Proses Komunikasi Bersikap Di Depan Orang Baru uget uget
Sumber gambar: innov8tiv.com
in

Proses Komunikasi: Bersikap Di Depan Orang Baru

UGET UGET – Ketika mengenal orang baru, biasanya kita dituntut untuk mampu beradaptasi dengan baik. Inilah yang disebut dengan proses komunikasi. Namun, tidak semua orang menguasai cara berinteraksi yang baik ketika awal perjumpaan loh.

Ada yang terlalu diam, atau ada pula yang terlalu berlebihan. Untuk yang berlebihan, kita mengenalnya dengan istilah Sok Kenal Sok Dekat (SKSD).

Kebingungan dalam menempatkan diri mungkin akan perempuan alami ketika pacar mengenalkan kalian ke teman atau saudara perempuannya. Untuk kalian yang pemalu mungkin akan merasa canggung di awal sehingga sedikit kikuk dan kurang bahasan. Tetapi untuk kalian yang overtalking (istilah halusnya cerewet) pasti akan berusaha sebisa mungkin mengambil hati mereka.

Nah dalam video yang dibuat Yoga Arizona ini menggambarkan bagaimana jadinya kalian yang overtalking kalau dikenalkan ke sahabat perempuan sang pacar. Yoga Arizona sendiri adalah selebgram yang banyak membuat video lypsinc dengan gayanya yang kocak abis. Di video ini Yoga berperan sebagai Tasya.

Tasya di sini langsung melakukan pendekatan dengan meminta followback akun Instagramnya dari dua sahabat pacarnya. Dia juga berusaha masuk ke dalam topik pembicaraan yang cukup privat, yakni ketika dua sahabat pacarnya sedang asyik mencoba lipstik. Di sini bahkan Tasya sok menceramahi mereka untuk bersikap percaya diri seperti dirinya sembari menggunakan lipstik tanpa izin.

Bahkan ketika dua sahabat pacarnya sedang seru menonton sebuah acara televisi, Tasya langsung merebut remot televisi dan mengganti saluran semaunya. Sikap seperti ini mungkin akan membuat orang lain kesal dan hilang feeling (illfeel) ya. Atau bahkan kita langsung lekat dengan julukan si nyebelin atau si rese, atau si heri (heboh sendiri).

Kalau sudah begitu, pasti orang lain akan merasa tambah tidak nyaman dengan kehadiran kita. Kalau di Ilmu Komunikasi, kita mengenal adanya teori penetrasi sosial. Teori Penetrasi Sosial (Social Penetration Theory) merujuk pada sebuah proses ikatan hubungan di mana individu-individu bergerak dari komunikasi superfisial menuju ke komunikasi yang lebih intim (West & Turner, 2008, hal. 196).

Interaksi manusia dianalogikan dengan lapisan bawang. Pada lapisan luar biasanya orang akan lebih sering bertukar cerita mengenai hal-hal yang tidak penting, daripada membicarakan mengenai hal-hal yang sifatnya personal.

Dalam komunikasi pula dikenal mengenai komunikasi nonverbal. Sentuhan menjadi salah satu bentuk komunikasi nonverbal. Nah ternyata sentuhan dapat menunjukkan jauh dekatnya hubungan personal seseorang loh. Menurut Herlin, terdapat lima kategori sentuhan yang merupakan rentang dari yang sangat impersonal hingga yang sangat personal, yaitu 1) Fungsional-profesional, 2) Sosial-sopan, 3) Persahabatan-kehangatan, 4) Cinta-keintiman, dan 5) Rangsangan seksual (Pujiastuti, 2008, hal. 86-87).

Nah saat dua orang pertama kali bertemu, mereka berada pada tahap penetrasi sosial orientation stage dengan jenis sentuhan fungsional-profesional. Tahap orientasi (orientation stage) adalah tahap yang terjadi pada tingkat publik yang mencakup pembukaan sedikit demi sedikit bagian dari diri kita. Pada tahap ini, biasanya orang bertindak sesuai dengan cara yang dianggap pantas secara sosial sehingga berhati-hati agar tidak melanggar harapan sosial. Individu-individu tersenyum manis dan bertindak sopan (West & Turner, 2008, hal. 205).

Pada tahap ini pula, jenis sentuhan yang orang lakukan masih bersifat fungsional-profesional atau bisa sentuhan sosial-sopan. Sentuhan fungsional-profesional adalah sentuhan yang bersifat dingin dan berorientasi bisnis. Sedangkan sentuhan sosial-sopan adalah sentuhan dalam situasi membangun dan memperteguh pengharapan dan aturan dari praktik sosial yang berlaku. Sentuhan profesional atau sosial-sopan wajar dilakukan dalam konteks kerja, apalagi jika seseorang bekerja dalam bidang seni tari. Tentu memegang bagian tubuh seseorang sudah dianggap wajar, tanpa maksud apapun ya. Di luar konteks pekerjaan, biasanya sentuhan ini berupa jabat tangan.

Nah berdasarkan teori ini, kita sudah bisa menilai dan belajar kan? Sikap Tasya dalam video tersebut langsung dapat saya simpulkan sebagai SKSD level dewa. Bagaimana tidak, dia bahkan mendekatkan pipi dan tubuh dengan mudahnya pada dua sahabat pacarnya itu saat berada di depan cermin dan di sofa. Meskipun mereka sesama perempuan, tetapi hal seperti itu tetap tidak etis ya. Belajar komunikasi itu penting juga kan untuk belajar menempatkan diri dalam berbagai situasi, salah satunya tahap perkenalan.

Sumber gambar: innov8tiv.com

A post shared by Yoga Arizona (@yogaarizona) on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Mie Setan Thedemit: Pedasnya Bikin Keringatan, Sensasinya Bikin Ketagihan

Mie Setan Thedemit: Pedasnya Bikin Keringatan, Sensasinya Bikin Ketagihan