Pentingnya Aktif Berorganisasi sebagai Langkah untuk Meraih Masa Depan yang Lebih Baik
Sumber gambar: hidayat27tekbis.blogspot.co.id
in

Pentingnya Aktif Berorganisasi sebagai Langkah untuk Meraih Masa Depan yang Lebih Baik

UGETUGETBaru saja, saya membuka facebook dan menemukan kiriman terbaru dari teman-teman saya. Ada salah satu teman saya yang membagikan kiriman orang lain. Isi dari kiriman tersebut adalah sebuah status tentang pentingnya berorganisasi, khususnya untuk anak-anak muda. Mengapa sih kita harus aktif berorganisasi? Apakah akan menjamin masa depan menjadi lebih baik?

Akun facebook Sakon Nyakon pada tanggal 20 Mei kemarin menuliskan status yang tentunya sangat menohok bagi anak-anak muda. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk menceramahi, namun nampaknya ia sudah sangat gemas dengan orang-orang yang tidak memiliki attitude baik dan sudah bekerja di tempat teman baiknya (game developer dan agen perekrutan lainnya). Beginilah status yang ditulis oleh Sakon Nyakon.

Dear talenta” muda dimana pun Anda berada… //setel mik//

Nggak sih, nggak mau nyeramahin apa gimana. Tapi nggak dikit temen gue baik yg game developer maupun agen perekrutan lain kewalahan karena attitude yang nggak bener:
– telat deadline
– udah telat deadline, susah dikontak
– udah susah dikontak, ngilang lagi… it’s so meeh

Padahal pas interview pede banget, portonya juga mantep. Eh, pas dikontrak ngilang. Yang kena masalah siapa? Yg rekrut.

Udah buang waktu, uang, tenaga.. lebih parahnya lagi apa? Digantungin, nggak bisa bikin next move.
Mending kalau nggak sanggup bisa bilang di awal, biar nggak ngarep dan bisa nyari pengganti, adanya makan ati.
Jangankan project yg gede, orderan commission nominal nggak nyampe 50K juga bisa bikin ngelus dada….

Di sinilah etika kerja/work ethic main peran:
– Nggak telat deadline, oh so pasti
– Mempertahankan kualitas. kekejar sih, tapi ngedrop kualitasnya ga?
– Ngabarin progress
– Nggak bikin orang lain gelampangan cekot jantung karena tingkahnya yang tidak terduga dan selalu mendadak
– dan banyak lagi….

Dari tadi jabarin masalah terus. Solusinya gimana?

Sadar atau nggak, kita udah berlatih ngehadapin tekanan “pekerjaan” itu sejak bangku sekolah, dari kerja kelompok sampai join organisasi/ekskul.

Berdasaran pengalaman pribadi, organisasi adalah salah satu wadah penggodokan mental dan ‘soft skill’ yang paling berpengaruh.

Mulai dari staff, koordinator, sekretaris, bendahara, sampai ketua pelaksana pernah gue jabanin. Ngajar setahun penuh tiap minggu pagi ketemu adik asuh di kampus juga pernah. Dapet banyak sharing senior dari duduk-duduk ngelingkar santai sampai forum formal antar angkatan.

Nyambung sama kerjaan sekarang? Nggak.
Tapi percayalah itu semua ngaruh dan kena manfaatnya bahkan untuk hal-hal sepele.

Cara nyapa orang, cara negur orang.
Nyusun kata yang tepat (karena terlatih nulis proposal bolak-balik dicoret mulu lolololol).
Ngebagi job sesuai kapasitas tim.
Tahu posisi bicara sebagai apa.
Tetap chill, mementingkan logika ketimbang emosi.

Teruntuk kalian adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah, gue saranin teramat sangat jangan kuper.
Yang masih kuliah juga ada waktu buat masuk organisasi kampus, whatever is that, you choose.
Nggak ada yang lo suka? Gue lintas kampus, lintas angkatan, jurusan nggak nyambung, tetep join ke a certain unit di kampus lain karena pengen kenalan aja. Selow.

