Pulau Faisans, Saksi Bisu Perebutan Wilayah Antara Spanyol dan Prancis
Sumber gambar: internasional.kompas.com
in

Pulau Faisans, Saksi Bisu Perebutan Wilayah Antara Spanyol dan Prancis

UGET UGET – Suatu daerah berada dalam sebuah negara. Ini sudah tidak bisa diganggu gugat oleh pihak mana pun. Namun, ternyata ada lho sebuah pulau yang berganti negara setiap enam bulan sekali. Pulau ini bernama Pulau Faisans, yang berada di Eropa. Uniknya, kenyataan ini diterima oleh kedua belah pihak, baik Prancis maupun Spanyol tanpa ada perang dan konflik sama sekali.

Pulau Faisans ini memiliki luas 3000 m2 yang ditumbuhi pepohonan dan rerumputan. Pulau ini letaknya di tengah Sungai Bidassoa yang persis membelah Prancis dan Spanyol. Kesepakatan pulau damai ini tidak serta merta diperoleh secara gamblang. Melainkan ada pertumpahan darah ratusan tahun silam yang menjadi saksi bisu terciptanya kesepakatan ini.

Dilansir sindonews.com, pulau ini memang tidak dihuni oleh seorang pun dan orang sengaja tidak diperbolehkan mengunjunginya. Di pulau tersebut hanya ada sebuah monumen kuno sebagai tanda penghormatan akan peristiwa bersejarah di tahun 1659, tepatnya ketika perjanjian Pyrenees ditandatangani.

Sebagai simbol kedamaian dan kesetaraan antara Prancis dan Spanyol, perjanjian tersebut menyepakati pergantian kepemilikan pulau Faisans. Mulai periode 1 Februari sampai 31 Juli, Pulau Faisans berada di bawah pemerintahan Spanyol, selanjutnya bergantian berada di bawah kepemilikan pemerintahan Prancis.

Sejauh ini kesepakatan unik ini sudah terjadi lebih dari 350 tahun. Meskipun masing-masing negara memiliki kesempatan untuk memanfaatkannya, Pulau Faisans tidak ditujukan untuk kepentingan wisata. Artinya pulau itu murni sebagai monumen semata.

Perebutan wilayah memang marak terjadi akhir-akhir ini. Banyak sekali perebutan wilayah dan perbatasan yang menyulut egoisme setiap negara yang bersangkutan. Konflik antara Israel-Palestina, Indonesia-Malaysia, India-Pakistan, dan negara lain di muka bumi.

Sengketa wilayah menjadi hal yang akrab terjadi. Sama halnya dengan konflik Spanyol dan Prancis ini, harus terjadi perang selama 30 tahun dulu hingga kemudian tercipta sebuah penyelesaian damai.

Saya rasa negara yang sedang berkonflik dapat mencontoh Perjanjian Pyreness ini. Apabila pembagian wilayah tak bisa menemukan titik temu. Cara kepemilikan bergantian ini akan jauh lebih baik.

Meskipun Spanyol dan Prancis telah menemukan kesepakatan damai. Perjanjian ini perlu terus dikenalkan ke anak cucu. Supaya komitmen damai ini tak luntur, bahkan terus menguat dari tahun ke tahun.

Sebuah perjanjian damai perlu diupayakan bersama dari waktu ke waktu. Meskipun nyatanya sudah mampu berjalan sekian tahun, kemauan dan tekad untuk memperjuangkan perdamaian dan kesejahteraan perlu terus dibangun.

Sumber gambar: internasional.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Layak Diakui Bahwa Gattuso Bukanlah Pelatih Biasa

Layak Diakui Bahwa Gattuso Bukanlah Pelatih Biasa

Kejujuran Salah Satu Hal Terpenting dalam Setiap Hubungan

Kejujuran Salah Satu Hal Terpenting dalam Setiap Hubungan