Parmenides dan Filsafat Metafisikanya, Sang Logikawan Pertama
Sumber gambar: classicalwisdom.com
in

Parmenides dan Filsafat Metafisikanya, Sang Logikawan Pertama

UGETUGETKali ini kita akan membahas salah satu tokoh filsafat yang terkenal dengan filsafat metafisikanya. Pemikirannya itu juga dikenal dengan sebutan “Yang ada” itu, loh. Pada tahu nggak nih? Kalau sudah tahu bagus, tapi kalau belum tahu tak usah diambil terlalu pusing, hehe.

Parmenides Sedang Membaca
Sumber gambar: classicalwisdom.com

Penasaran kan dengan tokoh ini. Pemikirannya seperti apa ya gaes?

Daripada basa-basi mending langsung baca deh biografi singkatnya sebagai berikut.

Parmenides lahir pada tahun 540 SM dan meninggal pada tahun 470 SM.  Ia berasal dari kota Elea, Italia Selatan. Ia adalah murid Xenophanes, pendiri madzhab Elea. Tapi, pada akhirnya, dirinyalah yang lebih unggul di antara para penganut madzhab Elea.

Meskipun, ia merupakan murid Xenophanes, ia tidak mengikuti pandangan-pandangan Xenophanes. Pengaruh sang guru terhadap dirinya hanyalah dalam penggunaan puisi untuk menyampaikan filsafatnya.

Parmenides aktif dalam dunia politik dan konon ia ikut membentuk undang-undang bagi kotanya. Di samping itu, ia adalah salah satu tokoh relativisme yang penting.

Ia pun dikenal sebagai logikawan pertama dalam sejarah filsafat, bahkan bisa dikatakan filsuf pertama dalam pengertian modern.

Ia sangat dihargai oleh filsuf-filsuf lainnya, termasuk Plato dan Aristoteles. Plato amat menghargai metode Parmenides dan lebih banyak mengambil pemikirannya ketimbang dengan filsuf-filsuf pendahulunya.

Patung Parmenides
Sumber gambar: id.wikipedia.org

Pemikiran Parmenides sangat bertolak belakang dengan pemikiran Heraclitus. Bagi Heraclitus, realitas seluruhnya bukanlah sesuatu yang lain dari gerak dan perubahan

Sementara itu, menurut Parmenides, seluruh jalan kebenaran itu bersandar pada satu keyakinan. “Yang ada itu ada”, itulah kebenaran yang sesungguhnya.

Dapat dikatakan bahwa Parmenides adalah seorang filsuf yang tidak mengamini indra-indranya. Ia meyakini bahwa indra kita tidak tepat dalam memberikan gambaran mengenai dunia ini.

Pemikiran Parmenides itu membuka babak baru dalam sejarah filsafat Yunani. Dapat disebut dirinyalah penemu metafisika, cabang filsafat yang meneliti “Yang ada”.

Pada kemudian hari, filsafat akan berkutat pada masalah-masalah yang ia munculkan, yaitu bagaimana pemikiran rasio dicocokkan dengan data-data indrawi.

Plato dan Aristoteles adalah filsuf-filsuf yang memberikan sumbangsih pemecahan untuk permasalahan itu.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kisah Heru Bertemu Dengan Anak-Anak Shaggydog

Kisah Heru Bertemu Dengan Anak-Anak Shaggydog

Satu Set Perlengkapan Mandi Efisien, Cocok Untuk Anak Kost Nomaden!

Satu Set Perlengkapan Mandi Efisien, Cocok Untuk Anak Kost Nomaden!