Penderita Kondisi Langka BIID Ini Ingin Lumpuh dan Gunakan Penyangga Kaki
Sumber gambar: archive.sltrib.com
in

Penderita Kondisi Langka BIID Ini Ingin Lumpuh dan Gunakan Penyangga Kaki

UGET UGET – Setiap orang sudah sepatutnya bersyukur terlahir sempurna, tanpa kurang suatu apapun. Untuk itu setiap orang akan berusaha untuk melakukan perawatan dan perbaikan tubuh. Itu dilakukan tak lain karena mereka mencintai tubuhnya sebagai pemberian yang berharga. Namun ada saja orang yang sengaja melukai diri agar kakinya lumpuh dan gunakan penyangga kaki lho. Ini dialami salah satunya oleh Chloe Jennings-White, wanita 58 tahun asal Salt Lake City, Utah.

Chloe terlahir dengan sehat, dengan kondisi fisik yang lengkap. Termasuk alat anggota geraknya seperti tangan dan kaki. Namun karena penyakit yang dideritanya, Chloe justru ingin hidup sebagai seorang penyandang difabel. Dia menderita kondisi langka yang disebut Body Integrity Identity Disorder (BIID).

Dia kesal melihat kakinya sendiri. Sebab Chloe percaya bahwa kakinya bukanlah miliknya. Keyakinan ini muncul dari dalam mimpinya, di mana Chloe lumpuh dari pinggang ke bawah. Karenanya setiap menyadari kakinya masih berfungsi sebagaimana mestinya, dia selalu dihantui rasa bersalah.

Penderita Kondisi Langka BIID Ini Ingin Lumpuh dan Gunakan Penyangga Kaki
Sumber gambar: archive.sltrib.com

Karenanya dia ingin menjadikan kakinya lumpuh. Tak jarang, Chloe berusaha melukai kakinya. Termasuk melakukan kegiatan ekstrem, seperti mengendarai sepeda dari ketinggian empat kaki, memanjat pohon, hingga melakukan olahraga seperti ski. Bahkan Chloe sengaja memainkannya secara agresif.

Benar saja, beberapa tahun lalu Chloe kecelakaan akibat bermain ski. Kecelakaan itu membuatnya cedera punggung ringan dan harus menggunakan penyangga kaki. Tak hanya sampai di situ, dilansir tribunnews.com (3/4), di tahun 2010, Chloe bahkan masih berambisi menemukan dokter di luar negeri yang bersedia memotong saraf sciatic dan femoralisnya. Untung saja biayanya mahal, sehingga Chloe tak bisa melakukannya.

Chloe lebih senang duduk di kursi roda dan memakai tongkat penyangga. Karena kondisi seperti itulah yang seharusnya dialaminya. Sebenarnya kisah ini bermula saat Chloe berusia empat tahun. Tepatnya saat dia menyadari ada yang berbeda antara dirinya dengan Bibi Zaitun, yang menggunakan penyangga kaki.

“Sesuatu di otak saya memberitahu saya bahwa kaki saya tidak seharusnya bekerja. Semua sensasi apa pun di dalamnya penuh rasa salah”, begitu penjelasan Chloe akan apa yang dirasakannya akibat kondisi BIID-nya itu. Bahkan selama ini dia kebingungan mengapa dirinya tak terlahir untuk dirawat seperti kebanyakan penderita difabel. Karenanya Chloe ingin menjadi seperti penderita difabel pula.

Seperti ada yang salah dalam dirinya. Padahal orang difabel merasa ingin hidup mandiri, tak selamanya tergantung dengan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pantai Baron Dan Legenda Bule Sakti

Pantai Baron Dan Legenda Bule Sakti

Masjid Suleymaniye Istanbul

Masjid Suleymaniye Istanbul