Mau Bisnis Sukses? Ini Tips Pengelolaan Risiko Bisnis Sejak Dini
Sumber gambar: www.kaskus.co.id
in

Mau Bisnis Sukses? Ini Tips Pengelolaan Risiko Bisnis Sejak Dini

UGET UGET – Mempunyai sebuah bisnis sukses tentu ada risikonya. Entah risiko itu kecil atau besar. Dalam hal ini, pengelolaan risiko harus dipertimbangkan secara matang supaya usaha yang dijalankan bisa berjalan lancar.

Risiko terjadi karena adanya suatu ketidakpastian pada masa yang akan datang. Risiko bisa terjadi secara murni atau spekulatif.

Risiko murni artinya risiko itu akibat dari sebuah situasi yang tidak terduga. Misalnya, tiba-tiba tempat usaha yang baru dijalankan mengalami kebakaran hingga ludes semua barang-barang dagangan. Tidak ada sedikitpun barang yang bisa dijalankan.

Seperti belum lama ini ada sebuah pabrik mercon di daerah Tangerang yang terbakar yang diduga karena adanya kelalaian dari pihak tukang las yang saat itu sedang memperbaiki gedung mercon. Akhirnya, pabrik mercon yang di dalamnya terdapat seluruh mercon yang sudah jadi dan bahan-bahan mercon habis terbakar. Bahkan, kejadian tersebut menewaskan puluhan pekerja.

Nah, risiko yang ditanggung pemilik pabrik ternyata besar. Ia sudah rugi besar karena usaha tidak bisa diselamatkan dan harus ganti rugi atas meninggalnya karyawan di sana. Ia pun juga harus berurusan dengan pihak berwajib untuk menangani masalah tersebut.

Berdasarkan kasus tersebut dapat dilihat bahwa risiko yang ditanggung pemiliknya adalah besar dan itu pun sebenarnya sudah bisa diprediksi. Artinya, semakin besar usaha yang dijalankan, semakin besar pula risiko yang dtanggung.

Berbeda dengan risiko spekulatif yang bisa diprediksi seberapa besar kerugian usaha tersebut. Yang termasuk risiko spekulatif adalah perubahan harga.

Misalnya, bulan Desember dikabarkan harga cabai akan naik 50% karena curah hujan yang tinggi, sehingga mengakibatkan cabai-cabai banyak yang busuk.

Perkiraan harga cabai yang naik tersebut bisa diprediksi oleh pemilik warung makan sambal. Akhirnya, pemilik warung bisa mengantisipasi risiko yang terjadi dengan cara menaikkan harga makanan, menambahkan tomat di dalam sambal, atau mengurangi jumlah cabai.

Berdasarkan dua kasus di atas, dapat diketahui bahwa risiko yang terjadi pada seorang pengusaha berbeda-beda. Cara untuk mengurangi risiko yang terjadi pun berbeda. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengelolaan risiko. Bagaimana caranya? Ada tiga cara pengelolaan risiko, yaitu dikontrol melalui SOP, ditransfer kepada pihak lain, dan dibiayai sendiri.

Pertama, dikontrol melalui SOP. Artinya dalam suatu perusahaan harus mempunyai standar kerja untuk mengelola sebuah usaha. SOP tersebut dibuat berdasarkan berbagai pertimbangan tentunya. Oleh karena itu, pemilik usaha harus tahu betul bagaimana bisnis tersebut dijalankan.

Kedua, risiko ditransfer kepada pihak lain. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu menggunakan asuransi dan kontrak outsourcing.

Penggunaan asuransi ini bisa mengurangi risiko yang terjadi apabila seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja atau sebuah perusahaan terbakar. Melalui asuransi, biaya kerugian sudah tidak ditanggung si pemilik.

Kontrak outsourcing ini artinya kontraks tenaga kerja tambahan, tetapi diambil dari pihak penyalur tenaga kerja. Melalui penyalur tenaga kerja, seorang pekerja tidak akan mempunyai hak yang sama seperti pegawai tetap dari perusahaan tersebut.

Para pekerja itu tidak akan mendapatkan fasilitas yang sama, seperti kartu kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lainnya. Bahkan, pihak perusahaan bisa sewaktu-waktu memecat pekerja dari outsourcing tersebut apabila sudah tidak dibutuhkan lagi tanpa menyediakan uang pesangon.

Cara ini jelas menguntungkan sekali bagi pihak perusahaan. Itu artinya, risiko yang dimilik perusahaan tersebut semakin kecil. Ketiga, risiko dibiayai sendiri. Segala risiko yang terjadi ditanggung sendiri.

Dengan adanya pengelolaan risiko, diharapkan seorang pemilik usaha bisa mengurangi kerugian yang bisa terjadi kapan saja dan dalam bentuk apa saja. Setidaknya risiko yang bisa diprediksi harus bisa dikelola terlebih dahulu tanpa mengindahkan risiko murni.

Sumber gambar: www.kaskus.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Hal-hal Unik yang Bikin Kangen Nonton Film Bollywood

Hal-hal Unik yang Bikin Kangen Nonton Film Bollywood

Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle Cetak Sejarah Baru di Kerajaan Inggris

Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle Cetak Sejarah Baru di Kerajaan Inggris