Pengusaha Ini Rangkul Sekelompok Preman Bekerja di Perusahaan
Sumber gambar: entrepreneurhub.id
in

Pengusaha Ini Rangkul Sekelompok Preman Bekerja di Perusahaannya

UGETUGET – Preman identik dengan tindak kejahatan. Mereka yang disebut preman biasanya mendapatkan penghasilan dengan cara yang tidak etis, seperti menodong, memeras, bahkan merampok harta benda secara paksa. Intinya, mereka akan mengambil sesuatu yang bukan hak miliknya.

Banyak orang berusaha menghindari preman. Mendengar sebutan preman saja sudah ngeri. Karenanya sebagian besar masyarakat kita tak ingin berurusan dengan kelompok preman. Namun apa jadinya jika pengusaha justru menjalin kerja sama bisnis dengan sekelompok preman?

Keberanian seorang pengusaha bernama Andi Hilmy asal Makassar ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, dua pekerjaan itu sangatlah bertolak belakang. Kehadiran preman bisa saja jadi ancaman, gangguan, keributan, ketakutan, yang dapat mendatangkan kerugian. Namun melalui Andi, preman-preman itu bisa solid bekerjasama dengannya.

Kisah ini bermula dari kemirisan Andi ketika melihat banyak penjual gorengan yang menggunakan minyak jelantah. Seperti kita ketahui, minyak jelantah adalah minyak yang telah berkali-kali dipakai hingga warnanya makin menghitam, karenanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Pun tepatnya di daerah Pannampu banyak berkeliaran preman yang cukup mengganggu ketenangan masyarakat dan pedagang sekitar.

Pengusaha Ini Rangkul Sekelompok Preman Bekerja di Perusahannya
Sumber gambar: aim2flourish.com
Pengusaha Ini Rangkul Sekelompok Preman Bekerja di Perusahaan
Sumber gambar: entrepreneurhub.id

Akhirnya tak perlu jauh-jauh, setelah berdiskusi dengan pemimpin preman setempat, Andi berhasil membuat kesepakatan kerja sama. Rupanya Andi tahu betul bahwa pengangguranlah yang menjadi masalah mendasar hingga para preman itu memutuskan untuk melakoni pekerjaan yang tak terpuji itu. Namun kini melalui perusahaan Genoil rintisan Andi, pengusaha dan preman bisa bergandengan tangan.

Perusahaan Genoil itu sendiri bergerak di bidang pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Seperti dikutip dari boombastis.com, sekarang dalam seharinya Genoil bisa mengolah sampai 1.000 liter minyak jelantah. Dengan modal awal Rp 360 juta, kini Genoil bisa memperoleh omzet Rp 170 juta tiap bulannya. Dalam beberapa bulan saja sudah bisa balik modal ya?

Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa preman tak selamanya harus diasingkan. Mereka juga manusia yang pernah terperosok dalam pekerjaan yang salah. Jangan pula mudah termakan stereotipe buruk yang makin menyudutkan keberadaan mereka. Sejatinya preman bisa kok dirangkul dan digandeng untuk hidup benar. Buktinya sekarang para preman itu bisa hidup layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Makan Sendirian Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Makan Sendirian Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Ini Bedanya Hubungan Atas Dasar Cinta dengan yang Obsesi Semata

Ini Bedanya Hubungan Atas Dasar Cinta dengan yang Obsesi Semata