Faktanya, Perempuan Lebih Bahagia Melajang
Sumber gambar: www.shopback.co.id
in

Faktanya, Perempuan Lebih Bahagia Melajang

UGET UGET – Selama ini kita beranggapan bahwa perempuan lebih memikirkan untuk segera mengakhiri masa lajang. Hal ini berasal dari anggapan bahwa masa produktif perempuan lebih pendek dibanding laki-laki. Jika laki-laki masih produktif hingga tua, perempuan melahirkan di usia 40 tahun sudah sangat rentan resiko.

Namun ternyata anggapan tersebut tidak melihat perbedaan karakter laki-laki dan perempuan dalam memaknai hubungan. Laki-laki lebih sering hidup dalam mimpi dan angan-angan yang meninggi, sementara perempuan memilih untuk lebih pragmatis dalam melihat kehidupan.

Dalam hal berumah tangga, laki-laki cenderung memikirkan hal-hal yang indah mulai dari memiliki rumah tangga sederhana dengan beberapa bayi mungil. Sementara perempuan memandang, bahwa menjalani kehidupan rumah tangga tidak lain sebagai bertambahnya kesibukan dan tugas hidup yang lain.

Bagi perempuan, hubungan percintaan sama saja dengan menambah pekerjaan. Mereka berpikiran, hubungan akan menguras tenaga dan usaha yang seharusnya bisa mereka alokasikan untuk bersantai.

Fakta ini dibuktikan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah firma dagang kenamaan dunia, Mintel, terhadap warga usia produktif di lima kota di Inggris, yaitu London, Liverpool, Manchester, Brimingham, dan Edinburgh.

Mereka merangkumkan hasil penelitian, bahwa sebanyak 75 persen wanita lajang belum secara aktif mencari pasangan, serta merencanakan pernikahan. Berbanding terbalik dengan laki-laki, yang sebanyak 70 persen merasa gundah gulana jika berlama-lama melajang. Sebanyak 60 persen perempuan lebih bahagia menjalani masa lajangnya, sementara laki-laki lebih sibuk untuk mencari pasangan hidup.

Hal ini didasari karena peningkatan jumlah pekerja kaum perempuan. Bagi para pekerja itu, semua dipikirkan sebagai beban. Menikah pun beban, apalagi memiliki anak dan mengurus hal-hal remeh temeh di dalam rumah seperti memasak dan mencuci.

Berbeda dengan perempuan yang berada di desa, yang umumnya masih memiliki pemikiran tradisional. Bahwa pekerjaan utama perempuan adalah melahirkan dan membesarkan anak, serta memastikan segala kebutuhan suami yang bekerja di luar rumah terjamin setelah kembali ke rumah.

Faktanya, memang lebih banyak perempuan di kota dengan pemikiran yang feminis, lebih banyak melajang dibandingkan dengan perempuan di desa.

Maka bagi kaum laki-laki, setidaknya memikirkan hal ini secara mendalam sebelum memilih wanita pujaan hati.

Sumber gambar: www.shopback.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Schadenfreude Sebutan Buat Temanmu yang Suka Tertawa di Atas Penderitaan Orang Lain

Schadenfreude: Sebutan Buat Temanmu yang Suka Tertawa di Atas Penderitaan Orang Lain

Obat Generik Ini Ampuh Untuk Menyembuhkan Radang Tenggorokan

Obat Generik Ini Ampuh Untuk Menyembuhkan Radang Tenggorokan