Penyikapan Personal Atas Harmoni Dan Nuansa
Sumber gambar: frenchculture.org
in

Penyikapan Personal Atas Harmoni Dan Nuansa

UGET UGET | Ketika membahas musik, maka tidak bisa lepas dari yang namanya harmoni dan nuansa. Penyikapan atas harmoni dan nuansa secara personalpun berbeda-beda.

Ada beberapa orang menyikapi harmoni dengan gerakan tubuh. Ada yang menyikapi dengan tidur-tiduran. Bahkan ada yang menyikapi sambil merenung tentang problematika kehidupan. Sebenarnya dalam harmoni terdapat ritme dan tempo, tapi karena bukan judulnya jadi saya malas membahas tentang ritme dan tempo, hehe.

Tidak enak kiranya apabila membahas harmoni tidak tahu etimologinya terlebih dahulu. Mungkin karena basic saya adalah linguistik, jadi akan lebih srek bila memulainya secara linguistis.

Kata harmoni sebenarnya dari bahasa Yunani yaitu Harmonia yang berarti terikat secara serasi atau sesuai. Yah mungkin kalau dalam karawitan bisa dikatakan pandom dalam memainkan musik.

Saya tidak akan menjelaskan harmoni dan nuansa karena kalian bisa mencari sendiri di wikipedia, jadi saya hanya akan merefleksikan harmoni dan nuansa menurut pengalaman saya. Jadi tulisan ini empiris.

Saat kalian mengerjakan skripsi, memakai motor, mengobrol, beribadah, bahkan bernafas dan berak, merupakan harmoni secara universal atau menyeluruh.  Karena pada saat mengerjakan skripsi pasti akan ada namanya keserasian teori dengan analisa data yang sesuai dengan bidangnya. Itu juga termasuk harmoni.

Bahkan saat kalian bernafas juga ada keserasian antara detak jantung dengan paru-paru. Apabila di dalam musik, harmoni merupakan ciri khas yang membedakan musik satu dengan lainnya yang sekarang lebih dikenal dengan istilah genre.

Saya sedikit agak tertawa saat menganalisa anatomi tubuh yang dihubungkan dengan harmoni. Sekarang coba bayangkan saja sistem kerja jantung yang selalu berdetak tanpa henti bahkan ketika kita tidur. Bagi saya itu adalah harmoni secara mikrokosmos.

Bahkan  beberapa penelitian yang entah mau diteliti atau sudah diteliti mengatakan bahwa drummer yang bagus adalah yang mengikuti ritme jantung dan ritme paru-paru. Tapi kevalidan omongan saya ini tidak bisa dikatakan benar karena saya cuman merefleksikan apa yang saya pahami tentang harmoni.

harmoni dan nuansa
Sumber gambar: bluesjazzpiano.com

Nuansa mungkin tidak jauh dari perasaan ketika mendengarkan musik. Tapi setelah penulis mencari arti katanya dalam KBBI, dituliskan bahwa nuansa ialah variasi atau perbedaaan yang sangat halus dan kecil.

Entah mana yang benar, secara KBBI atau secara pengalaman saya sendiri. Tapi bisa saja ada pergeseran makna dari nuansa, dimana hal itu sering terjadi di Indonesia.

Positifnya ini bisa menjadi dialektika bagi pembaca. Tapi saya tidak akan membahas itu, karena yang saya tulis ini merupakan reflesksi dari pengalaman pribadi, benar dan salah dikembalikan kepada pembaca.

Dalam praktiknya, nuansa mungkin lebih kepada hasil dari kerja harmoni. Jadi bila dianalogikan harmoni adalah mesin motor dan ketika motor berjalan itulah nuansa.

Saya merasa tidak enak bila tidak menjelaskan tentang dimensi-dimensi harmoni dan nuansa. Sebenarnya apabila dihubungkan dengan dimensi sosial, ekonomi, budaya, maka telah terjadi pemerkosaan secara sepihak sehingga tidak layak untuk dimasukkan dalam dimensi-dimensi di atas.

Mungin yang cocok dengan harmoni dan nuansa ialah dimensi mikrokosmos dan makrokosmos, karena harmoni dan nuansa melingkupi dua dimensi tersebut. Secara makro harmoni dan nuansa bisa dikatakan seperti sistem kerja ‘alam’, seperti iklim, cuaca, bencana alam, pagi, malam, siang. Sedangkan untuk mikrokosmos sepert musik, khususnya genre musik.

Sekarang kalian coba bayangkan dengan posisi dimana kalian sebagai penikmat harmoni dan nuansa secara mikrokosmos maupun makrokosmos. Bayangkan secara musikal saja, bagaimana perasaan kalian ketika mendengarkan musik dead metal, pop, dangdut, melow, orkestra, jazz, rebbana, dan tembang.

Coba kalian membuat satu folder musik yang berisi satu lagu dangdut, terus melow, terus metal, terus pop, terus orkestra, terus jazz, terus rebana, dan terakhir tembang. Dengarkan dan rasakan apakah ada perubahan rasa dan sikap ketika mendengarkan dangdut terus pindah ke melow dan seterusnya.

Apabila kalian merasakan fase tersebut berarti kalian merasakan harmoni dalam setiap musik tadi. Apabila tidak, berarti kalian baru mencoba hal seperti itu untuk pertama kali atau kurang peka terhadap musik.

Apabila sudah merasakan, mungkin akan masuk ke dalam sikap pendengar. Entah ketika mendengarkan dangdut ingin bergoyang, atau mendengarkan melow ingin sms dengan mantan atau pacar, mungkin juga jadi ingin beribadah.

Saya menekankan lagi tulisan ini hanya refleksi saya secara pribadi jadi apabila ada yang salah menurut kaidah arti bisa dimaklumi karena arti tidak jauh dari makna. Dan karena makna tidak jauh dari tafsir, dan tafsir merupakan bagian pengalaman pribadi seseorang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kantong Pemakan Serangga, Bikin Ngeri Insecta

Kantong Pemakan Serangga, Bikin Ngeri Insecta

Tengok Lagi Cara Berpakaianmu, Seragamkah?

Tengok Lagi Cara Berpakaianmu, Seragamkah?