Pi tentang Pencarian dan Keangkuhan
Sumber gambar: YouTube.com
in

Pi tentang Pencarian dan Keangkuhan

UGET UGET – Dalam paham Yahudi, terdapat suatu penegasan bahwa Tuhan tidak memiliki nama dan disebut sebagai Dia Yang Tinggal Di Balik Awan Cahaya. Dan hal inilah yang membuat sebagian orang-orang penganut paham Yahudi berkeinginan keras untuk mampu menguak misteri dari misteri nama Tuhan. Meski di beberapa bagian dari Alkitab kaum Yahudi dijelaskan tentang nama Tuhan yang dapat disebut Yahweh, Yaldabaoth. Saklas, Sofia dan lain-lain.

Film garapan sutradara Darren Aronofsky ini, menjelaskan tentang pencarian sesungguhnya dari penjabaran nilai Pi(π) oleh matematikawan Maximillion Cohen (Sean Gullebe). Namun pada akhirnya, ketika Max mampu menjabarkan secara tidak sengaja nilai Pi yang selama ini dicari. Tidak hanya penjabaran yang ditemukan. Namun rahasia alam semesta dan juga rahasia untuk meruntuhkan ekonomi global. Hingga membuat Max mengadu nyawa untuk mempertahankan penjabaran yang telah ditemukannya.

Dunia Max adalah hitam putih, dengan kabel-kabel yang berkelindan memenuhi ruangan. Beserta layar-layar besar dan kecil berisi angka untuk. Entah angka hasil hitungannya, atau angka yang menunjukkan nilai saham dari perusahaan-perusahaan secara online dan update.

Dan penjelasan tentang kehitam-putihan dunianya telah terjelaskan sendiri melalui monolog Max yang selalu diulang. Dimana ia melakukan seperti apa yang diperintahkan ibunya. Untuk menutup mata dari matahari. Dan membiarkan gelap menyelimuti diri. Dan itulah kamar sekaligus tempat Max tinggal. Dan itu pula yang menjadi sorot tempat hampir sebagian besar adegan diambil.

Aronofsky memulai konflik yang berlanjut dari awal sampai akhir secara datar. Tanpa percabangan konflik maupun situasi lain yang menyebabkan fokus cerita agak goyah. Di sinilah keunggulan yang benar-benar kuat dari film ini. Dan disertai keanehan ketika perkenalan konflik. Dimana konflik dijelaskan melalui perbincangan ringan diantara dua matematikawan, Maximilian Cohen dan Sol Robinson (Max Margolis).

Namun teramat sangat disayangkan, ketika fokus cerita yang telah kokoh. Tidak didukung oleh pengambilan gambar yang terlalu penuh. Dimana hampir seluruh pengambilan gambar menggunakan medium shot. Dan juga, coloring gambar yang terlalu gelap namun dengan dialog yang berbobot. Hal ini menyebabkan mata yang cepat lelah ketika melihat gambar-gambar besar sambil mendengarkan dialog berbobot.

Namun keseluruhan, Darren Aronofsky telah berhasil menyampaikan gagasan yang kuat dalam cerita. Tentang peranan angka, eksistensi Tuhan, dan kapitalisme global.

Sumber gambar: YouTube.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Petani Menyejahterakan, Petani Disejahterakan

Petani Menyejahterakan, Petani Disejahterakan

Fotografi dan Perlawanan

Fotografi dan Perlawanan