in

CN-235 Tetuko: Pesawat Pribumi Pertama

Sumber gambar: en.wikipedia.org

UGETUGET – CN-235 Tetuko merupakan pesawat buatan Indonesia pertama yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia atau PT DI yang lahir karena situasi kepepet.

Saat itu sekitar tahun 80-an akhir. Pada waktu itu, Indonesia terkenal embargo militer dari Amerika Serikat. Padahal, banyak mesin perang Indonesia yang merupakan buatan Amerika Serikat. Antara lain adalah Fighting Falcon F-16, pesawat tempur supersonik yang sangat canggih.

Karena ada embargo itu, maka suku cadang menjadi sulit. Tentu saja membeli dari pasar gelap tidak bisa dilakukan. Kemudian, pihak militer Indonesia berinisiatif untuk membangun industri persenjataan sendiri yang menghasilkan antara lain PT Pindad.

Untuk bidang dirgantara, dengan dibantu oleh BJ Habibie, dibentuk PT IPTN, singkatan dari Industri Pesawat Terbang Nusantara, lalu diganti namanya menjadi PT Dirgantara Indonesia atau sering disebut PT DI.

Habibie adalah seorang jenius di bidang penerbangan, jadi tidak heran jika PT Dirgantara Indonesia bisa membangun pesawat sendiri dengan bekerja sama dengan perusahaan penerbangan CASA dari Spanyol.

CN-235 sebagai pesawat buatan Indonesia pertama dibangun dengan teknologi penerbangan yang memenuhi standar dunia. Misalnya, digunakan mesin GE untuk memutar baling-baling ganda yang ada di sayapnya — masing-masing satu mesin di setiap sisi sayap.

Pesawat ini memang bukan pesawat tempur. Dia termasuk kategori pesawat angkut militer yang juga cocok digunakan untuk pengintaian dan patroli laut. Karena itu, desainnya juga cenderung tampak gendut. Dia dirancang untuk mengangkut barang-barang kebutuhan pasukan, seperti bahan makanan amunisi, personel, dan sebagainya.

Karena itu juga, bagian ekornya lebih ramping dan mesinnya terpasang di bagian sayap yang terletak di bagian atas badan utama pesawat. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang yang lebih luas di bagian samping dan belakang. Pasalnya, ruang lebih luas ini bisa lebih leluasa untuk pergerakan barang yang diangkut.

Tidak heran jika CN 235 diminati oleh banyak negara lain. Pesawat ini sudah diekspor ke beberapa negara, antara lain Nigeria dan Turki. Bahkan, Tetuko dianggap sebagai alternatif yang lebih murah dan masuk akal tapi tetap dapat diandalkan daripada pesawat angkut besar seperti Lockheed C-130 Hercules.

Karena kemampuan dan kapasitasnya itu, PT Dirgantara Indonesia juga membuat versi sipil pesawat ini. Ada beberapa maskapai yang pernah menggunakan Tetuko versi sipil, misalnya Merpati Air.

Pesawat ini menarik bukan hanya dari segi teknis tetapi juga dari filosofi yang melandasinya. Tetuko adalah nama kecil Gatotkaca, yaitu tokoh wayang yang dikenal bisa terbang. Dia adalah putra Bima atau Werkudara. Saat masih bayi, Tetuko diterjunkan ke dalam kawah Candradimuka. Akibatnya, dia menjadi sangat kuat. Idiom yang sering digunakan untuk merujuk Tetuko atau Gatotkaca adalah otot kawat tulang besi.

Mungkin penamaan ini disebabkan oleh kegemaran masyarakat Jawa kepada wayang. Dengan menggunakan nama Tetuko, maka asosiasi orang akan langsung terkait dengan Gatotkaca yang bisa terbang itu.

Tetuko adalah sebuah kebanggaan dirgantara Indonesia. Tetapi konteks zaman saat ia diciptakan juga membuat kita teringat pada praktik militaristik yang dilakukan oleh Orde Baru untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam negeri. Bahkan, pada awal Reformasi pun, praktik seperti itu dituduh masih digunakan. Sehingga, panglima TNI waktu itu, yaitu Wiranto, sampai kini dilarang menginjakkan kaki di Amerika Serikat.

Walaupun demikian, kita tetap harus berbangga dengan penciptaan pesawat buatan Indonesia pertama ini. Apalagi, belakangan ini kita semakin kreatif dalam hal teknis yang terkait dengan alat transportasi. Misalnya, kita pernah membuat mobil Esemka.

Yang terpenting sebenarnya adalah bahwa kita mampu berdikari, mampu menciptakan sesuatu yang kita butuhkan berdasarkan kemampuan kita sendiri, tidak perlu bergantung kepada negara lain.

Sekarang tantangannya bagi PT Dirgantara Indonesia adalah apakah mampu membuat pesawat dalam kategori pesawat tempur sendiri.

Sumber gambar: en.wikipedia.org

Written by Justme Shasha

Sedang belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

ugetuget.com - buku yellow pages yang legendaris

Buku Yellow Pages: Pelajaran Bagi Pebisnis

uget uget - mat solar bajaj bajuri

Lawakan Mat Solar Bajaj Bajuri: Jadul dan Sederhana