Parade Band: Band Rock Goyang Desa Potorono
Sumber gambar: duniaku.net
in

Parade Band: Band Rock Masuk Desa

UGET UGET – Semarak peringatan HUT Desa Potorono ke-71, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul digelar dengan acara Parade Band yang mendatangkan band asli Jogja. Peringatan tersebut digelar dalam waktu seminggu secara berturut-turut, mulai tanggal 6 November hingga 12 November 2017.

Rangkaian acara peringatan HUT Desa Potorono ke-71 ini dibuka hari pertama dengan penampilan seni Kethoprak yang telah berlangsung Senin malam. Acara ini digelar di Balai Desa Potorono yang diikuti oleh seluruh warga Desa Potorono dengan bantuan Karang Taruna Bhineka, Kepolisian, Kokam, dan aparat lainnya.

Jika di hari pertama digelar penampilan seni Kethoprak, hari berikutnya ditampilkan acara Wayang Seno, Parade Band, Pengajian, Jathilan, dan puncak acaranya ditutup dengan Jalan Sehat bersama warga Potorono.

Antusiasme warga Potorono ini telah terbukti di hari pertama, kedua, dan ketiga yang banjir penonton hingga di luar halaman Balai Desa. Antusiasme warga ini membuktikan bahwa kebudayaan dan kesenian asli Indonesia masih banyak digemari masyarakat.

Tentunya, acara ini bisa melestarikan budaya, sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat yang belum mengerti betul atau mengetahui apa itu kesenian Wayang.

Nah, pembahasan kali ini akan difokuskan pada rangkaian acara yang ketiga yang telah digelar pada hari Rabu, 8 November 2017. Acara ketiga ini menurut saya terbilang kategori anak muda banget, yaitu Parade Band. Band-band asal Jogja diundang dalam acara tersebut, seperti band Snipers, Orange, dan Epclips.

Bicara tentang ketiga band tersebut, band-band tersebut punya keunikan masing-masing. Kalau band Snipers asal Pundong, Bantul ini, punya keunikan dari suara vokalis laki-laki yang khas, tapi merdu. Padahal untuk persiapan menurut saya, mereka cenderung kurang siap dalam membawakan lagu itu.

Anggota band Snipers masih usia pelajar kelas 3 SMK. Di sela-sela kesibukan mereka yang seharusnya belajar untuk persiapan ujian nasional, mereka masih mau tampil ngeband. Jadi, sekolah sambil ngeband. Boleh juga.

Band yang tampil kedua setelah Snipers adalah Orange Band. Khusus band pendatang baru yang satu ini juga tak kalah keren. Anggotanya ganteng-ganteng semua. Para wanita-wanita mungkin bisa klepek-klepek. Mulai dari vokalisnya yang manis dengan suaranya yang crunchy sampai tukang mukul genderangnya alias drummer jadi sorotan penonton.

Orange band ini membawakan empat judul lagu dengan dua lagu asli milik mereka dan dua lagu lagi milik Armada Band dan Ed Shereen. Lagu Shape of You yang dipopulerkan oleh Ed Shereen adalah lagu yang paling keren dibawakan mereka. Musiknya asyik. Semua penontonnya saja serasa terbius dan tenggelam dalam alunan lagu itu.

Penampilan band ketiga ini punya aliran rock metal, yaitu Epclips. Bisa dibilang band ini adalah band gondrong. Kenapa? Semua anggotanya itu berambut gondrong.

Apalagi gitarisnya yang rambutnya super gondrong dan lurus. Nah, gayanya sang gitaris ini sudah seperti gayanya Trio Macan yang suka bermain-main dengan rambutnya dengan cara angguk-angguk kepala. Gayanya ini juga didukung dengan permainan gitarnya yang luar biasa jago.

Malam itu Band Epclips membawakan beberapa lagu sekitar enam atau tujuh lagu secara berturut-turut sampai membuat telinga saya dan beberapa penonton yang bukan pecinta aliran rock terasa penging.

“Aku ra kuat,” ujar Denara, salah satu panitia Karang Taruna yang kebetulan duduk di dekat saya.

Akhirnya, sebagian besar penonton pulang. Begitupun dengan saya yang kembali ke basecamp Karang Taruna sembari istirahat dan makan.

Sumber gambar: duniaku.net

https://www.youtube.com/watch?v=mvTv88dIhxs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Mengenang Sampul Buku yang Menyimpan Filosofi Kehidupan

Mengenang Sampul Buku yang Menyimpan Filosofi Kehidupan

Aji Mumpung atau Mumpung Aji? Pemilik Bianglala Raih Omset Jutaan uget uget

Aji Mumpung atau Mumpung Aji? Pemilik Bianglala Raih Omset Jutaan