Proses Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia Bagi Anak dengan Media Komik
Sumber gambar: educenter.id
in

Proses Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia Bagi Anak dengan Media Komik

UGET-UGET  |  Bunda, salah satu kemampuan akademik yang cukup penting bagi anak adalah kemampuan untuk memperkaya kosakata, khususnya kosakata bahasa Indonesia. Proses pengayaan kosakata bahasa Indonesia ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan motorik serta kemampuan berbahasa si anak.

Lantas seberapa penting proses pengayaan bahasa Indonesia bagi anak? Serta apakah komik cukup efektif untuk media pembelajaran? Kemudian, kosakata bahasa Indonesia seperti apa yang dimaksud?

PENTINGNYA PROSES PENGAYAAN KOSAKATA BAGI ANAK

Proses pengayaan kosakata bagi anak itu sangat penting karena masa anak-anak dengan usia 2 hingga 7 tahun merupakan usia terbaik dalam perkembangan bahasa seseorang.

Piaget yang merupakan tokoh psikologi menjelaskan pada umur tersebut perkembangan bahasa anak meningkat secara drastis, sehingga anak dapat menyerap kata yang diterimanya dengan maksimal.

Pada tahap tersebut anak memiliki keterbatasan dalam berpikir, oleh sebab itu perlu bimbingan dari orang tua agar anak mendapatkan informasi sesuai dengan semestinya.

Selain itu juga diperjelas oleh Erikson yang juga merupakan tokoh psikologi dari Jerman menjelaskan jika pada usia 2 tahun anak sudah dapat mempelajari bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain serta pada usia 3 hingga 6 tahun anak secara terus-menerus meningkatkan kemampuan motorik dan bahasa mereka, sehingga pendidikan bahasa pada masa tersebut akan sangat baik dan efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak.

Proses Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia Bagi Anak dengan Media Komik
Sumber gambar: educenter.id

APAKAH KOMIK EFEKTIF UNTUK MEMPERKAYA KOSAKATA BAGI ANAK?

Menggunakan media komik tujuannya agar anak-anak mau membaca. Tidak menggunakan media lain seperti film, buku bergambar, atau buku cerita lainnya karena komik menampilkan cerita dan gambar yang dapat menjelaskan bagaimana jalan cerita pada komik tersebut. Anak dapat berimajinasi melalui gambar yang ditampilkan serta kosakatanya akan bertambah.

Jika menggunakan film, anak hanya menonton saja, bukan menyerap kosakatanya. Jika menggunakan buku cerita, anak akan merasa bosan karena hanya dihadapkan dengan tulisan-tulisan saja. Jika menggunakan buku bergambar, saya rasa akan percuma karena tidak semua gambar yang ditampilkan dapat dipahami oleh anak. Untuk itu, menggunakan media komik merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mengajak anak-anak agar mau membaca.

KOSAKATA YANG DIMAKSUD SEPERTI APA?

Kosakata yang dimaksud adalah semua kosakata yang baru bagi anak. Misalnya istilah-istilah umum, istilah dalam pelajaran, hal-hal yang dianggap tabu, dan lain-lain. Contohnya kosakata benda-benda yang ada di sekitar kita seperti ‘meja’, ‘kursi’, ‘jendela’, ‘rumah’, dan lain-lain.

Lalu contoh kosakata yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ‘antre’, ‘parkir’, ‘loket’, dan lain-lain. Atau bahkan kosakata yang dianggap tabu bagi anak misalnya ‘pubertas’, ‘menstruasi’, ‘alat kelamin’, dan lain-lain.

Nah Bunda, ternyata proses pengayaan kosakata bahasa Indonesia bagi anak itu sangat penting  bukan? Yuk gunakan media komik sebagai media pembelajaran agar anak lebih tertarik mempelajari bahasa yang sangat penting untuk komunikasi sehari-hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Pagar Alam Heritage Trail: Wisata Budaya dan Sejarah Nusantara di Sumatera

Pagar Alam Heritage Trail: Wisata Budaya dan Sejarah Nusantara di Sumatera

Perawatan dari Dalam untuk Kecantikan Kulitmu

Perawatan dari dalam untuk Kecantikan Kulitmu