Inilah Sebabnya Penolakan dan Putus Cinta Itu Sakit
Sumber gambar: hellosehat.com
in

Inilah Sebabnya Penolakan dan Putus Cinta Itu Sakit

UGET UGET – Jatuh cinta memang membutakan akal sehat. Seseorang yang sedang di mabuk asmara serasa logikanya sudah tak berfungsi lagi. Hal-hal ceroboh yang bahkan merugikan dirinya sendiri pun bisa saja dilakukan atas dasar cinta sama cinta. Karenanya sangat sulit menembus pemikiran orang yang sedang jatuh cinta. Mau jungkir balik bagaimana pun, pikiran dan tindakannya sudah tak bisa diganggu gugat.

Sebelumnya mungkin jalan pikirnya lurus, namun perasaan cinta bisa saja mengaburkan niat, tekad, bahkan mimpi seseorang. Dengan alasan pengorbanan, kamu bisa saja mengalah untuk bisa terus membahagiakan pasanganmu. Progress yang telah kamu rancang, juga target yang telah kamu rencanakan, nyatanya malah makin runyam.

Inilah Sebabnya Penolakan dan Putus Cinta Itu Sakit
Sumber gambar: hellosehat.com

“Aku yang memikirkan, namun aku tak banyak berharap. Kau membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu…”, begitulah penggalan lirik lagu Monita Tahalea yang berjudul Kekasih Sejati. Lirik tersebut sedikit banyak menggambarkan betapa banyak waktu dan tenagamu tersita oleh cinta, cinta, dan cinta. Memang saat jatuh cinta sulit untuk membedakan mana yang penting dan tidak, mana yang harus didahulukan, mana yang benar dan salah.

Cinta memang mengacaukan logika berpikir, entah itu jatuh cinta sepihak maupun dua belah pihak rasanya sama saja. Kamu selalu membayangkan dan berharap yang indah-indah sehingga terbuai jauh. Saat jatuh cinta, memang perasaanmu mengalahkan logikamu. Bahkan dapat dikatakan, kamu sepenuhnya dikendalikan oleh perasaanmu.

Karenanya penolakan cinta ataupun putus cinta itu sakit. Sakitnya tuh di sini (nunjuk dada). Kalau perasaan sudah bermain, memang jadinya repot. Karenanya banyak orang menyebut kalau cinta itu buta, dan cinta bikin seseorang menjadi bodoh. Karena itulah putus cinta selalu menimbulkan goresan luka. Kalau orang bilang, “Sakit tapi nggak berdarah.”

Ya begitulah putus cinta. Menyakitkan karena merasa telah merasa dirugikan. Menyakitkan karena disia-siakan dan dibuang. Menyakitkan karena telah kehilangan banyak kesempatan. Cinta itu bikin bodoh. Namun lebih bodoh lagi, kita tetap terus mencintai meski tahu nantinya akan kehilangan. Ya, cinta memang selalu begitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pumping And Dumping Behati Prinsloo, Istri Adam Levine Tuai Kecaman

Pumping And Dumping Behati Prinsloo, Istri Adam Levine Tuai Kecaman

Fakta Lindo Wing, Rumah Sakit Langganan Bersalin Kate Middleton

Fakta Lindo Wing, Rumah Sakit Bersalin Langganan Kate Middleton