Nikmati masa-masa berorganisasi.
Biarkan hobi jadi sampingan dulu.
Habis lulus kalian bakal kerja sampai modar, kalem weh.

Dan sesungguhnya semua ini nggak akan repot dan panjang kalau masing-masing tahu batasan diri kesanggupannya.

Buat kalian yang tidak sempat merasakan penggamblengan mental dan soft skill di masa remaja…
harusnya sudah cukup dewasa gimana memposisikan diri untuk menyikapi kekurangan. Harusnya.

Lo bakal diterima karena skill.
Lo bakal bertahanan karena attitude.

In this industry, you are replaceable.
Me too.

Pentingnya Aktif Berorganisasi sebagai Langkah untuk Meraih Masa Depan yang Lebih Baik
Sumber gambar: hidayat27tekbis.blogspot.co.id

Seharusnya, di usia kita yang sudah dapat dikatakan dewasa ini kita harus mampu menyelesaikan masalah. Harus mampu bekerja sesuai dengan SOP-nya. Dan yang lebih penting lagi, jika pekerjaan itu berhubungan dengan soal waktu, harus mampu mengejar deadline.

Sakon Nyakon menuliskan bahwa sebenarnya kita sudah menghadapi tekanan berbagai macam pekerjaan sejak di bangku sekolah. Mulai dari adanya tugas kelompok hingga ekstrakurikuler.

Kita ambil contoh mengenai tugas kelompok pada anak kuliah. Tentunya kita harus mampu mengkoordinasi dengan teman satu kelompok untuk membagi tugas. Setiap anak punya tugas masing-masing yang harus dikumpulkan sesuai deadline yang disepakati.

Namun nampaknya masalah deadline masih kurang ditanggapi oleh teman-teman. Kalau telat mengumpulkan, yang rugi dan keteteran siapa? Tentunya mahasiswa yang bertugas untuk mengedit tugas kelompok tersebut. Apalagi harus dikumpulkan ke dosen segera mungkin.

Masalah deadline tugas kuliah saja masih kurang digubris, bagaimana ketika di lapangan pekerjaan nanti? Padahal banyak pekerjaan yang menuntut kita untuk gerak cepat, untuk mengumpulkan sebelum deadline-nya.

Selain itu, ikut ekstrakurikuler atau organisasi di kampus itu juga sangat penting sebagai bekal pengalaman nanti. Apakah aktif organisasi akan menjamin masa depan menjadi lebih baik? Tidak, bukan seperti itu maksdunya. Kita bisa mengambil dampak baiknya setelah mengikuti berbagai macam organisasi.

Saat kamu mengikuti organisasi, tentunya kamu akan mengurus berbagai keperluan, seperti rapat, mengurus acara yang akan dibuat, dan lain-lain. Kesibukan dan pengalaman saat mengikuti organisasi itu yang akan memberikan pengalaman kita.

Apakah itu akan berpengaruh pada pekerjaan? Ya, pastinya. Masalah waktu untuk mengejar deadline, kemampuan managemen membagi tugas, dan dampak lainnya akan sangat berpengaruh ketika kamu di dunia kerja nanti.

Untuk itu dapat disimpulkan apabila mengikuti organisasi itu memang dapat membuat masa depan menjadi lebih baik. Hal itu karena adanya dampak positif yang diberikan setelah mengikuti berbagai kegiatan.

Nah untuk teman-teman yang masih kurang kegiatan, alangkah baiknya untuk mulai menambah kegiatan. Yang penting kegiatan itu bersifat positif. Lakukan hal-hal positif yang kamu suka, mulai dari yang berhubungan hobimu. Nantinya pengalaman dari kegiatan yang telah kamu lakukan itu akan memberikan dampak baik untuk keberlangsungan hidupmu dalam meraih masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Akhirnya Misteri Ayam atau Telur yang Lebih Duluan Ada Bisa Terpecahkan

Akhirnya Misteri Ayam atau Telur yang Lebih Duluan Ada Bisa Terpecahkan

This is America Sedang Viral, Sudah Tau?

This is America Sedang Viral, Sudah Tau?