Mengenal Permainan Sudoku, Permainan Teka-Teki dari Negeri Sakura
Sumber gambar: blj.co.id
in

Mengenal Permainan Sudoku, Permainan Teka-Teki dari Negeri Sakura

UGET-UGET | Berbicara soal Jepang atau dikenal sebagai Negeri Sakura, selalu saja banyak hal yang menarik. Misalnya mulai dari tata krama orang Jepang yang bagus, teknologi Jepang yang bagus, hingga pada permainan uniknya. Salah satunya adalah permainan sudoku.

Saya rasa semua orang tentu saja membutuhkan sebuah hiburan. Apalagi jika sudah melakukan aktivitas sehari-hari yang menguras tenaga serta pikiran, tentu akan menimbulkan rasa penat yang luar biasa. Jenis hiburan yang dilakukan tiap orang pun berbeda. Ada yang dengan menonton televisi, berolahraga, hingga bermain game.

Bermain game adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukan banyak orang ketika sedang penat dan butuh hiburan. Tidak hanya game yang menghibur saja, game yang mengasah otak pun juga bisa menjadi pilihan. Rasa sulit untuk menyelesaikan game tersebut rasanya bikin gemas dan dengan hal itulah kita bisa terhibur. Salah satu game untuk mengasah otak adalah permainan teka-teki.

Permainan teka-teki yang umumnya dikenal masyarakat adalah teka-teki silang (TTS), yaitu berupa permainan kata dan biasanya identik dengan kotak-kotak yang berwarna hitam dan putih sebagai tempat untuk menuliskan jawaban.

Perkembangan TTS tidak lepas dari Arthur Wynne, seorang penemu sekaligus bapak TTS. Karya perdana Arthur Wynne terbit pada tahun 1913. Saking suksesnya, TTS tersebut dibukukan dan diterbitkan oleh Simon dan Schuster pada tahun 1924. Pada saat itu TTS telah meluas sampai ke Inggris dan New York Times mulai menerbitkannya pada tahun 1930 (Kriswanda & Damayanti, 2016).

Tidak hanya meluas sampai ke Inggris, permainan teka-teki juga sampai ke Negeri Sakura. Tidak seperti permainan teka-teki yang berupa permainan kata, permainan teka-teki ini berupa permainan angka. Permainan tersebut dikenal dengan nama Sudoku.

Mengenal Permainan Sudoku, Permainan Teka-Teki dari Negeri Sakura
Sumber gambar: blj.co.id

TEKA-TEKI JEPANG: PERMAINAN SUDOKU

Permainan Sudoku diciptakan oleh Howard Garns pada tahun 1979. Permainan teka-teki angka ini lahir dari adanya konsep “Latin Square” yang diciptakan oleh Leonhard Euler pada abad ke-18. Konsep ini merupakan konsep dimana setiap angka muncul satu kali dalam baris maupun kolom.

Permainan Sudoku mulai dikenal di Jepang ketika permainan ini dimuat di majalah bulanan Nikoli yang dimiliki oleh Mr. Maki Kaji pada tahun 1984. Sebelumnya, permainan ini dikenal dengan nama Suuji wa Dokushin ni Kagiru, yang kemudian disingkat menjadi Su-Doku.

Perkembangan Sudoku tidak hanya tertuang dalam media cetak saja. Selanjutnya dengan perkembangan era digital, permainan Sudoku ini dikembangkan dalam bentuk software oleh Wayne Gould.

Meskipun berisi kotak-kotak kosong yang sama seperti teka-teki silang pada umumnya, tetapi ada perbedaan tampilan dalam permainan ini. Tampilan Sudoku berupa kotak-kotak yang terdiri dari 9 baris dan 9 kolom atau berukuran 9 x 9 yang selanjutnya kotak tersebut dibagi menjadi 9 kotak kecil dengan ukuran 3 x 3.

Dalam permainan sudoku ini tiap peserta atau pengisi diminta untuk mengisi kotak-kotak yang kosong dengan angka 1 hingga 9. Meskipun hanya mengisi kotak-kotak kosong dengan angka, tetapi tidak semudah itu. Peserta atau pengisi tidak diperbolehkan untuk mengisi angka yang sama dalam kolom maupun baris, artinya satu angka hanya muncul satu kali. Cukup sulit bukan?

Terlepas dari sulitnya memecahkan teka-teki angka pada permainan ini, tetapi nyatanya permainan ini terbukti dapat meningkatkan kinerja otak, lho. Dilansir dari laman Detik Health bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan di St Michael’s Hospital di Toronto, Kanada, menemukan bukti bahwa dengan bermain yang mengharuskan kita untuk berpikir seperti dengan mengisi sudoku atau teka-teki silang dapat memberikan manfaat untuk kesehatan otak.

Jadi kamu tak usah bingung lagi ketika sedang penat cobalah bermain Sudoku atau teka-teki silang. Meskipun terasa sulit, namun sensasi yang didapat akan membuat kita ketagihan dan akan berdampak baik bagi otak.

Sumber:

Business Lounge Journal

Detik Health

Kriswanda, K.I; Damayanti, M.I. 2016. Asah Otak dengan Teka-Teki Silang Rohani dan Umum. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Membanggakan! Siswa Madrasah Ini Menjadi Juara Lomba Robotik Internasional

Membanggakan! Siswa Madrasah Ini Menjadi Juara Lomba Robotik Internasional

Mahasiswi Asal Malang Tewas Tenggelam di Danau Trebgast, Jerman

Mahasiswi Asal Malang Tewas Tenggelam di Danau Trebgast, Jerman