uget uget Puisi Kuhentikan Hujan Sapardi Djoko Damono
Sumber gambar: www.youtube.com
in

Puisi Kuhentikan Hujan Sapardi Djoko Damono

UGETUGET – Indah dan benar-benar membuatku membayangkan tentang betapa menakjubkannya alam dan bumi ini. “Dalam puisi Kuhentikan Hujan, Sapardi Djoko Damono begitu detail dalam mengamati alam,” pikirku.

Apalagi saat puisi itu dinyanyikan oleh Reda Gaudiamo dan Ari Malibu, semakin sempurnalah puisi itu. Karena, Sapardi Djoko Damono sendiri pernah mengatakan bahwa puisi itu hakikatnya adalah bunyi. Ya, puisi itu bunyi, dan ia memang harus dinyanyikan.

Aku bukanlah seorang akademisi sastra yang mampu menilai sebuah puisi bagus atau tidak. Tetapi aku punya rasa, yang merupakan peranti alamiahku untuk menilai apakah sebuah karya mempunyai nilai keindahan atau tidak.

Bagiku pribadi, puisi Kuhentikan Hujan Sapardi Djoko Damono begitu detail menggambarkan alam. Di puisi ini aku merasakan bahwa manusia dan alam menyatu dengan eratnya dalam untaian kata dan irama bunyi.

Mungkin aku tidak suka atau bahkan benci dengan Hujan Bulan Juni, tapi aku sangat menyukai Kuhentikan Hujan.

Betapa puisi bisa menggambarkan alam semesta yang luar biasa besar dan agung, dengan susunan kalimat-kalimat yang sederhana, tapi mendalam.

Sapardi Djoko Damono adalah seorang penyair yang mungkin saja sangat tergila-gila dengan hujan. Ia mampu menggoreskan tinta jagat ini ke dalam kertas-kertas yang ringan.

Aku pun sangat akrab dan tergila-gila pada hujan. Setidaknya pada masa kecil dulu. Hampir setiap hujan turun, kalau tidak aku duluan, pastilah teman-temanku yang mengajakku untuk bermain air alias hujan-hujanan.

Setiap kali awan awan mendung menyapa, kami pasti selalu merapal mantra “udana deres pates taknei lombok pedes”. Aku dan teman-temanku merapal mantra itu secara rampak dan dengan suara yang keras.

Entah mengapa, rapal mantra itu selalu berhasil mengundang hujan untuk membasahi bumi. Apakah mendung atau hujan memang tertarik dengan lombok pedes? Mungkin saja. Karena dalam kebudayaan Jawa selalu diterangkan bahwa setiap fenomena, seperti mendung dan hujan, ada makhluk sekelas Dang Hyang yang berwenang mengaturnya.

Mungkin karena itu pulalah Sapardi Djoko Damono berkeinginan untuk menghentikan hujan. Karena ia adalah sang pawang dari mendung dan hujan tersebut.

Sumber gambar: Youtube.com

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Manajer Band Haji Gimbal Bagi Tips Sukses Promosi uget uget

Manajer Band Haji Gimbal Bagi Tips Sukses Promosi

uget uget - Teknologi Anti Gravitasi Khas Nusantara Pasir Gayatri

Teknologi Anti Gravitasi Khas Nusantara: Pasir Gayatri