Pedagang Setel Kenceng Musik Telolet, Pembeli Bingung uget uget

Pedagang Setel Kenceng Musik Telolet, Pembeli Bingung

UGET UGET – Sering kali dijumpai para pedagang menggunakan musik untuk menjajakan barang dagangannya. Memang benar bahwa musik bisa dijadikan daya tarik pembeli. Walaupun musik-musik yang diputar terkadang lagu-lagu jadul alias jaman dahulu.

Pedagang yang biasanya banyak ditemui dengan memutarkan musik adalah pedagang gethuk lindri. Dengan gerobak dorongnya yang sederhana si pedagang menjajakan gethuk lindri dari kampung ke kampung. Tapi, itu sudah biasa bagi saya.

Nah, yang berbeda adalah pedagang yang satu ini. Ketika saya baru asyik duduk dengan suasana yang sunyi, tenang, tiba-tiba dari jauh terdengar alunan musik yang mengganggu pikiran saya.

Awalnya saya pikir ada orang yang sengaja membunyikan musik di rumahnya. Tapi, semakin lama semakin keras suara itu terdengar seperti orang yang punya hajat di rumah. Saya mulai berpikir kedua kalinya kalau itu mungkin suara pedagang ember-ember plastik yang biasanya lewat depan rumah dengan menggunakan mobil pikep.

Setelah saya dengarkan lebih jauh kok sepertinya bukan. Karena pikiran saya telah terusik akan hal itu, akhirnya saya putuskan untuk melihat dari balik jendela ada siapakah gerangan di sana.

Saya tunggu beberapa saat. Tiba-tiba dari arah selatan terlihat sosok yang membawa gerobak dengan menggunakan motor meluncur seperti pesawat yang terbang sangat cepat. Tidak hanya kecepatannya yang luar biasa, tetapi suaranya yang menggelegar bak petir yang menyambar telinga saya.

Baru berjarak kira-kira 10 meter saja telinga ini mulai perih. Apalagi ketika sepeda motor itu meluncur tepat di hadapan mata. Harus benar-benar tutup telinga. Kalau perlu tutup telinga kalian sampai berlapis-lapis. Bisa pakai dua guling atau bantal untuk menutupi telinga kalian.

“Ya ampun, wong dodolan opo to? Suarane,” kata saya kepada Ibu yang kebetulan duduk di depan saya.

“Wong dodol ager-ager,” jawab Ibu.

Sekilas terlihat memang pedagang itu menjual agar-agar berukuran kecil yang dikemas menggunakan cup plastik. Tapi tetap saja saya tidak bisa melihat dengan pasti barang apa yang dijual.

Dalam pikir saya, itu orang mau niat jualan atau enggak. Musiknya saja keras sekali ditambah ngebut. Saya juga sempat mendengarkan dengan seksama lagu yang diputar. Ternyata lagu telolet dinyanyikan dengan nada lagu Di Reject yang dipopulerkan oleh Janeta Janet.

Baru kali ini saya temui ada pedagang yang model jualannya seperti itu. Gimana mau orang mau beli ya? Baru mau melihat saja pedagangnya sudah terlanjur pergi.

Ya kendati demikian, setiap pedagang punya ciri khas atau keunikannya masing-masing. Mungkin bagi pedagang agar-agar, musik membuat pembeli menjadi tertarik. Jadi, pedagang berharap pembeli setidaknya melihat barang dagangan yang dijual.

Tapi perlu diingat bahwa musik yang terlalu keras juga akan mengganggu lingkungan sekitar. Siapa tahu ketika pedagang itu lewat ada orang yang sedang berpetualang dalam mimpinya alias tidur. Kemudian, akhirnya ia terbangun karena mendengar lagu itu.

Dan satu lagi yang juga perlu diingat bahwa penjual seharusnya mempertimbangkan kecepatan mengendarainya. Tidak hanya satu atau dua kali sebenarnya saya melihat ada pedagang yang berjualan naik motor ngebut. So, buatlah pembeli itu tertarik, tetapi juga membeli.

Sumber gambar: cz.depositphotos.com

Yuk, Dapetin Konten Keren di Email

Kita pilihkan konten yang pasti kamu suka. Masukkan emailmu