uget uget - cewek baper
in

Rumah Uya: Tempat Untuk Melihat Anak Jaman Now

UGETUGET — Rumah Uya yang ditayangkan oleh Trans TV setiap sore hari mengandung kontrovers. Apakah itu program reality show yang tidak ada unsur rekayasa di dalamnya atau sebaliknya? Di internet, muncul beberapa opini bahwa acara Rumah Uya adalah rekayasa belaka yang sudah di-setting sedemikian rupa biar dikira beneran.

Tapi, dengan melihat reaksi para peserta di Rumah Uya, sepertinya memang beneran. Mereka meluapkan emosi secara alami, sudah hampir sekelas artis kondang. Jadi, bisa disimpulkan sendiri apakah ini acara reality show tanpa rekayasa atau tidak.

Terlepas dari masalah ini rekayasa atau tidak, yang jelas kita bisa mengambil beberapa pelajaran yang ada di dalamnya. Tapi ini bukan semacam pelajaran yang di kelas. Kita bisa belajar dari kehidupan sosial saat ini. Terlebih mempelajari karakter anak zaman now.

Ngomong-ngomong, kata-kata anak zaman now lagi ngehits. Sumpah, ini adalah kata-kata yang sangat buruk baik dari segi bahasa atau dari penataan kalimat. Anak zaman now saya denger pertama kali ketika membaca komik Tahi Lalats. Yang sering baca komik ini pasti tahu betapa sulitnya mengartikan pesan yang dikandungnya.

#1. Pelajaran Rumah Uya: Cewek Gampang Baperan

cewek baper rumah uya
Sumber : Loop.co.id

Dengan melihat tayangan Rumah Uya, kita bisa melihat bahwa generasi sekarang ini khususnya cewek cepet banget baper. Misalkan ada seorang cowok perhatian dan memberikan beberapa hadiah seperti boneka, jam tangan bahkan cincin, sudah dikira pacaran, dan sering masuk dalam zona baper.

Ketika sudah masuk dalam zona ini, akan timbul berbagai macam masalah. Apalagi jika cowok itu sebenarnya sudah memiliki pacar yang lain, tetapi karena ada hubungan LDR maka si cowok berusaha untuk memberikan perhatiannya kepada orang-orang di sekitar. Tapi yang cewek, bukan cowok.

Akhirnya timbullah kebakaran tersebut. Si cewek menganggap cowok tersebut sedang PDKT dengan memberikan banyak perhatian. Boleh jadi si cewek sudah menganggap ini adalah hubungan pacaran meskipun tidak diungkapkan secara langsung.

Fenomena ini sudah sering terjadi di kalangan anak zaman now. Hasil akhirnya, cewek dan cowok tersebut bermusuhan.

#2. Pelajaran Rumah Uya: Cowok Seenaknya Ngasih Perhatian

cowok ngasih perhatian ke cewek rumah uya
Sumber: Loop.co.id

Kalau tadi cewek mudah banget baper, Anak zaman now khususnya cowok mudah banget memberikan perhatian kepada lawan jenisnya. Parahnya lagi, tanpa ada alasan yang jelas, mungkin hanya iseng atau mengisi waktu senggang aja. Seharusnya seorang laki-laki mengetahui bahwa perhatian tersebut akan berefek kepada lawan jenis.

Wanita akan berpikir berbeda terhadap cowok ini. Parahnya, karena sang cewek sudah klepek-klepek menerima perhatian lebih dari cowok, maka dia menganggap hubungan ini akan berjalan lebih dalam. Bahkan sampai dengan pernikahan, minimal akan ada proses lamaran dalam waktu dekat.

Parah. ‘kan? Makanya, jadi cowok harus hati-hati dalam memberikan perhatian apalagi cincin.

#3. Pelajaran Rumah Uya: Susah Ngakunya

Kalau ini bagi saya adalah penurunan mental yang sangat parah. Kalau dulu, ketika seseorang terbukti bersalah dia mau mengakui kesalahan tersebut dan berkata sejujur-jujurnya. Tetapi anak zaman now susah sekali untuk ngaku. Terbukti, di acara Rumah Uya, anak zaman now sudah tertangkap basah tetapi masih mungkir dari kenyataan sebenarnya.

Ada sebuah cerita lagi, kali ini dari sekolahan tempat istri saya mengajar. Kebetulan istri saya mengajar di sebuah SMP Negeri di daerah Imogiri. Di sana ada siswa dan siswi berpacaran di lingkungan sekolah. Banyak guru yang melihat dan menangkap basah siswa dan siswi tersebut sedang berpacaran.

Di sini kalimatnya adalah sudah menangkap basah, artinya guru tersebut sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri siswa dan siswi tersebut berpacaran.

Sebagai catatan, cara berpacarannya sudah lebih dari kewajaran. Yah, begitulah tidak perlu diomongkan. Kemudian ketika siswa tersebut dipanggil untuk dididik agar tidak berpacaran seperti itu lagi, secara mengejutkan siswa tersebut tidak mengakui bahwa dirinya melakukan apa yang dituduhkan oleh guru.

Padahal sudah sangat jelas ada puluhan guru yang melihatnya secara langsung. Bagi saya pribadi ini adalah suatu penurunan moral, bahwa anak zaman now mau berbuat tetapi tidak mau bertanggung jawab bahkan mengakuinya pun tidak berani. Pengecut tapi bertingkah lebih.

https://www.youtube.com/watch?v=ggc6y4t7rlM

Itulah pelajaran yang bisa diambil dari acara Rumah uya. Apakah ini rekayasa atau tidak? Sayangnya tidak membahas itu, cobalah cari di blog lain hehe.

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

uget uget - Video Lucu Dan Seru MotoGP

Video Lucu Dan Seru MotoGP

uget uget - Film Pendek Pos Indonesia “Nilep”

Film Pendek Pos Indonesia “Nilep”