Phytagoras dan Paham Matematikanya
Sumber gambar: matematikaakuntansi.blogspot.com
in

Phytagoras dan Paham Matematikanya

UGETUGETPhytagoras lahir sekitar tahun 570 Sebelum Masehi, di Pulau Samos, di daerah Ionia. Ia adalah filsuf Yunani yang tersohor dengan paham matematikanya.

Ia dikenal sebagai bapak bilangan lewat teoremanya. Ia pun memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 Sebelum Masehi. Ia pun dikenal sebagai pendiri sekolah filsafat yang mampu bertahan hingga 200 tahun lamanya.

Patung Phytagoras
Sumber gambar: wikipedia.org (Patung Phytagoras).

Sesudah berkelana untuk mencari ilmu, Phytagoras kembali ke Samos dan melanjutkan pencarian filsafatnya serta jadi guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos.

Sekitar tahun 530 SM, sebab tidak sejalan dengan pemerintahan tirani Polycartes, ia pindah ke kota Crotona, sebuah koloni Yunani di Italia Selatan. Di kota itu, ia mendirikan sekolah filsafat yang menerima murid tanpa membedakan jenis kelamin. Sekolah itu pun kian besar dan jadi terkenal.

Bahkan dari sekolahnya itu ia juga menemukan jodohnya. Ia menikah dengan salah satu murid perempuannya. Ia juga mendirikan sebuah tarekat agama (madzhab) yang lantas para pengikutnya disebut sebagai kaum Phytagorean.

Madzhab Phytagorean menganggap filsafat dan ilmu pengetahuan sebagai jalan hidup dan sarana agar tiap orang menjadi suci.

Berkembangnya Aliran

Di waktu selanjutnya, pengikut Phytagoras berkembang jadi dua aliran. Aliran pertama disebut akusmatikoi (berasal dari kata akusma, yang bermakna apa yang didengar; peraturan). Pengikut aliran ini mengindahkan penyucian dengan menaati seluruh peraturan secara seksama.

Sementara itu,aliran kedua disebut mathematikoi (berasal dari kata mathesis, yang berarti ilmu pengetahuan). Pengikut ini mengutamakan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pasti.

Phytagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berkaitan dengan matematika, dan merasakan bahwa segalanya dapat diperkirakan serta diukur dalam siklus beritme.

Makanya mereka yakin dengan keindahan matematika yang dapat merekam segala fenomena alam sehingga dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan.

Setelah mendirikan sekolah filsafat, ia pergi ke Delos pada tahun 513 SM untuk menolong Pherecydes (penolong sekaligus gurunya) dan menetap di sana sampai meninggal pada tahun 475 SM.

Sepeninggalnya dari Croton, sekolah filsafat yang ia dirikan berjalan terantuk-antuk dan banyak terjadi konflik di dalamnya, tapi dapat terus bertahan hingga 500 SM sebelum berakhir jadi alat kepentingan politik.

Lukisan Phytagoras
Sumber gambar: matematikaakuntansi.blogspot.com (Lukisan Phytagoras).

Gimana, gaes, mengenai Mbah Phytagoras ini, apakah tertarik dengan pemikiran ilmunya yang berupa matematika?

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Membaca Kans Juara Sekaligus Kans Degadrasi Liga 1

Membaca Kans Juara Sekaligus Kans Degadrasi Liga 1

Hal Penting Saat Travelling Bersama Bayi

Hal Penting Saat Travelling Bersama Bayi