Ini 5 Penemuan Muslim Mengubah Dunia
Sumber gambar: islamidia.com
in

Ini 5 Penemuan Muslim yang Mengubah Dunia

UGET UGET – Setiap hari, 1,6 Miliar gelas kopi dikonsumsi masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Miliaran orang menjadikan kopi sebagai rutinitas. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa umat muslim merupakan penemu minuman ini.

Kopi

Ini 5 Penemuan Muslim yang Mengubah Dunia
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Menurut catatan sejarah, di tahun 1.400, kopi merupakan minuman yang populer di kalangan umat muslim Yaman, wilayah paling selatan dari Jazirah Arab. Menurut legenda, seorang penggembala (ada yang menjelaskan berasal dari Yaman dan ada pula yang menyebutkan dari Ethiopia) mengamati kambingnya begitu energik setelah memakan biji dari sebuah pohon. Sang penggembala memberanikan diri untuk mencoba sendiri. Hasilnya, luapan energi yang membuatnya bersemangat dalam beraktivitas.

Seiring berjalannya waktu, penggembala tersebut mulai memasak biji dan merebusnya untuk diambil sari air. Air rebusan ini mampu menambah tenaga. Kabar meluas, dan dari kebiasaan satu orang menjadi tradisi yang menyebar.

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah penggembala dan biji penambah tenaga, kopi bisa ditemukan dari dataran tinggi di Yaman hingga seluruh wilayah Imperium Ottoman, imperium muslim pertama di abad 15. Rumah kopi pun mulai menjamur di kota-kota besar di wilayah muslim: Kairo, Istanbul, Damaskus, dan Baghdad. Dari dunia muslim, minuman ini menemukan jalannya untuk merambah kawasan Eropa melalui para pedagang dari Venesia.

Meskipun pada mulanya dicap sebagai “minuman muslim” oleh otoritas gereja, kopi akhirnya menjadi bagian dari kebudayaan Eropa. Rumah kopi di era 1600-an menjadi tempat di mana para filsuf berkumpul dan mendiskusikan isu-isu terkini, seperti; hak asasi manusia, peran pemerintah, dan demokrasi. Proses diskusi yang dilakukan di sebuah ruangan dengan kepulan asap dari kopi yang habis dijerang, menjadi salah satu latar belakang yang membidani kelahiran Abad Pencerahan. Dan sebagaimana yang kita tahu, Abad Pencerahan merupakan gerakan intelektual yang paling berpengaruh di zaman moderen.

Bermula dari Yaman/Etiopia, penggembala hingga teman bagi inisiator gerakan politik Eropa, 1 Miliyar kopi per hari merupakan kenyataan yang susah untuk dinafikan. Dan penemuan muslim ini terbukti menjadi salah satu penemuan terpenting dalam sejarah manusia.

Aljabar

Al Khawarizmi, Pemain Matematika dan Penemu Bilangan 0
Sumber gambar: hamparan.net

Ketika para siswa sekolah menengah sibuk berkutat di kelas Matematika, barangkali aljabar menjadi salah satu studi yang tidak terlalu diperhatikan. Padahal, Aljabar adalah salah satu kontribusi penting yang dihasilkan oleh Zaman Keemasan Muslim kepada dunia modern. Aljabar dikembangkan oleh ilmuwan dan matematikawan Islam terkembuka, Muhammad bin Musa Al Khawarizmi (780-850), yang hidup di wilayah Persia dan Iraq.

Dalam salah satu kitabnya yang monumental, Kitab Al Mukhtasar fi Hisab Al Jabr wal Muqabala, dirinya menetapkan prinsip dasar dari persamaan aljabar. Nama dari buku terdiri dari kata “al-jabr”, yang berarti “penyelesaian”, kata yang berasal dari bahasa Latin. Dalam bukunya, Al Khawarizmi menjelaskan bagaimana penggunaan persamaan aljabar dengan variabel yang tidak diketahui unti menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata, seperti; penghitungan zakat, dan pembagian hak waris. Aspek unik dari alasannya mengembangkan aljabar adalah gairah keinginannya untuk menjadikan penghitungan sebagai amanat hukum Islam, sehingga permasalahan bisa diselesaikan dengan mudah di dunia tanpa kalkulator dan komputer.

