#radioguemati Kampanye PRSSNI Matikan Siaran Radio Indonesia Swasta Jakarta Selama 15 Menit
Sumber gambar: www.pinterest.nz
in

#radioguemati: Kampanye PRSSNI Matikan Siaran Radio Indonesia Swasta Jakarta Selama 15 Menit

UGET UGET – Hampir seluruh siaran radio Indonesia di Jakarta berbunyi “piiiip” pada Senin (11/12) pukul 07.45-08.00 WIB. Ya, radio swasta Jakarta tidak mengudara selama 15 menit. Ini merupakan ide kampanye sebagai bentuk kepedulian Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) sepinya kehidupan tanpa radio, agar orang mau mendengarkan radio kembali.

Matinya siaran radio memunculkan kepanikan para pendengarnya. Buktinya, sepanjang radio mati, bermunculan tanda pagar (#) radioguemati pada media sosial Twitter. Seketika #radioguemati menjadi trending topic di Indonesia. Isinya berupa kebingungan dan keluhan masyarakat tak bisa mendengarkan siaran radio. Seperti yang diungkapkan @Raaffiiqq “Ada yang tau kenapa semua radio sejakarta mati siaran semua? Sudah 4 menit nih #radioguemati.”

Begitu radio menyala, terdengarlah lagu Indonesia Raya. Para pendengar dibuat terheran-heran dengan kemunculan suara Presiden Jokowi, ” Emang enak enggak ada radio? Saya Joko Widodo, pendengar radio.” Video ini juga telah diunggah Jokowi dalam akun twitternya @Jokowi pada pukul 07.45 pagi tadi.

Matinya siaran radio ini cukup membuat para pendengarnya panik. Kepanikan ini sekaligus menjadi bukti bahwa radio masih memunyai pecintanya. Radio masih punya pangsa pasar dan penikmatnya sendiri. Seperti kita ketahui, radio sebagai salah satu media massa memiliki keunikannya sendiri. Radio masih tetap bisa kita nikmati tanpa harus melihatnya. Cukup dengan indera pendengaran, kita bisa mengakses radio.

Gofar Hilman yang menjadi salah satu penyiar di 87.6 Hardrock FM dalam akun twitternya @pergijauh juga mengeluarkan beberapa cuitan:

1. Kalo selamanya #radioguemati kebayang gak? Lo masih bisa Spotify, Joox, dll sih. Tapi gak ada penyiarnya. Ibarat Brazil tanpa Ronaldo dan Roberto Carlos taro depan.
2. Semua radio mengklaim lagunya yang paling hits, tapi ya gitu, radio dengan segmentasi sama lagunya ya itu2 aja, yang membedakan itu adalah penyiarnya. Itu yang membuat radio berkarakter.
3. Keunggulan radio adalah lebih intim dibanding media apapun, lo bisa berinteraksi langsung dengan penyiar, ibarat teman yang nemenin lo di jalan #radioguemati.

Memang betul, saat ini radio lebih menitikberatkan pada fungsi hiburan, salah satunya dengan musik. Orang kemudian mengasosiasikan radio sama halnya dengan layanan musik digital seperti Spotify, Joox, dan lain sebagainya. Padahal radio lebih hidup dari hanya sekadar layanan musik digital. Ada fungsi lain dari sekadar hiburan, yakni informasi, pendidikan, dan penerangan.

#radioguemati Kampanye PRSSNI Matikan Siaran Radio Indonesia Swasta Jakarta Selama 15 Menit
Sumber gambar: twitter.com

Saya bersyukur karena masih ada saja penikmat radio. Menanggapi tiga cuitan Gofar tadi, banyak juga yang masih mendukung radio untuk tetap eksis. Seperti yang diungkapkan akun twitter @rifie kala radio mati, “mati gaya nich di mobil”, juga @mottzhy “setuju om, biar langganan Spotify pun buat menemani perjalanan di mobil gue tetep pilih radio. (y) #radioguemati.”

Begitu pula yang diceritakan akun @damsaaak, “Security di kantor gua aktif banget nyetel radio di Posnya, girang klo episode GMHR muter lagu 90an. Seneng sama pembawaan penyiarnya, tpi pas gue kasih unjuk foto Gofar sama Ary malah ga percaya. Esensi radio emang seru banget, lo gak perlu nunjukin visual tapi disenengin banyak org.”

Radio akan terus ada karena pengisi acara/penyiarnya mampu membuat sebuah program siaran booming. Sama halnya seperti Danang dan Darto yang berangkat dari program acara “The Dandees” di Prambors FM, sekarang malah tampil mengisi acara di The Comment Net Tv. Itu artinya penyiar menjadi daya tarik dalam media massa radio, dapat menjadi teman bagi siapapun dengan sifatnya yang interaktif. Industri radio masih banyak dilirik oleh media massa lain.

Radio pun bisa melakukan konvergensi dengan layanan streamingnya. Artinya radio sangat fleksibel. Meskipun mediumnya berubah, bisa didengarkan lewat handphone, maupun komputer, tetapi esensinya masih sama.

Sumber gambar: www.pinterest.nz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

files go by google

Files Go, Aplikasi Smartphone Untuk Menghapus File Tidak Berguna dari Ponsel

Kesetiaan: Apakah Dicintai Itu Mengikat Seseorang untuk Tidak Melirik yang Baru?

Kesetiaan: Apakah Dicintai Itu Mengikat Seseorang untuk Tidak Melirik yang Baru?