Gunungkidul: Deretan Pantai dengan Pesona Alam yang Mengagumkan
Sumber gambar: rentalmobilyogyakarta.net
in

Gunungkidul: Deretan Pantai dengan Pesona Alam yang Mengagumkan

UGETUGET – Terdapat banyak sekali pantai di dunia ini, namun pantai di Gunungkidul selalu punya pesona tersendiri yang menarik untuk dikunjungi.

Hari itu, kami membuka pagi lebih dini. Mempersiapkan diri untuk menuju dataran Jogja yang jauh lebih tinggi dari kotanya. Ya, Gunungkidul. Kali ini kami sengaja tidak menggunakan transportasi pribadi. Meskipun dari segi efisiensi, hal itu tentu lebih menghemat waktu dan biaya.

Saat itu kami ingin mencoba berangkat dengan angkutan umum saja untuk merasakan sensasi traveling yang berbeda.

Kami sengaja berangkat dari Jogja pagi-pagi. Tepatnya dari kompleks UNY, Karangmalang. Pukul 05.30 sudah harus stand by di halte Trans Jogja. Jika terlambat, kami akan gagal mendapatkan bus Trans Jogja angkatan pertama. Jika itu terjadi, kami akan membuang banyak waktu. Mengingat bus Trans Jogja hanya akan lewat sekitar lima belas menit sekali.

Setelah mendapatkan bus Trans Jogja, kami menuju terminal Giwangan. Namun, sebelumnya harus transit terlebih dahulu di shelter SMP 5 Kridosono. Saat itu kami naik bus jalur 2B, untuk selanjutnya naik jalur 4A di Kridosono. Akan tetapi, saat ini sudah terdapat perubahan jalur menuju terminal. Yang semula lebih cepat ditempuh dengan jalur 4A, kini menjadi jalur 4B.

Untuk biaya naik Trans Jogja sebesar Rp3.500,00 per orangnya.

Sesampainya di terminal Giwangan, kami menuju pangkalan bus besar. Bukan hanya naik mini bus meskipun di sana telah terdapat bus jurusan Wonosari juga. Menggunakan bus besar lebih cepat dari pada mini bus. Hal ini disebabkan mini bus lebih sering ngetem atau berhenti menunggu penumpang di jalan atau di dekat pasar-pasar.

Setelah mendapatkan bus besar, kami memulai perjalanan ke Wonosari. Kali ini jarak Jogja—Wonosari ditempuh hanya sekitar dua setengah jam.

Kami berhenti di terminal Wonosari, tepatnya di kota Selang. Biaya bus Jogja—Wonosari Rp 10.000,00 per orangnya (non AC). Saat itu, kami tidak mencari bus jurusan Baron. Kami hanya mencari bus jurusan Semin atau Ponjong, atau mungkin bus jurusan Jogja lagi untuk sampai di perempatan Galri, Karangrejek.

Kami membayar lagi Rp3.000,00 per orangnya untuk sampai di Karangrejek.

Di sana kami menyewa mobil untuk menuju pantai. Alasannya karena nantinya kami tidak hanya ingin mengunjungi satu pantai saja. Untuk itu, guna mempermudah perjalanan kami, kami menyewa satu mobil untuk enam orang. Karena kebetulan yang menyewakan mobil adalah kenalan kami sendiri.

Untuk biayanya hanya sebesar Rp 200.000,00 untuk enam orang. Itu pun sudah termasuk sopir dan BBM untuk satu hari. Namun, kami masih tetap harus membayar biaya TPR sebesar Rp 10.000,00 per orangnya.

Pantai yang pertama kali kami tuju adalah pantai Indrayanti. Tidak seperti pantai Kukup yang ada di bawah, kami harus naik terlebih dahulu untuk mencapai pantai Indrayanti.

Jalan yang dilalui sudah bagus dan lancar. Kami menikmati pantai Indrayanti yang indah meskipun saat ini hari sudah mulai siang.

Selepas dari pantai Indrayanti, kami berjalan kaki melewati sebuah pedesaan kecil untuk menuju pantai Watu Lawang. Berbeda dengan pantai Indrayanti yang ramai dikunjungi oleh wisatawan, pantai ini lebih sepi dan tenang. Tidak banyak pula pedagang di tempat ini.

Puas menikmati ketenangan pantai Watu Lawang, kami kembali ke Indrayanti dan beranjak ke pantai Krakal yang letaknya lumayan jauh.

Sama halnya dengan pantai Indrayanti, pantai ini cukup ramai pengunjung. Kebanyakan dari mereka berenang dan bermain air di bibir pantai. Tidak jarang pula yang sibuk berfoto.

Belum puas sampai di situ, kami menuju pantai Slili yang berada di samping kiri pantai Krakal. Pantai ini bersih dan masih jarang dikunjungi. Kami merasakan ketenangan di sini. Beruntung cuaca saat itu tidak terlalu panas, sehingga kami dapat menikmati pantai ini.

Saat itu matahari sudah mulai berjalan ke arah barat. Kami bergegas untuk menuju pantai berikutnya. Pantai yang kami tuju berikutnya adalah pantai Kukup. Meskipun ramai, di pantai ini kami merasa nyaman.

Pengunjung dapat menaiki tebing di sisi kiri pantai untuk melalui penyeberangan ke pulau kecil di depan pantai ini. Hal ini menghadirkan sensasi lebih dekat dengan ombak besar di tengah lautan. Tidak hanya pantainya, di Kukup kita dapat membeli banyak oleh-oleh, terutama seafood yang telah dimasak. Udang, cumi-cumi, ikan, rumput laut, juga keripik bekingking menjadi sajian yang banyak dijumpai di tempat ini.

Setelah membeli makanan siap santap, kami menuju Baron sebagai destinasi terakhir. Di pantai Baron, kami sengaja tidak menikmati pantainya karena terlalu ramai. Kami hanya memutuskan untuk membeli ikan-ikan yang masih segar dan belum dimasak. Hal ini disebabkan karena hanya di Baronlah kita dapat menjumpai seafood mentah ini.

Pantai Baron merupakan tempat pemberhentian nelayan. Di pantai ini pula kita dapat menjumpai perahu-perahu nelayan yang banyak terparkir di pinggir pantai.

Puas dengan jelajah pantai kali ini, kami bergegas pulang. Untuk kembali ke Jogja, kami hanya perlu menunggu bus arah Jogja di perempatan Galri, Karangrejek tadi. Tidak perlu ke terminal Wonosari lagi.

Dari Karangrejek tersebut kami bisa langsung ke terminal giwangan dengan tarif yang sama Rp 10.000,00. Untuk selanjutnya kami naik Trans Jogja ke arah jalan Colombo melalui jalur 3A, transit di Kehutanan, Gedong Kuning naik jalur 2A sampai di shelter UNY jalan Colombo.

Itulah kisah menyenangkan kami mengunjungi pantai-pantai indah di Gunungkidul. Menikmati pesona alam yang tentu akan membuat kami rindu untuk menjamahnya lagi.

Sumber gambar: rentalmobilyogyakarta.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kuliner Jepang di Jogja yang Harganya Ramah di Kantong

Kuliner Jepang di Jogja yang Harganya Ramah di Kantong

Cerita Lucu Perpanjangan SIM Keliling Jogja Bikin Geli Sendiri ugetuget

Cerita Lucu Perpanjangan SIM Keliling Jogja Bikin Geli Sendiri