Pasar Keroncong 2017, Tunjukkan Keroncong Sebagai Musik yang Fleksibel, Terbuka, dan Kekinian
Sumber gambar: bloggbebass.blogspot.co.id
in

Pasar Keroncong 2017, Tunjukkan Keroncong Sebagai Musik yang Fleksibel, Terbuka, dan Kekinian

UGET UGET – Pasar Keroncong 2017 yang akan diselenggarakan Sabtu (9/12) besok menjadi ajang kolaborasi musik keroncong dengan jazz. Musik keroncong memang telah banyak mendapat pengaruh dari beberapa tren musik. Musik keroncong identik dengan komposisi permainan beberapa alat musik, seperti cak, cuk, cello, biola, gitar, bas, dan alat musik modern lainnya.

Fleksibilitas dan keterbukaan keroncong pada pengaruh baru membuatnya memiliki banyak ragam dan gaya, mulai dari langgam, moor, stambul, seriosa, beat, dan lainnya. Seperti munculnya keroncong beat yang tak lepas dari pengaruh tren musik The Beatles kala itu.

Kotagede menjadi tempat yang nyaman untuk keroncong bertumbuh. Namun fleksibilitas ini sering kali dipandang buruk. Djaduk Ferianto, tim artistik Pasar Keroncong 2017 mengungkapkan, anak muda yang ingin mengembangkan keroncong selalu dituduh merusak esensi musik keroncong. “Padahal keroncong merupakan salah satu produk seni, dan salah satu indikator dari produk seni haruslah tumbuh dan berkembang,” begitu ucapnya.

Djaduk menilai tagline ‘Gotong Keroncong Bebarengan’ sangat aktual untuk diusung pada gelaran semacam ini. Keroncong dipandangnya sebagai medium untuk berbicara. Sudah saatnya keroncong berkembang, mengenalkan dirinya sebagai musik segala umur.

Beberapa kelompok musik keroncong yang menarik seperti Orkestra Kharisma dan Kelompok Swara Ratan (KSR). KSR begitu lekat dengan nuansa humor, tetapi menurut Djaduk, ruhnya tetap keroncong. Keistimewaannya itulah yang menjadikan KSR sebagai kelompok musisi yang menutup hajatan masyarakat Kotagede tahun ini.

Ada pula generasi penyanyi terakhir tanah air, Sruti Respati yang adalah adik dari Endah Laras. Dia adalah penyanyi keroncong yang juga melebar ke jazz. Artinya musisi keroncong tidak lantas mendewai musik itu saja, melainkan fleksibel untuk mengenal jenis musik lain.

Agus Siho perwakilan dari Komunitas Keroncong Kharisma pun sependapat bahwa keroncong bisa dikemas tanpa harus dengan lagu-lagu standar keroncong. “Ajang ini menjadi pertemuan musisi-musisi keroncong sehingga harapannya bisa menjadi musik yang berkembang,” ucapnya. Semoga acara ini bisa menjadi pemuas hasrat pecinta musik-musik keroncong ya.

Kembali lagi, kabarnya Sruti akan berkolaborasi dengan grup Keroncongan Agawe Santosa. Selain Sruti, bintang tamu lain yang akan berkolaborasi, yakni Hannah Standiford dengan Orkestra Kharisma dan Dony Koeswinarno berkolaborasi dengan Orkestra Indonesiaku.

Tak hanya itu, panggung Pasar Keroncong juga akan dimeriahkan oleh Orkestra Dara, Orkestra Berangkat, Keroncong Kilat, Orkestra Sakit Hati, Orkestra Sebrang, Orkestra Deprasko, Orkestra Indonesiaku, Orkestra Universitas Negeri Yogyakarta, hingga Komunitas Keroncong Nusantara.

Selain itu juga tak kalah menarik, akan ada penampilan dari Orkestra Lolycong dan Smindo dari SMM Yogyakarta yang anggotanya semua perempuan. Nantinya Orkestra Dara yang semua anggotanya juga perempuan akan berduet dengan SMM ini. “Bayangin saja satu grup cewek semua. Ini investasi yang bagus, pun dengan interpretasi baru pula,” ujar Djaduk. Di sini keroncong bisa berubah bentuk menjadi lebih kekinian, namun tidak meninggalkan esensinya.

Tak hanya disuguhkan dengan penampilan para musisi keroncong, pengunjung juga akan diajak melihat hasil karya mural teman-teman muda Kotagede. Kabarnya mural itu berhasil diselesaikan hanya dalam waktu dua hari loh. Semangat Gotong Keroncong Bebarengan-nya begitu luar biasa ya.

Sumber gambar: bloggbebass.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pil Digital Abilify Mycite Titik Terang Dunia Medis Pantau Rutinitas Minum Obat

Pil Digital Abilify Mycite Titik Terang Dunia Medis Pantau Rutinitas Minum Obat

Benefit Punya Waktu MeTime di Akhir Pekan

Benefit Punya Waktu MeTime di Akhir Pekan