Penyebab Anak Berperilaku Agresif
Sumber gambar: bidanku.com
in

Penyebab Anak Berperilaku Agresif

UGET UGET – Siapa yang tak bahagia melihat tumbuh kembang buah hati yang semakin hari semakin aktif dan menggembirakan. Hal ini menandakan sang anak tumbuh dalam kondisi kesehatan fisik dan mental yang sepantasnya.

Namun terkadang sifat aktif ini bisa terlampaui menjadi sifat agresif. Dalam artian, sifat aktif malah menghasilkan watak yang terus ingin menyakiti orang lain, bahkan terkadang timbul sebagai perilaku menyakiti orang lain.

Perilaku agresif bisa diartikan sebagai lonjakan amarah yang timbul begitu saja serta tidak bisa dikendalikan. Hal ini lebih banyak terjadi di usia balita sampai pra remaja, dalam hal yang paling sederhana sampai perilaku yang membahayakan orang lain. Mulai dari bagaimana sang anak cenderung marah dan meluapkan emosinya secara tak terduga ketika dia tidak suka dengan suatu makanan misalnya, ataukah bagaimana ia cenderung berperilaku negatif pada teman sebayanya.

Jika diamati secara saksama, hanya sebagian kecil anak-anak yang berperilaku agresif bawaan dari faktor biologis, sedangkan sebagian besar merupakan konstruksi keadaan yang membuatnya berperilaku demikian, entah itu dari lingkungan keluarga ataukah dari lingkungan sekitar.

Sejatinya, perilaku agresif bisa diredam, bahkan dihilangkan dari sang anak, sebab faktor utamanya hanyalah lingkungan. Semakin baik orang tua menjaga anaknya dari lingkungan yang tidak benar, maka semakin bisa pula agresifitas itu dihentikan.

Di samping itu, orang tua perlu mengetahui bagaimana konstruksi lingkungan menyebabkan sang anak berperilaku agresif, sehingga mampu mencari solusi yang baik untuk mengatasi masalah ini.

1. Faktor Biologis

Faktor biologis menjadi bawaan sikap seorang anak. Namun tetap bisa diredam jika tak ada tegangan dari luar diri yang berusaha memantiknya. Seperti misalnya tekanan darah bawaan. Seorang yang bertekanan arah tinggi akan lebih cepat menimbulkan amarahnya dibanding orang dengan tekanan darah sedang. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sebagian besar dipengaruhi oleh gen. bisa jadi gen tersebut diturunkan dari salah satu atau bahkan kedua orang tua.

Meski faktor bawaan, tetapi cara penanganannya bisa dilakukan lewat pengobatan dan perilaku keseharian. Orang tua bisa mencari obat-obatan tradisional atau modern untuk menurunkan tekanan darah sang anak. Tapi metode yang paling ampuh berasal dari orang tua sendiri. Jika Anda tahu bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi, begitu juga dengan anak, maka jangan sampai mendidiknya dengan kekerasan. Sebab hal itu bisa ditiru sang anak, lantas dipraktekkan kepada orang-orang sekitar.

2. Pengaruh orang tua

Mendidik anak perlu ketelatenan penuh. Butuh kesabaran menghadapi perilakunya yang tidak mengenal situasi dan kondisi. Bisa dibayangkan, bagaimana seorang ayah atau ibu yang sepulang kerja mendapati anaknya di rumah terus merengek atau berperilaku tidak baik lainnya.

Menghadapi situasi ini, terkadang orang tua mendahulukan karakter emosionalnya dengan memarahi atau memukul sang anak. Sikap yang tak sabar ini akan berkumpul di dalam benak sang anak dan bisa meluap kapan dan di mana saja. Sikap inilah yang kadang membuat sang anak berperilaku agresif.

Sebagai orang tua, sebisa mungkin mendidik anak dengan penuh kesabaran. Sebab anak akan mencontoh segala tindak-tanduk orang tuanya, tak peduli baik atau buruk.

3. Pengaruh lingkungan

Lingkungan dapat diartikan secara luas, yakni teman bermain di sekolah atau di sekitar rumah. Untuk situasi sekarang ditambah dengan lingkungan yang ditonton lewat televisi dan media internet. Jika sang anak terbiasa bergaul atau menonton perilaku yang tidak baik, maka hal itu juga akan membentuk karakternya yang tak baik.

Maka orang tua harus pandai dan berperan aktif dalam memilihkan sekolah, teman bermain, bahkan tontonan, yang bisa membentuk karakter anak yang baik.

Sumber gambar: bidanku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Humor Sarkasme, Tanggapi Saja dengan Tawa Sumringah

Humor Sarkasme, Tanggapi Saja dengan Tawa Sumringah

Memperbaiki Kualitas Tidurmu, Maka Kamu Tidak Perlu ke Rumah Sakit

Memperbaiki Kualitas Tidurmu, Maka Kamu Tidak Perlu ke Rumah Sakit