Protagoras dan Pandangan Relativismenya, Kenapa Penting?
Sumber gambar: classicalwisdom.com
in

Protagoras dan Pandangan Relativismenya, Kenapa Penting?

UGETUGETProtagoras lahir di kota Abdera, di daerah Thrake, sekitar tahun 485 Sebelum Masehi. Ia kerap kali mampir menuju Athena dan di sana ia termasuk orang yang diperhitungkan di kalangan negarawan Perikles.

Atas permintaan Perikles, ia mengambil bagian dalam mendirikan kota perantauan, Thurioi, di Italia Selatan pada Tahun 444 SM. Ia juga diminta untuk menyusun undang-undang dasar untuk wilayah baru itu.

Pemikiran Nyentrik

Patung Protagoras
Sumber gambar: thefamouspeople.com

Berdasarkan pengakuan Diogenes Laertios, pada akhir hidupnya Protagoras didakwa di Athena atas kedurhakaan (Asebia) dan bukunya tentang agama dibakar di depan publik.

Karena hal itu Protagoras melarikan diri ke Silsilia, tapi berakhir tewas mengenaskan dalam perjalanan, sebab perahu yang ditumpanginya tenggelam ke dasar laut.

Tapi ada juga yang menyanggah. Sebab kesaksian Diogenes Laertios ini tidak dapat dicocokkan dengan data dan fakta lainnya. Kebanyakan sejarawan modern pun meragukan kebenarannya.

Dikenal sebagai sofis pertama, Protagoras amat terkenal dengan pernyataannya,”Manusia adalah ukuran dari segala sesuatu. Manusia adalah ukuran kebenaran dan kebenaran itu sangat bersifat pribadi.”

Sehingga, tak akan ada ukuran yang benar-benar absolut dalam etika, metafisika, maupun agama. Bahkan, teori matematika juga dianggap tak punya kebenaran yang absolut.

Pandangan Relativisme

Protagoras merupakan salah seorang yang paling awal mengemukakan pandangan relativismenya. Menurut beberapa catatan ia disiksa karena keyakinannya itu.

Sebagian besar catatan tentang Protagoras banyak diketahui dari tulisan Plato, terutama yang judulnya Protagoras.

Berdasarkan Protagoras, negara diciptakan oleh manusia. Tujuan pembentukan sebuah negara adalah agar manusia terlepas dari ketidakamanan dan kesulitan hidup di alam yang buas. Makanya, manusia menjalin hubungan dengan manusia-manusia lainnya dan membentuk negara.

Tapi kemudian manusia menyadari bahwa hidup bersama manusia lain tidaklah mudah.

Dengan sebuah mitos, Protagoras menyatakan bahwa manusia diberikan dua hal oleh dewa untuk dapat hidup bersamadengan  sesamanya. Kedua hal tersebut adalah keinsyafan akan keadilan dan hormat terhadap orang lain (aidos).

Lukisan Protagoras
Sumber gambar: probaway.wordpress.com

Dengan adanya dua hal ini, manusia dapat hidup bersama dengan sesamanya. Hal itu dilakukan manusia dengan cara membuat undang-undang atau konstitusi.

Jadi, undang-undang tertentu tidak lebih benar dari undang-undang lain. Ada undang-undang yang cocok untuk masyarakat tertentu namun tidak cocok dengan masyarakat lainnya.

Di dalam karya yang berjudul “Perihal Dewa-Dewi” (Peritheon), Protagoras menyatakan:

“Mengenai dewa-dewi saya merasa tidak mampu menentukan apakah mereka benar-benar ada atau tidak ada; dan saya juga tidak dapat menentukan hakikat mereka. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sulit dan umur manusia itu pendek.”

Pandangan filsafat Protagoras ini merupakan suatu skeptisisme. Artinya tidak mungkin dicapai suatu kebenaran. Hal itu cocok sekali dengan pandangan relativitas yang dianutnya dalam bidang pengenalan.

Selama masa hidupnya, Protagoras mempengaruhi pemikiran banyak pemuda lewat pemikirannya tentang retorika dan pengetahuan. Ia pun mempengaruhi Demokritos terkait teorinya tentang pengetahuan dan filsafat politik.

Di samping itu, ia juga membawa pengaruh besar terhadap para negarawan, penyair, sejarawan, dan orator. Plato memberi kesaksian bahwa nama Protagoras amat terkenal untuk waktu yang lama.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Dady, Komentator Bocah Pencinta MotoGP yang Lagi Viral

Dady, Komentator Bocah Pencinta MotoGP yang Lagi Viral

Wajib Baca! Jus yang Justru Mengandung Banyak Gula

Wajib Baca! Jus yang Justru Mengandung Banyak Gula