Pil Digital Abilify Mycite Titik Terang Dunia Medis Pantau Rutinitas Minum Obat
Sumber gambar: majalahberita855.com
in

Pil Digital Abilify Mycite Titik Terang Dunia Medis Pantau Rutinitas Minum Obat

UGET UGET – Orang sering kali lupa minum obat. Gaya dan pola hidupnya yang tidak teratur semakin memperburuk kondisinya kala sakit. Namun, dengan terobosan baru dunia medis berupa Pil Digital ‘Abilify MyCite’, semakin membantu rutinitas minum obat pasien yang kompleks, seperti jantung dan diabetes.

Perusahaan Otsuka Pharmaceutical Co Ltd Abilify membuat pil ini untuk penderita penyakit skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi. Sedangkan aplikasinya, dilansir Republika.co.id, yang berisi alat pelacak dikembangkan oleh Proteus Digital Health.

Pil digital tersebut memunyai sensor yang bisa melacak siklus minum obat pasien. Sensor tidak dilengkapi baterai atau antena, melainkan akan teraktivasi saat terkena asam lambung. Sensor tersebut terbuat dari lapisan silikon, tembaga, dan magnesium yang dapat menghasilkan muatan listrik kecil. Nah informasi atau data yang diterima sensor akan dikirim langsung ke plester khusus.

Plester tersebut berukuran kecil direkatkan di kulit pasien. Tepatnya plester ditempel di bagian tulang rusuk kiri pasien. Data pada plester tersebut akan langsung diunggah dan diakses lewat aplikasi smartphone.

Pada smartphone akan dapat diketahui informasi seperti waktu minum obat, dosisnya, pola tidur, jumlah langkah, bahkan hingga detak jantung. Dilansir liputan6.com, dalam penggunaannya, plester ini harus diganti seminggu sekali.

Pil digital yang dilengkapi dengan sensor pelacak ini kabarnya baru saja lulus uji coba Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat loh. Pil digital ini banyak dipandang sebagai sebuah langkah maju dalam hal konvergensi perawatan kesehatan dan teknologi.

Bagaimana tidak, melalui pil digital ini tubuh pasien benar-benar dipantau. Tentunya supaya obat pada pasien benar-benar bekerja. Pun sebagai cara terbaik melihat reaksi obat pada tubuh pasien. Perkembangan pemulihan kondisi pasien pun dapat terus di estimasi asalkan alat ini terus dipasang pada tubuh pasien.

Pasien yang ogah-ogahan minum obat atau memiliki pola hidup yang justru semakin memperburuk penyakitnya, dapat segera diketahui oleh dokter yang menanganinya. Sebab dokter telah memunyai database yang dihasilkan plester tersebut.

Pasien yang meminum obat secara tidak teratur dan tidak sesuai dosis, atau kurang olahraga, dan kurang tidur bisa menjadi penyebab yang mengurangi efektivitas obat. Proses penyembuhan pun akan semakin lama. Nah pasien yang tidak tertib bisa langsung ketahuan nih.

Begitu pula dengan penyakit-penyakit gangguan kecemasan seperti skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi. Seperti kita ketahui artis Indonesia Marshanda juga mengidap gangguan bipolar. Perilaku aneh dan perubahan emosi berupa video Marshanda melontarkan kata-kata kasar kepada beberapa teman yang tidak ia sukai saat sekolah.

Video tersebut sempat mencuat ke publik di tahun 2009. Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan mental ini bisa berujung pada bunuh diri, seperti yang dilakukan aktor Robin Williams dan penyanyi sekaligus gitaris band Nirvana Kurt Cobain.

Penyakit-penyakit tersebut membutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dengan rutin meminum obat. Pasien mungkin tidak merasa sakit sehingga kesadaran untuk meminum obat juga rendah. Setidaknya inovasi pil digital Abilify MyCite ini dapat mengarahkan kita pada titik terang dunia medis.

Sumber gambar: majalahberita855.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pernikahan Idaman Waktu yang Tepat, Bukan Cepat, Tak Juga Terlambat

Pernikahan Idaman: Waktu yang Tepat, Bukan Cepat, Tak Juga Terlambat

Pasar Keroncong 2017, Tunjukkan Keroncong Sebagai Musik yang Fleksibel, Terbuka, dan Kekinian

Pasar Keroncong 2017, Tunjukkan Keroncong Sebagai Musik yang Fleksibel, Terbuka, dan Kekinian