Pemain Sepak Bola yang Harus Rela Layu Sebelum Berkembang
Sumber gambar: citykicks.mcfc.co.uk
in

Pemain Sepak Bola yang Harus Rela Layu Sebelum Berkembang

UGET UGET – Pernah merasakan memiliki mimpi besar tapi tidak kesampaian? Beberapa pemain sepak bola ini juga merasakan hal yang sama. Sempat mulai berkarir di dunia sepak bola, mereka harus berhenti dan layu sebelum berkembang.

Bisa dibayangkan betapa hancurnya mereka ketika harus menerima takdir itu. Sesuatu yang mulai mereka bangun pada akhirnya harus diakhiri lebih dini. Tetapi, apakah mereka berhenti berjuang hidup begitu saja? Diam dan hanya meratapi kehancuran? Tentu tidak. Mereka tahu Tuhan telah menyiapkan takdir yang lebih manis di masa depan.

Saya pernah mendengarkan cerita dari mantan pemain muda Turki. Namanya Valiev, pemain berkebangsaan Turki keturunan Rusia. Hampir bisa dipastikan tidak ada yang mengenalnya. Maklum saja, seperti yang saya bilang tadi, dia layu sebelum berkembang.

Sempat memulai karir lewat akademi sepak bola Besiktas, dia berhasil menembus Timnas Turki U-15 saat itu. Tapi naas, cedera lutut parah menghentikan langkahnya. Hingga kini dia berhenti sepenuhnya dari permainan sepak bola.

Diapun memilih untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi kedokteran. Namun, pada akhirnya Tuhan menakdirkannya untuk tidak jauh dari dunia sepak bola. Dunia yang dicintainya. Saat ini dia bekerja di salah satu perusahaan rumput sintetis di Turki. Pekerjaan yang sama-sama bergulat dengan rumput stadion.

Cedera lutut parah juga dialami oleh pemain Indonesia Reffa Arvindo B. Mony. Pemain yang sempat menjadi bagian dari Sociedad Anonima Deportiva (SAD) Indonesia di Uruguay itu harus rela menepi dari lapangan di usia mudanya.

Sempat digadang-gadang akan menjadi bek tengah yang hebat untuk Timnas Indonesia, pemain yang merupakan rekan Syamsir Alam itu harus mengalami takdir pahit meninggalkan lapangan hijau.

Cedera lututnya yang parah membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk masa pemulihan. Namun, setelah dia sembuh dari cedera, nampaknya dia memilih jalan lain untuk masuk TNI AD. Meski sempat beberapa waktu bergabung dengan tim PS TNI di Piala Jendral Sudirman lalu, namun pada akhirnya dia memilih fokus untuk menjalankan tugasnya sebagai TNI AD.

Lain dengan masalah cedera, pensiun dini dari pemain sepak bola juga dialami oleh Fabrice Muamba. Pemain berkembangsaan Republik Demokratik Kongo tersebut harus rela berhenti bermain karena divonis memiliki kelainan jantung.

Saat itu usianya masih 24 tahun. Usia yang seharusnya menjadi waktu produktifnya sebagai pesepak bola. Tapi mau bagaimana lagi, takdir belum merestui jalan dan pilihannya itu.

Sama halnya dengan Fabrice Muamba, baru-baru ini ada kabar buruk yang menimpa pemain muda Manchester City. Dia adalah Sinan Bytyqi, pemuda yang harus mengubur mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola berkelas di dunia.

Di usianya yang ke-22 dia sudah divonis memiliki masalah pada jantungnya. Hal itu mau tidak mau memaksanya gantung sepatu lebih dini. Sesuatu yang sangat disayangkan mengingat dia seharusnya mampu bersaing sebagai pemain bola hebat di dunia.

Tapi dia memiliki keyakinan tinggi, bahwa meskipun dia harus terhenti sebagai pemain sepak bola, dia harus bangkit dan berjuang untuk karir berikutnya. Saat ini, Bytyqi memulai karir barunya sebagai pencari bakat pemain pinjaman untuk Manchester City.

Kepada Daily Mail dia mengatakan, “Saya tidak bisa mengubah hari kemarin, tapi saya bisa mengubah hari esok.”

Layak untuk diapresiasi. Sebuah semangat tinggi seorang youngster yang tidak mau menyerah pada takdir buruk yang menimpanya.

Sumber gambar: citykicks.mcfc.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Film Jepang Kuchibiru ni Uta o Tontonan Wajib Untukmu yang Suka Dunia Musik

Film Jepang Kuchibiru ni Uta o Tontonan Wajib Untukmu yang Suka Dunia Musik

Tips dan Trik Cara Memutus Siklus Anak Nakal, Apa bisa?

Tips dan Trik Cara Memutus Siklus Anak Nakal, Apa bisa?