PUASA BAGI IBU HAMIL, SEHATKAH BAGI JANIN?

PUASA BAGI IBU HAMIL, SEHATKAH BAGI JANIN?

UGETUGET – Belum dipahami secara betul oleh masyarakat, bahwa puasa yang dilakukan oleh ibu hamil tidak akan berdampak pada penurunan kesehatan bayi atau janin. Jadi, puasa tidak akan mengganggu kesehatan bayi setelah lahir.

Terbukti bahwa ibu hamil yang berpuasa bisa melahirkan bayi dengan IQ yang tidak lebih rendah. Hubungan janin terhadap efek puasa tidak menimbulkan bayi lahir lebih rendah. Tidak terjadi pula perubahan pada oesophagus, lima, dan usus halus. Usus halus tetap berkontraksi secara teratur setiap empat jam sekali.

Selama ini, dipercaya bahwa puasa yang dilakukan oleh wanita atau ibu hamil akan berdampak negatif terhadap kesehatan bayi. Anggapan tersebut salah. Hanya saja, wanita hamil memang harus tetap menjaga kesehatan badan agar tidak mempengaruhi kesehatan janin.

Berpuasa tidak berpengaruh pada kesehatan janin, justru kesehatan wanitalah yang memiliki pengaruh paling tinggi. Kesehatan wanita yang kurang baik disebabkan kurangnya kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang di dalam tubuhnya. Pemenuhan nutrisi bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna dan minum yang lebih banyak dari jumlah normal agar kondisi kesehatan ibu dan janin bisa sehat.

Seringkali, wanita hamil menyatakan dirinya tidak perlu berpuasa karena sedang hamil. Mereka takut akan berdampak buruk bagi janin. Tentu saja pemahaman wanita hamil dalam hal tersebut masih kurang.

Salah satu alasan diperbolehkannya wanita hamil berpuasa adalah tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap janin apabila berpuasa. Sebagai contoh, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa persentase gula dalam wanita hamil mengalami kecenderungan menurun, tetapi tidak menyebabkan bayi lahir rendah.

Dr. Soliman dari Yordania University Hospital menguji 42 laki-laki dan 26 wanita. Setelah menguji semua fitur dari tes darah ada beberapa perbedaan. Namun, satu aspek yang signifikan adalah adanya fakta bahwa laki-laki lebih berat dibandingkan perempuan sebelum puasa, begitupun kadar glukosa darah mereka. Hanya saja semua elemen lain, seperti kortisol, kolesterol, lipoprotein, dan lain-lain tetap sama.

Puasa yang dilakukan wanita hamil sangat menentukan tingkat gula dalam darah. Janin mempunyai persentase konsumsi gula sekitar 6 miligram setiap kg berat janin permenit. Persentase ini sama dengan tiga kali lipat dari yang dikonsumsi oleh orang dewasa.

Penelitian lain menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan oleh wanita hamil tidak berdampak pada penurunan kesehatan bayi setelah lahir. Hal tersebut diukur dari berat badan lahir dan APGAR score. Namun, tentu saja wanita hamil harus mempertimbangkan kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang, yaitu sekitar 2.500 kalori dalam sehari dengan komposisi 50% karbohidrat (sekitar 308 gram), 30% protein (103 gram), dan 10-20% lemak (sekitar 75 gram). Oleh karena itu, wanita hamil yang berpuasa harus mempertimbangkan konsumsi gizi dan nutrisi yang seimbang agar janin dan tubuhnya tetap sehat.

Selain hal di atas, pembicaraan tentang kesehatan wanita hamil saat berpuasa tidak hanya terbatas pada kandungan gizi dan nutrisi. Banyak perempuan beranggapan bahwa periode hamil saat berpuasa tidak mempengaruhi batas waktu untuk tidak berpuasa. Anggapan tersebut tidak benar.

Wanita hamil harus memperkirakan periode aman berpuasa. Periode aman berpuasa bagi wanita hamil adalah pada trisemester 1 dan 2, yaitu pada umur kandungan 4-6 bulan. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan pada usia 4-6 bulan janin sudah dianggap kuat.

Berbeda pada usia 1-3 bulan. Usia tersebut masih rentan atau lemah, sehingga mudah sekali terkena gangguan kesehatan.

Kemudian, pada usia kandungan 4-6 bulan sudah tidak sering terjadi muntah-muntah. Apabila sering terjadi muntah-muntah akan membuat badan menjadi lemas. Apabila hal itu terjadi, akan mempengaruhi kondisi psikologis wanita hamil, sehingga berdampak pada kesehatan janin. Dengan demikian, agar kesehatan wanita hamil tetap terjaga ketika berpuasa, haruslah mengetahui usia kandungan dengan mengecek ke dokter. Harapannya, kesehatan janin dan sang ibu bisa terjaga.

Akhirnya, perlu segera dihilangkan anggapan bahwa puasa pada ibu hamil akan mempengaruhi kesehatan janin. Wanita hamil yang berpuasa harus mengetahui secara pasti kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang dan umur kandungan supaya kesehatan janin dan sang ibu terjaga sampai kelahiran sang bayi kelak.

Sumber gambar: bidanku.com

1

Yuk, Dapetin Konten Keren di Email

Kita pilihkan konten yang pasti kamu suka. Masukkan emailmu