Para Ilmuwan Ingin Selamatkan Kepunahan Pohon Coklat dengan Teknik CRISPR
Sumber gambar: news.labsatu.com
in

Para Ilmuwan Ingin Selamatkan Kepunahan Pohon Coklat dengan Teknik CRISPR

UGET UGET – Pohon coklat tumbuh subur di Yogyakarta. Salah duanya banyak ditemui di dataran tinggi Gunungkidul dan Kulonprogo. Namun percayakah kamu bahwa cokelat terancam punah pada tahun 2050 nanti? Lalu hal apa yang telah diupayakan dalam menghadapi hal ini?

Para ilmuwan menanggapi serius hal ini, mengingat perubahan iklim terjadi sangat drastis akhir-akhir ini. Mulanya panas langsung mendadak dingin dan hujan deras, tidak menentu. Dilansir nationalgeographic.co.id, para ilmuwan memprediksikan kelangkaan tersebut terutama lantaran kelembapan udara yang berkurang dan juga kenaikan suhu. Apalagi isu pemanasan global juga santer diberitakan.

Disebutkan dalam National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Februari 2016 lalu, bahwa pohon kakao hanya bisa tumbuh pada suhu 20 derajat, yakni di utara dan selatan khatulistiwa. Selain itu, pohon kakao juga membutuhkan kelembapan yang tinggi, hujan lebat, tanah yang kaya nitrogen, dan suhu yang stabil untuk berkembang.

Masih dilansir nationalgeographic.co.id, karena itu para ilmuwan memprediksi kenaikan suhu dan kelembapan di masa depan akan memengaruhi tiga negara yang aktif memproduksi kakao, antara lain Pantai Gading, Ghana, dan Indonesia.

Sedikitnya potensi wilayah tumbuhnya tanaman cokelat tentu menjadi keprihatinan. Padahal aneka produk dan khasiat cokelat telah banyak digandrungi masyarakat luas.

Dari prediksi tersebut, para ilmuwan rupanya telah mengambil ancang-ancang untuk menyelamatkan cokelat menggunakan teknologi CRISPR (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats).

Seperti tulisan saya sebelumnya, teknik CRISPR ini digunakan untuk merekayasa kode genetik. Seperti kita tahu, pengeditan gen sejauh ini telah digunakan untuk menciptakan bayi, memberantas penyakit, hingga mengembalikan spesies yang sudah punah. Nah kali ini para ilmuwan ingin mencegak kepunahan dengan teknik ini.

Tindakan ini dilakukan oleh para ilmuwan dari University of California, Barkeley, berkolaborasi dengan perusahaan pangan global Mars. Keduanya ingin menciptakan tanaman cokelat yang dapat bertahan dalam suhu lebih hangat dan dalam kondisi lebih kering.

Nantinya DNA tanaman akan dimodifikasi agar dapat tumbuh meski pada ketinggian yang berbeda. Mau di dataran tinggi maupun rendah, tanaman cokelat bisa tumbuh. Selain itu, tanaman cokelat hasil CRISPR juga akan dibuat lebih tahan hama dan serangan penyakit. Tentunya teknik ini dipilih untuk menanggapi situasi sulit dan besarnya tantangan bercocok tanam cokelat.

Wah kalau begini, jelas akan menguntungkan petani ya. Ongkos produksi cokelat pun dapat ditekan serendah-rendahnya. Para petani juga semakin berani menanam cokelat karena risiko yang ditimbulkan juga semakin kecil, bahkan tidak ada.

Iklim dan kondisi tanah di negara yang dirasa kurang cocok untuk mengembangbiakkan cokelat juga tak perlu lagi berkecil hati. Dengan teknik CRISPR ini, nantinya sebuah negara tidak lagi tergantung pada perjanjian impor cokelat dari negara lain. Jelaslah masing-masing negara menjadi lebih mandiri sebab bisa menanam cokelat sendiri di wilayahnya.

Diversifikasi produk cokelat juga semakin bisa ditonjolkan. Setiap negara dengan kreativitasnya masing-masing bisa mengolah cokelat menjadi aneka panganan/produk baru. Tentunya ini akan memberikan pendapatan lebih bagi suatu negara. Wah jadi tidak sabar menunggu perkembangan selanjutnya.

Sumber gambar: news.labsatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Kebun Binatang Terbesar di Tiongkok Kenalkan Teknologi Virtual Reality Untuk Mudahkan Interaksi dengan Hewan

Kebun Binatang Terbesar di Tiongkok Kenalkan Teknologi Virtual Reality Untuk Mudahkan Interaksi dengan Hewan

Barbie Kenalkan Kasih Sayang Ibu Melalui Versi Barbie Hamil

Barbie Kenalkan Kasih Sayang Ibu Melalui Versi Barbie Hamil