Teguran Bagi Kita Paris Agreement Hingga Prediksi Sisa Waktu 10 Tahun Tuk Selamatkan Bumi
Sumber gambar: ultimagz.com
in

Teguran Bagi Kita: Paris Agreement Hingga Prediksi Sisa Waktu 10 Tahun Tuk Selamatkan Bumi

UGET UGET – Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan pidato Prabowo Subiyanto yang mengatakan bahwa Republik Indonesia diramalkan akan bubar di tahun 2030. Pernyataan ini tentu cukup mencengangkan, sekaligus membuat kita kembali introspeksi diri: sudahkah kesejahteraan sepenuhnya milik rakyat Indonesia?

Namun tak hanya itu, para peneliti dari International Institute for Applied System Analysis di Austria juga memberikan prediksi bahwa waktu yang tersisa untuk menyelamatkan bumi tinggal tersisa 10 tahun lagi terhitung sejak 2017.

Ada apa dengan 2030? Kenapa banyak prediksi mengerikan di tahun-tahun itu? Saya jadi ikut ngeri membayangkannya. Pernyataan Prabowo saat itu yang mengatakan, “Di negara lain, mereka sudah bikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar,” sudah cukup menggetirkan hati. Lagi, kita dibuat panik dengan prediksi ini.

Kepedulian kita pada kelestarian alam memang semakin menurun. Terlebih banyak egoisme pribadi yang ingin mengejar keuntungan dengan terus menerus mengeruk kekayaan alam. Salah satunya energi fosil, seperti gas, batu bara, dan minyak bumi. Di sisi lain, orang semakin berambisi memperluas lahan dengan menebangi hutan, dengan membabat pohon sembarangan.

Dilansir liputan6.com (20/4/2017), para peneliti dari International Institute for Applied System Analysis bisa sampai pada kesimpulan tersebut dengan melihat semakin memburuknya tingkat emisi karbon dioksida yang ada di bumi. Mereka juga menyatakan, bila dunia tidak mengikuti Paris Agreement, maka 10 tahun ke depan akan menjadi masa kritis bagi bumi.

Kesepakatan Paris tersebut terkait upaya perubahan iklim bersama. Di sana tertuang lima poin penting yang telah disepakati. Bayangkan 10 tahun itu bukanlah waktu yang lama untuk lima upaya perbaikan alam itu. Apalagi bumi kita saat ini kondisinya sudah kadung parah.

Baca juga:  5 Poin Penting Konferensi Perubahan Iklim

Sejalan dengan Paris Agreement, para peneliti ini menawarkan dua solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Pertama, mengurangi emisi karbon yang dihasilkan manusia. Kedua, dengan mengembalikan hutan hijau. Sebenarnya ini bukan perkara yang sulit apabila ada kesadaran dan kemauan bersama. Kuncinya, sejenak meninggalkan egoisme pribadi.

Bumi kita tersayang bisa selamat apabila penggunaan energi fosil – yang menurut para peneliti tersebut – bisa ditekan penggunaannya hingga 25% secara keseluruhan dari total 95%. Sedangkan cara kedua, hutan harus dikembalikan minimal 45% untuk jangka panjang hingga tahun 2100. Itu pun jika kita ingin selamat.

Paris Agreement itu meyakini bahwa suhu bumi bisa turun 2°C dari suhu saat ini. Upaya ini sebaiknya dimulai dari hal-hal kecil. Kita bisa memulainya dengan menanam pohon di rumah, menggiatkan kegiatan pelestarian bakau melalui UKM kampus, membuat program pengurangan produk yang memicu emisi gas rumah kaca, penanaman bakau, mematikan listrik bila tak perlu, dan lain sebagainya. Intinya, ayo buat bumi ini sehat dan stabil kembali!

Sumber gambar: ultimagz.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kafe Pojok Beteng, Melihat Jogja dari Atas

Kafe Pojok Beteng, Melihat Jogja dari Atas

Rachel Evans, Barbie 47 Tahun yang Mencari Ken-nya

Rachel Evans, Barbie 47 Tahun yang Mencari Ken-nya