Pantai Parangtritis Malam Hari, Ketika Debur Ombak dan Kegundahan Hati Menyatu
Sumber gambar: www.indonesiakaya.com
in

Pantai Parangtritis Malam Hari, Ketika Debur Ombak dan Kegundahan Hati Menyatu

UGET UGET – Untuk apa mengunjungi Pantai Parangtritis di malam hari? Pantai yang menjadi salah satu ikon utama pariwisata di Jogja, tentu tidak akan mendapatkan apa-apa jika berkunjung di malam hari. Tak ada penerangan, tak ada keramaian, dan tentu tak bisa melihat kedalaman laut.

Tapi tunggu dulu. Kadangkala suatu tempat menunjukkan wajah aslinya di kala sepi, ketika tak ada lagi mata-mata manusia yang membuat tempat itu menyembunyikan hakikatnya. Maka begitu pula Pantai Parangtritis. Pantai ini dipercayai sebagai pantai tempat bersemayamnya Nyi Roro Kidul. Sehingga, tentu masih banyak ritual-ritual yang sejatinya masih dilakukan oleh orang-orang yang percaya pada mitos ini.

Nah, tentu tidak akan kamu temui di siang hari. Sebab siang adalah waktu orang-orang pada umumnya untuk berwisata. Justru di malam hari, ketika keadaan benar-benar sudah sepi, yang ada hanya gelapnya malam serta deburan ombak yang makin terdengar nyaring, di waktu itulah ritual-ritual tersebut dijalankan.

Maka, jika suatu saat nanti kamu memiliki kesempatan untuk menyaksikan sunset di Pantai Parangtritis, tak usah terburu-buru untuk kembali ke kota. Toh, di sepanjang pantai berjejeran penginapan murah yang bisa kamu tempati barang satu malam sembari menyaksikan kehidupan di pantai pada malam hari.

Bagi orang yang pernah menonton film Keramat yang rilis tahun 2008 lalu, beberapa scene-nya menceritakan tentang ritual di pantai ini. Tetapi film tetaplah film. Kamu perlu untuk melihat secara langsung ritual yang unik, mulai dari melarungkan sesajian, bahkan menyaksikan romobongan perempuan dan laki-laki yang mandi di tengah malam sebagai penghormatan untuk Nyi Roro Kidul.

Prosesinya berjalan dengan penuh khidmat, tanpa penerangan apapun, sehingga kadang-kadang terasa begitu menyeramkan. Tetapi tidak. Menyeramkan bagi kita yang telah lebih awal ditakut-takuti lewat film dan mitos. Tetapi sebenarnya begitulah yang berjalan, dan dipercayai oleh orang-orang sekitar pantai.

Prosesi ini ada yang dijalankan sesuai penanggalan, misalnya mandi di malam Suro. Namun penanggalan yang mereka pakai adalah penanggalan Jawa, bukan Masehi. Sehingga, bagi kita yang tak tahu penanggalan itu, tentu susah untuk menyesuaikan jadwal melihatnya. Saran saya, jika ada waktu, datanglah. Tak usah peduli terhadap waktu yang tepat. Sebab hampir setiap malam orang-orang melakukan ritual, baik dengan skala besar maupun kecil.

Jika pun kamu tak beruntung, kamu tetap memiliki sensasi tersendiri yang ditawarkan Pantai Parangtritis di malam hari. Di waktu itulah, ketika mata yang selama ini menuntunmu tak mampu melihat apapun tanpa penerangan. Yang ada hanya debur ombak, beserta bintang-bintang yang menemani. Romantis bukan?

Sumber gambar: www.indonesiakaya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Sepakbola dan Kenanganku Pada Sandiwara Radio

Sepakbola dan Kenanganku Pada Sandiwara Radio

Si Caper yang Selalu Umbar Info Pribadinya, Tanda Belum Bijak Bermedia

Si Caper yang Selalu Umbar Info Pribadinya, Tanda Belum Bijak Bermedia