Rapper Jogja Legendaris Mengingat Lagi G-Tribe
Sumber gambar: Webbohomestay
in

Rapper Jogja Legendaris: Mengingat Lagi G-Tribe

UGETUGET — Walaupun tidak pernah sangat menyukai rap dan hip hop, tapi ada satu rapper Jogja legendaris yang selalu saya kenang: G-Tribe. Saya ingat, kelompok rap ini aktif pada dasawarsa 90-an, saat saya masih unyu (sekarang sudah sedikit “matang”).

Lagu-lagu G-Tribe yang paling saya ingat melodi dan sepatah-sepatah liriknya adalah Jogo Parkiran dan Watchout Dab. Waktu itu, saya tertarik saat mendengar lagu-lagu itu disiarkan di radio lokal Jogja — kalau tidak salah, Geronimo FM.

Saya tertarik karena, tidak seperti rapper luar negeri yang nge-rap dengan bahasa Inggris yang susah diikuti, G-Tribe menggunakan lirik berbahasa Jawa. Yang paling saya suka, mereka mengungkapkan identitasnya sebagai orang Jogja dalam lagu Watchout Dab.

Lagu rapper Jogja legendaris ini berirama rancak, dengan tema yang mungkin bisa dianggap khas hip hop: kekerasan. Identitas sebagai wong Jogja terungkap melalui bahasa walikan: “Pabu sacilat — pabu sacilat” di dalam lagu ini. Tahu artinya, ‘kan?

Yang lebih halus tentu saja “Dab” dalam judul itu. “Dab” adalah sapaan khas yang hanya bisa dipahami oleh orang Jogja atau yang pernah bersinggungan dengan Jogja dan sedikit tahu tentang budaya anak mudanya yang beda dan berbahaya (ngaku ajalah, kalian juga pernah nakal hehehe).

Pada zaman itu, lagu dengan lirik vulgar jelas akan ditolak stasiun radio, apalagi industri rekaman mayor. Padahal, dua pihak itu punya peran besar dalam mengangkat musisi — zaman dulu belum ada YouTube atau SoundCloud, broh!

Tapi, umpatan dengan bungkus bahasa walikan itu sungguh genuine! Nyatanya, lagu itu bisa disiarkan di radio. Mungkin karena lagu-lagu rapper Jogja legendaris itu mengena di hati anak muda. Dalam dua lagu favorit saya itu, mereka berkisah tentang penjaga parkir dan remaja laki-laki yang sedang mencari jati diri.

Lagu-lagu pop dan juga rock zaman 90-an itu lebih sering berkisah tentang cinta. Tapi, G-Tribe lebih suka mengangkat tema sosial. Berani berbeda dan genuine, dan karena itu menjadi legenda. Saat hip hop naik daun seperti sekarang ini, banyak orang yang mengingat mereka. Termasuk saya.

Sayangnya, lirik lagu rapper Jogja legendaris ini mungkin hanya bisa dipahami oleh masyarakat Jawa saja. Apalagi, diucapkan seperti kereta Shinkansen!

Sumber gambar: Webbohomestay

https://www.youtube.com/watch?v=63_XWbj03fs

Written by Justme Shasha

Sedang belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

ugetuget- seperti kisah nabi sulaiman, persiba pindah emirates ke balikpapan

Seperti Kisah Nabi Sulaiman, Persiba Pindah Emirates Stadium Ke Balikpapan

Musik Band Karang Taruna Pemuja Setan (KTPS)