Persembahan Terakhir untuk Davide Astori Doa dan Cinta Kami Mengiringimu
Sumber gambar: en.azvision.az
in

Persembahan Terakhir untuk Davide Astori: Doa dan Cinta Kami Mengiringimu

UGET UGET – Mengiringi kepergian Davide Astori, persembahan kata-kata yang tertulis karena luka kehilangannya.

Selalu berat untuk melepaskan seseorang yang pernah menjadi bagian dari kita. Seseorang yang setidaknya sempat menghibur kita. Sempat ditatap apalagi akrab dengan lisan dan pendengaran. Meski tidak selalu bersua, tapi dia pernah singgah. Dan kini, dia justru pergi dengan begitu mudah.

Ternyata, tidurnya tidak mengantarkan dia pada pagi. Tidak membuatnya bangun lagi. Tetapi justru membawanya kembali pada Tuhannya. Tanpa tanda, dia pergi begitu saja. Padahal rekannya sudah menunggunya untuk sarapan. Namun pagi itu dia tidak datang. Tidak akan datang.

Orang-orang yang peduli padanya memang mencari. Dan kenyataan pahit lah yang menjadi jawabannya. Saat itu dia telah menghilang. Jauh, dan tidak akan kembali. Raganya kosong, tanpa jiwa yang selama ini membuatnya ada di dunia. Dia meninggalkan kita.

Publik sepak bola terperajat. Ribut, kalut, dalam sebuah kesedihan yang membalut. Ada bagian dari mereka yang hilang. Ada bagian dari mereka yang pergi. Davide Astori tak ada lagi.

Siapa sangka? Usia 31 tahun ternyata adalah usia terakhirnya. Memang tidak ada yang bisa membaca misteri kematian. Tidak pula ada yang bisa menerka bagaimana dan kapan datangnya. Dan, inilah takdirnya.

Jangan kalian tanya berapa ribu orang yang terluka. Jangan pula sibuk menghitung berapa juta orang yang mengucapkan selamat jalan kepadanya. Duka sepak bola ini mendunia. Dia telah menjadi bagian dari banyak orang. Baik mereka yang mengenal secara pribadi, ataupun para suporter yang ikut mengasihi.

Dia memang layak diberi cinta. Kepergiannya memang pantas menjadi alasan ditundanya liga di Italia. Dia sudah mengambil perhatian kami. Menghadirkan duka lewat kepergiannya yang tiba-tiba.

Davide Astori. Lupakan segala hal buruk tentangnya yang memang hampir tidak ada. Hantarkan ia ke tempat terakhir di dunia dengan cinta dan doa. Mau tidak mau kita harus merelakannya pergi. Meski kita tidak memiliki alasan untuk menghapusnya dari memori.

Selamat jalan, Davide Astori. Terima kasih telah menjadi bagian dari kami di sepak bola. Terima kasih untuk segalanya.

Semoga keluarga dan orang-orang terdekat yang ditinggalkan diberikan kekuatan lebih oleh Tuhan.

Sumber gambar: en.azvision.az

https://www.youtube.com/watch?v=K9h32hCYFRc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kemasan Makanan Berbahan Styrofoam, Amankah?

Kemasan Makanan Berbahan Styrofoam, Amankah?

Tips Barang-Barang yang Perlu Dibawa Saat Menstruasi

Tips Barang-Barang yang Perlu Dibawa Saat Menstruasi