Buku dari Al Khawarizmi diterjemahkan ke dalam bahasa Latin di Eropa pada tahun 1000-an dan 1100-an, dimana ia lebih dikenal sebagai Algoritmi (kata algoritma berasal dari namanya dan karya matematikanya). Tanpa usahanya mengembangkan aljabar, matematika praktik modern, seperti teknis, tidak mungkin dilakukan. Karyanya pun pernah dijadikan sebagai buku acuan di universitas-universitas Eropa selama ratusan tahun setelah kematiannya.

Gelar Kesarjanaan

 

Musim Wisuda Sarjana, Musim Pembuka Rejeki Jutaan Rupiah
Sumber gambar: inggritmemo.blogspot.com

Membicarakan universitas, terdapat pula penemuan yang berasal dari dunia Muslim. Di masa awal sejarah Islam, masjid memiliki peran ganda, yaitu sebagai tempat ibadah dan sebagai ruang belajar. Orang yang memimpin ibadah dan doa, juga akan melakukan pengajaran tentang ilmu Islam seperti; Quran, Fiqih, dan Hadis. Seiring perkembangan umat Muslim, kebutuhan untuk membentuk institusi pendidikan formal menguat. Maka dibentuklah madrasa yang diperuntukkan bagi pendidikan.

Madrasa formal pertama adalah Al Karouine, didirikan pada tahun 859 oleh Fatimah Al Fihri di Fes, Maroko. Sekolahnya banyak menarik minat para intelektual Islam dari Afrika Utara. Di tempat ini, siswa diajar oleh guru dalam jangka waktu yang berbeda. Ada yang hanya memakan waktu beberapa tahun, juga ada yang hingga berpuluh tahun. Dalam proses pembelajaran, siswa diajarkan pengetahuan Islam dan sekuler. Di akhir kurikulum, jika guru menganggap siswa telah tuntas masa belajarnya, mereka akan mendapatkan sertifikat yang dikenal sebagai ijaza. Sertifikat tersebut menandakan bahwa siswa telah memahami dengan baik studi yang dipelajarinya dan memiliki kualifikasi untuk mengajar.

Penganugerahan gelar pendidikan dari institusi pendidikan pertama ini menyebar dengan cepat ke seantero wilayah Muslim. Universitas Al Azhar didirikan di Kairo pada tahun 970, dan pada tahun 1.000-an, bangsa Seljuk mendirikan puluhan madrasa di sepanjang wilayah Timur Tengah. Konsep instutisi yang menganugerahi sertifikat bagi siswa yang lulus menyebar di kawasan Eropa melalui kaum muslim Spanyol. Wilayah muslim Spanyol menjadi tempat pembelajaran bagi orang-orang Eropa yang berasal dari berbagai wilayah.

Universitas Bologna di Itali dan Oxford di Inggris didirikan pada abad 11 dan 12 dan meneruskan tradisi muslim dalam memberikan sertifikat bagi siswa yang berhak mendapatkannya, dan menjadikannya sebagai ukuran kualifikasi seseorang terhadap subjek tertentu.

Marching Band Militer

Ini 5 Penemuan Muslim Mengubah Dunia
Sumber gambar: islamidia.com

Saat ini, pasti banyak siswa yang mengenal marching band. Mulai dari sekolah menengah atas hingga universitas, selalu ada kelompok kegiatan ekstra marching band. Marching band terdiri dari musisi yang memegang berbagai alat musik berbeda, lalu berbaris untuk memberikan hiburan.

Di Eropa atau Amerika, biasanya kelompok marching band keluar saat pertandingan olahraga, memainkan musiknya di pinggir lapangan dengan nada-nada penyemangat. Hal ini dilakukan untuk memberikan semangat bagi tim yang sedang bertanding dan para suporter.

Marching band sekolah ini dikembangkan dari marching band militer pada masa peperangan Zaman Mesiu di Eropa. Musiknya memang dirancang untuk menambah moral dan semangat prajurit selama pertempuran. Ternyata, tradisi marching band berasal dari kelompok musik militer Imperium Ottoman (juga disebut mehter band) pada tahun 1300-an. Konon, berkat kekuatan musik tersebut, menjadikan tentara Ottoman sebagai tentara terkuat di seluruh dunia.

Sebagai bagian dari kesatuan Janissari, tentara Imperium Ottoman, tujuan mehter band memainkan musik dengan keras adalah untuk menakuti musuh dan menambah daya juang sekutu. Dengan menggunakan drum besar dan simbal yang terus diadu, hasil dari permainan musik mehter band bisa didengar dalam radius sangat jauh.

Selama masa penaklukan Balkan oleh Imperium Ottoman, sepanjang abad 14-16, mehter band menjadi pendamping setia dari tentara Ottoman. Pada akhirnya, Gereja Eropa pun ikut menggunakan marching band militer untuk menakuti musuh. Sebuah legenda menjelaskan, setelah penyerangan Ottoman atas Viena pada 1.683, pasukan Ottoman yang mundur dari garis depan meninggalkan banyak instrumen musik, yang akhirnya dikumpulkan oleh bangsa Austria untuk dipelajari dan digunakan sendiri. Tanpa waktu lama, tentara di sepanjang daratan Eropa mulai mengimplementasikan marching band dalam kesatuan pasukannya, merevolusi jalan peperangan yang berlangsung di Eropa selama berabad-abad.

Kamera

Penemuan Muslim Mengubah Dunia
Sumber gambar: deras.co.id

Sulit untuk membayangkan dunia tanpa fotografi. Perusahaan dengan penghasilan miliyaran dollar, sepert Instagram dan Canon, menyandarkan dirinya kepada gagasan untuk menangkap cahaya dalam sebuah kotak, untuk kemudian menciptakan gambar tiruan atas peristiwa sebelumnya, dan mereproduksinya dalam jumlah banyak. Namun, seluruh konsep kerja fotografis itu tidak akan tercipta tanpa usaha dari seorang ilmuwan muslim abad 11, Ibnu Al Haytham. Dirinyalah pengembang kajian optik dan juga menjelaskan prinsip kerja kamera pertama.

Bekerja di kota kerajaan Kairo pada awal abad 11, Ibnu Al Haytham bisa juga disebut sebagai salah satu ilmuwan terbesar sepanjang masa. Untuk mencapai kemajuan dalam keilmuannya, dirinya mengembangkan metode ilmiah, langkah awal yang mendasari seluruh penelitian ilmiah. Saat ditahan oleh pemerintahan Fatimiyyah, Al Hakim, dirinya pun mendapatkan waktu dan kemampuan untuk mempelajari cara kerja cahaya. Penelitiannya secara terpisah menitikberatkan pada bagaimana titik cahaya kamera bekerja.

Ibnu Al Haytham adalah ilmuwan pertama yang menyadari, saat satu lubang kecil dibuat di sisi kotak tanpa cahaya, garis sinar dari luar akan terproyeksikan ke dalam lubang menuju sisi belakang dari kotak. Al Haytham menyadari bahwa semakin kecil lubang (aperture), maka semakin tajam kualitas gambar. Hal ini memberikannya kemampuan untuk menciptakan kamera dengan akurasi dan ketajaman warna dalam menangkap gambar.

Temuan Ibnu Al Haytham mengenai kamera dan bagaimana menyorot lalu menangkap gambar, dibawa ke dunia modern untuk dikembangkan menjadi teknologi dengan konsep dan prinsip yang sama. Tanpa penelitiannya mengenai bagaimana perjalanan cahaya melewati aperture dan diproyeksikan, mekanisme modern di dalam semua kamera tidak akan pernah ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Palafuli, Restoran Empal Gentong Recommended di Yogyakarta

Empal Gentong Palafuli, Restoran Empal Gentong Recommended di Yogyakarta

Kekaisaran Orang-Orang Kerdil di China

Kekaisaran Orang-Orang Kerdil di China