Peneliti Gajah Lebih Kebal Terhadap Kanker Daripada Manusia, Kok Bisa?
Sumber gambar: pixabay.com
in

Peneliti: Gajah Lebih Kebal Terhadap Kanker Daripada Manusia, Kok Bisa?

UGET-UGET | Untuk manusia, kanker menjadi salah satu penyakit yang belum bisa ditemukan obatnya hingga saat ini. Penyakit ini bisa diterita oleh siapapun, tanpa memandang jenis kelamin, usia maupun kelas sosial.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), pada tahun 2915 kanker menjadi salah satu dari penyebab kematian terbesar di dunia: dengan jumlah 8,8 juta orang yang meninggal akibat penyakit ini.

Namun, harapan tetaplah tidak boleh lepas. Meski belum ditemukan obat yang benar-benar bisa menghilangkan kanker sebagai ancaman manusia, dengan perawatan yang tepat, banyak juga orang yang bisa menghilangkan semua gejala. Bahkan ada beberapa kasus di mana kanker yang semula telah mencapai stadium takdir, bisa benar-benar hilang. Di situlah Tuhan dan keajaibannya bekerja.

Mengenai kanker, ada penelitian terbaru tentang penyakit ini yang menarik untuk diketahui. Menurut penelitian terbaru, ditemukan bahwa gajah memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap kanker daripada manusia. Mengejutkan memang, terlebih saat mengetahui bahwa di dalam tubuh gajah yang beratnya bisa mencapai 8 ribu kilogram, juga ada sel-sel yang berpotensi memicu kanker dengan potensi 100 kali lebih besar daripada manusia pada umumnya.

Peneliti: Gajah Lebih Kebal Terhadap Kanker Daripada Manusia, Kok Bisa?
Sumber gambar: Geomagz

Dilansir dari Mirror, satu dari enam orang di dunia meninggal karena kanker setiap harinya. Anehnya, hanya satu dari 20 gajah di dunia yang mati karena penyakit itu. Maka, peneliti pun membawa sample gajah ke dalam laboratorium, menelitinya, dan mengumumkan hasilnya kepada dunia.

Jawabannya ternyata gajah memiliki gen yang disebut “gen zombie”. Gen ini memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali sel-sel yang telah mati, sehingga meningkatkan kekebalan hewan dari serangan penyakit.

Ajaib? Ah, tidak juga. Barangkali itu adalah mekanisme alam untuk menjaga populasi, mengingat populasi gajah yang semakin berkurang setiap harinya karena kerakusan manusia dalam memburu gadingnya. Sedangkan dalam laporan peneliti yang dimuat di Cell Reports, dijelaskan bahwa gen yang juga disebut leukimia inhibotory factor 6 (LIF6) ini muncul sekitar 59 juta tahun yang lalu.

Di masa itu nenek moyang gajah mulai mengembangkan ukurannya menjadi lebih besar. Selain itu, gen tersebut hanya bisa ditemukan pada gajah dan kerabat keturunan.

Peneliti Vincent J. Lynch, ahli biologi evolusi dari Universitas Chicago AS, menjelaskan bahwa penelitian ini akan berdampak besar bagi manusia. Melalui penelitian tersebut, dirinya berharap bisa menjadi inspirasi untuk kalangan medis dalam mengembangkan jenis obat terbaru yang bisa melawan kanker secara efektif.

Memang untuk saat ini penelitian tersebut tidak memiliki banyak arti. Tapi, dengan ditemukan fakta baru tersebut, ada baiknya jika kita berdoa dan berharap, fakta itu bisa membawa para peneliti pada temuan baru yang benar-benar akan mengubah kehidupan manusia. Semoga itidak lama lagi kita bisa menyaksikan dan merasakan manfaatnya.

Written by Agus A. Pribadi

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kelebihan dan Kekurangan dari Berbagai Jenis Santan

Kelebihan dan Kekurangan dari Berbagai Jenis Santan

Pantai Trisik, Destinasi Wisata Konservasi Penyu Laut

Pantai Trisik, Destinasi Wisata Konservasi Penyu Laut