Pepatah Jawa Jer Basuki Mawa Beya Memang Benar Adanya
Sumber gambar: www.nation.co.ke
in

Pepatah Jawa “Jer Basuki Mawa Beya” Memang Benar Adanya

UGET UGET Sering mendengar pepatah Jawa “Jer Basuki Mawa Beya”? Sepertinya memang pepatah itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pepatah agung itu memang sudah diakui kebenarannya.

Jer Basuki Mawa Beya sering dimaknai “untuk mencapai kebahagiaan diperlukan pengorbanan”. Meskipun dalam pepatah itu digunakan adalah kata “beya” yang berarti “biaya” dan identik dengan uang, namun sejatinya maknanya bukan sesempit itu saja.

Biaya di sini bisa kita maknai sebagai sesuatu yang harus dibayarkan untuk mencapai sebuah kebahagiaan. Sesuatu itu dapat berupa pikiran, tenaga, waktu, uang, dan pengobanan lainnya.

Dari situ sudah jelas bisa dilihat bahwa memang untuk mencapai kebahagiaan itu memerlukan pengorbanan. Kita ingat saja cerita orang-orang yang sukses, pasti mereka selalu mengatakan bahwa untuk mencapai itu, kita harus kerja keras.

Kebahagiaan juga membutuhkan pengorbanan berupa pikiran. Bahkan pikiran itu bisa jadi faktor besar penentu kebahagiaan. Bukan hanya sekadar berpikir saat bekerja hingga menghasilkan kesuksesan dan bahagia, tapi lebih dari itu. Pikiran yang tenang membantu kita untuk merasakan kebahagiaan, dan terkadang untuk menuju bahagian, kita juga perlu berpikir.

Meski sejuta orang sering berkata bahagia itu sederhana, namun faktanya bahagia itu memang harus kita ciptakan, bukan?

Sederhananya saja, kita tentu memiliki mimpi di hidup ini, mimpi itu merupakan bagian dari kebahagiaan kita, untuk itu kita harus meraihnya. Untuk meraih mimpi, butuh pengorbanan juga, kan?

Contoh konkrit dan simple-nya begini, di era komunikasi digital ini tentu kita akrab dengan yang namanya handphone, smartphone, dan lain sebagainya.

Itu memudahkan kita untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain yang mungkin saja jauh dari kita. Bisa saja itu orang tua, keluarga, teman, atau mungkin kekasih. Untuk dapat berkomunikasi dengan mereka yang bisa membuatmu bahagia juga butuh pulsa atau kuota, bukan?

Bahkan untuk menyenangkan hati doi kita juga butuh pengorbanan. Misalnya saja mengorbankan waktu dan tenaga untuk menemani dia belanja atau jalan-jalan. Mengorbankan uang juga untuk membelikannya bunga atau es krim. Untuk apa? Hanya untuk mencapai kata bahagia.

So, tidak diragukan lagi, leluhur kita memang sudah sangat tepat menghadirkan pepatah Jawa ini di hidup kita. Setidaknya itu bisa menjadi pengingat sekaligus penyemangat untuk kita dalam meraih kebahagiaan. Dalam hal apapun itu.

Perlu kita yakini bahwa segala sesuatunya memang memerlukan pengorbanan. So, semangat berjuang dan berkorban untuk meraih kebahagiaan, kawan.

Sumber gambar: www.nation.co.ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Deklarasi Tetap Cinta sampai Kreasi Lagu Jaran Goyang Ala Fans Milan yang Tersakiti

Deklarasi Tetap Cinta sampai Kreasi Lagu Jaran Goyang Ala Fans Milan yang Tersakiti

Go-Jek Jadi Inspirasi Chaterine Coyne Dalam Ajang National Australia Indonesia Language Awards (NAILA) 2017

Go-Jek Jadi Inspirasi Chaterine Coyne Dalam Ajang National Australia Indonesia Language Awards (NAILA) 2017