Sport

Penggemar AS Roma dan Cinta Pertama

UGETUGET — Saya adalah penggemar AS ROMA. Penggemar berat. Dan ini kali saya akan melanjutkan cerita tentang AS Roma.

Pada dekade akhir 90-an hingga 2000-an awal, Italia merupakan kiblat sepak bola di seluruh dunia. Barangkali, dapat disejajarkan dengan English Premier League sekarang ini.

Keseimbangan kekuatan di antara klub-klub Serie A menghadirkan pertandingan seru di setiap giornata. Dalam setiap musim, ada banyak tim yang memiliki peluang untuk menjadi juara di akhir musim. Sebut saja duo Milano (AC Milan dan Internazionale), duo ibu kota (Roma dan Lazio), Juventus, Napoli, dan AC Parma.

Dari sekian banyak kemungkinan, tim yang saya idolakan adalah AS Roma. Alasannya sederhana: AS Roma adalah tim sepak bola pertama yang saya kenal. Sampai sekarang saya masih menjadi penggemar AS Roma.

Yup, AS Roma adalah tim sepak bola pertama yang saya lihat di televisi. Perkenalan saya dengan AS Roma merupakan suatu masa peralihan penting dalam diri saya, dari masa anak-anak beralih ke masa remaja. Barangkali, itu pula yang membuat AS Roma tidak dapat dihilangkan dari hati saya.

Seperti cinta pertama yang selalu berkesan dalam diri setiap orang, begitulah AS Roma meninggalkan  kesannya di dalam diri saya. Bahkan sebelum saya jatuh cinta kepada perempuan yang cantik, saya sudah jatuh cinta kepada AS Roma.

Kalau suatu hari saya jatuh cinta dengan perempuan, kemudian cinta itu hilang, barangkali yang menghilangkannya adalah sepak bola. Dan kalau benar demikian, AS Roma adalah satu penyebabnya.

Sebagai penggemar AS Roma, saya terus mengikuti perkembangan klub ini sampai detik ini. Mulai dari transfer pemain sampai dengan rencana membangun stadion baru, melewati masa-masa sulit terbuang dari kompetisi Eropa, sampai dengan tiga kali “hampir” juara selama empat musim terakhir.

Hampir juara empat musim berturut-turut. Sebuah prestasi yang sayangnya tidak bisa menghadirkan piala. Dan musim ini, AS Roma akan kembali berjuang meraih piala yang selalu didahului kata “hampir”.

Pun banyak yang meragukan AS Roma dapat bersaing meraih scudeto. Tapi, saya tetap yakin bahwa Roma dapat melakukannya. Sebab cintaku pada AS Roma lebih keras suaranya bila dibandingkan dengan kata orang-orang yang meragukan.

Orang-orang itu bilang, akan sulit merusak dominasi Juventus yang sudah jadi juragan Liga Italia. Ditambah AC Milan yang sekarang jadi klub produk China, yang membangun tim dengan membajak banyak pemain. Juga Napoli dan Internazionale yang memiliki skuad yang sudah bersama-sama dalam beberapa musim terakhir.

Kata pengamat, akan sulit bagi Roma untuk meraih scudeto musim ini. Apalagi jika mengingat pelatih baru Roma yang tidak punya pengalaman mengasuh tim besar. Barangkali saja, pengamat sudah lupa kalau Pep Guardiola juga tidak punya pengalaman waktu membawa Barcelona juara.

Zinedine Zidane juga tidak punya pengalaman waktu membawa Madrid juara Liga Champions. Oleh karena itu, saya  dan para penggemar AS Roma yakin bahwa klub kesayangan ini dapat meraih scudeto musim ini. Saya yakin, cinta saya akan dapat melakukan segalanya.

Sumber gambar: digitalsport.co

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi