Psycho i.d. : Cover Album yang Kelewat Berani
Sumber gambar: instagram.com/soaxloax
in

Psycho i.d. : Cover Album yang Kelewat Berani

UGETUGET | Dari sekian banyak album atau single yang merespon peristiwa reformasi, album Psycho i.d. karya PAS Band membuat saya jatuh cinta. Tak lain karena cover album yang kata hati saya “mencengangkan”.

Album keempat PAS Band ini mempunyai materi yang politis. Seperti halnya waktu itu, Kantata Takwa dengan Swami dan Ahmad Dhani dengan Ideologi Sikap Otak-nya. Peristiwa tersebut tentu meresahkan bagi banyak musisi.

Saat peristiwa reformasi, saya masih berumur 3 tahun, namun tumpukan kaset tape Iwan fals memenuhi rak koleksi bapak. Akhirnya saya terbiasa dengan lirik-lirik politis, terutama Orde Baru.

Kemudian di saat menjelang masuk universitas, tidak sengaja melintas cover album Psycho i.d.. Tentu saya sebagai pemuda dengan semangat perubahan langsung tertarik dengan keberanian konsep cover album ini.

Mungkin saya akan bias menerjemahkan Orde Baru dan Reformasi, namun setidaknya cover album ini menarik dari berbagai konsep cover lagu-lagu dengan semangat yang sama. Lebih asiknya, warna musik dan penulisan liriknya jiwa muda banget.

Kejenuhan yang saya dapatkan dari Kantata Takwa yang seolah didongengi bapak-bapak, telah terpecahkan. Cover Psycho i.d. yang mengusung konsep karikatur di tahun-tahun tersebut tentu mencengangkan.

cover album psycho id pas band
Sumber gambar: YouTube | Cover album Psycho i.d. Pas Band.

Cover album Psycho i.d. yang menggambarkan keempat personilnya, Yukie Arifin, Bambang Sutrisno (Trisno), Bambang Sutejo (Bengbeng), dan Richard Mutter, baru bisa bernafas ketika dengan penuh perjuangan membuka mulut penguasa yang identik dengan Presiden Soeharto.

Seolah mereka akan merobek mulut tersebut. Setiap personel digambarkan telah berada di titik puncak kemarahan atas segala siksaan. Tentu hal ini merupakan sikap yang kelewat berani. Namun konsep karikatur membuat daya tariknya lebih tinggi.

Kenapa kelewat berani? Sebagai bandingan, Kantata Samsara di wilayah ini pernah menampilkan foto para personilnya yang digambarkan seolah keluarga ningrat.

Kemudian Ideologi dan Sikap Otak, hanya dengan menampilkan foto Ahmad Dhani yang bergaya mirip Ir. Soekarno.

formasi pas band
Sumber gambar: tonkka.com

Menurut saya, faktor usia kelahiran mereka yang rata-rata tahun 60-an membuat para personil mempunyai semangat perubahan melihat kondisi yang demikian.

Seperti yang dikatakan Budiman Soedjatmiko bahwa generasinya sering dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang menumpas kolonial oleh para aktor terdahulu. Tekanan ini yang kemudian membuat keberanian bergelora di generasi ini dengan caranya sendiri.

Kemudian latar belakang mereka sebagai mahasiswa mampu membaca kondisi waktu itu. Seperti dalam salah satu lagu dalam album ini yang berjudul “Simala-Karma”, mereka melakukan pembacaan bahwa melengserkan Orde Baru bukan satu-satunya jalan, selama Orde Baru tidak habis sampai pada akar-akarnya : “Tak Ada Pilihan Yang Bisa Kupilih/Tak Ada Pilihan Yang Layak Dipilih.”

Semangat ini yang akhirnya bisa kita ambil dari karya-karya terdahulu. Tentu zaman berubah, maka cara menyuarakan ketidakadilan pun berubah.

Written by Budi

Sehat selalu.

Belum Bisa Mendapatkan Apa yang Kamu Inginkan, Mengajarkanmu untuk Terus Usaha dan Kerja Keras

Belum Bisa Mendapatkan Apa yang Kamu Inginkan, Mengajarkanmu untuk Terus Usaha Dan Kerja Keras

Selamat Datang Hujan! Ternyata Ada Beraneka Ragam Sebutan Hujan, Mau Tahu?

Selamat Datang Hujan! Ternyata Ada Beraneka Ragam Sebutan Hujan, Mau Tahu?