regulasi kartu SIM ini. Ketentuan pasal 64 tersebut sekaligus diingatkan kembali mengenai kerahasiaan data penduduk dalam pasal 79 UU RI Nomor 24 Tahun 2013, ayat 1, 2, dan 3 berikut:

  1. Data Perseorangan dan dokumen kependudukan wajib disimpan dan dilindungi kerahasiaannya oleh Negara.
  2. Menteri sebagai penanggung jawab memberikan hak akses Data Kependudukan kepada petugas provinsi dan petugas Instansi Pelaksana serta pengguna.
  3. Petugas dan pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilarang menyebarluaskan Data Kependudukan yang tidak sesuai dengan kewenangannya.

Selain itu, kerahasiaan data kependudukan juga disebutkan dalam Pasal 26 UU ITE Nomor 11 tahun 2008, pasal 1 dan 2. Regulasi ini mempertegas mengenai perlindungan hak pribadi, sebagai berikut:

  1. Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.
  2. Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini.

Berkaca dari peraturan tersebut, perlu adanya kerja sama antara aparat penegak hukum, Kominfo dengan Disdukcapil untuk bersama-sama menjamin keamanan dari ancaman kejahatan yang mungkin muncul.

Kalau proses kerjanya benar, eksesnya, kemungkinan besar tantangan dalam tindak kejahatan akan menurun sekaligus masyarakat akan memeroleh kenyamanan dan keamanan. Salah satunya, akan membuat penjahat SMS Mamah minta pulsa semakin gerah ya?

Meskipun begitu, aparat penegak hukum tidak boleh lengah untuk selalu memastikan ke Disdukcapil kalau-kalau ancaman datang menghadang. Pun, sebagai warga negara yang baik perlu terus mengawal apabila terjadi penyalahgunaan wewenang atas kebijakan registrasi ini.

Sejatinya, masyarakat sendiri berperan besar dalam menjaga kerahasiaan data pribadinya. Masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati dalam bertransaksi terlebih apabila harus menggunakan identitas krusial seperti NIK dan KK. Jangan mudah memberikan data pribadi pada siapapun, seperti salon atau dealer motor.

Data pribadi adalah aset sekaligus tanggung jawab masing-masing pula. Maka, kita sendiri perlu mengupayakan keamanan data dengan membangun security culture. Informasi pribadi janganlah di murah meriahkan, terlebih jangan terlalu sering memfotokopi KK hingga akhirnya terbuang percuma atau dijadikan bungkus tempe. Tentu tidak mau bukan?

Di samping itu, sejatinya kita bisa membangun sistem keamanan pribadi dalam handphone. Adanya screen atau apps lock  bisa menjadi cara gampang dalam menjaga data pribadi kita.

Sumber gambar: www.india.com

https://www.youtube.com/watch?v=YoDVPhaKHNU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kreasi Kado Handmade untuk Ulang Tahun si Doi

Kreasi Kado Handmade untuk Ulang Tahun si Doi Bikin Tambah Sayang

Lagu Korea Semakin Tunjukkan Kualitas Para Vokalisnya uget uget

Lagu Korea Semakin Tunjukkan Kualitas Para Vokalisnya