Pangan Lokal Berkarbohidrat Tinggi di Gunungkidul, Mie Mokaf ‘Ayo’ 3
Hasil produk mie mokaf ‘Ayo’ varian ubi ungu dan buah naga. Foto: Elisabet Selsyi - ugetuget.com
in

Pangan Lokal Berkarbohidrat Tinggi di Gunungkidul, Mie Mokaf ‘Ayo’

UGET UGET – Jika Anda bertandang ke Gunungkidul ada baiknya mampir ke desa Sumberejo yang terletak di Ngawu, Playen. Di sana Anda dapat menemukan berbagai macam produk pangan lokal dan makanan olahan berbahan dasar singkong. Produk pangan tersebut dikerjakan secara mandiri oleh tangan ibu-ibu koperasi “Putri 21”. Koperasi “Putri 21” tak sulit ditemukan karena letaknya berdekatan dengan Pasar Playen.

Berdasarkan wawancara dengan pengelola UKM, Suti Rahayu, nilai singkong dulunya rendah sehingga jarang orang mau menyentuh singkong untuk produksi skala besar. “Kami pengurus Lembaga Swadaya waktu itu pergi ke Pantai Selatan. Di sana ada dua orang simbah mengupas singkong, terkupas, dilempar, tenggang tiga hari diambil tengkulak hanya Rp1.250 per kilogram”, ucapnya miris. Inilah yang menjadi titik balik kehidupannya bersama rekan-rekan kelompok petani “Putri 21” memproduksi berbagai produk olahan singkong.

Melalui usaha rumahan (home industry) bentukan Suti, UKM “Putri 21” berharap dapat menaikkan nilai singkong. Ia menyiasati dengan meminta langsung singkong kupasan yang masih basah dari simbah tadi. Nantinya singkong dibeli dengan harga Rp1.200 per kilogram. “Nah itu kan beda, nilai singkong menjadi lebih berharga, tanpa harus menunggu tiga hari. Sawutnya saja sekarang sudah Rp6.000.”

Pangan Lokal Berkarbohidrat Tinggi di Gunungkidul, Mie Mokaf ‘Ayo’ 1
UKM “Putri 21” menjual produk olahan singkongnya di koperasi. Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com.

Begitu sampai di rumah Suti, mata pengunjung serasa dimanjakan dengan berbagai produk olahan pangan yang tertata rapi dalam etalase kaca. Di koperasi itu dijual berbagai jenis beras analog, aneka tepung lokal, mie mokaf ‘Ayo’ berbagai varian, dan aneka camilan lainnya seperti, eggroll, aneka keripik, abon, tiwul, hingga gatot dapat ditemukan di sana.

Pasang surut bisnis singkong tak lantas menyurutkan semangat UKM “Putri 21” dalam mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Singkong tidak melulu dijadikan bahan utama melainkan juga dikonversi menjadi tepung singkong. Tepung singkong atau mokaf sendiri dapat dicampur dengan bahan lain dalam rangka menekan jumlah penggunaan singkong. Berkat kepiawaian UKM Putri 21, kini singkong mampu mereka olah menjadi 45 macam turunan pangan. Dari berbagai turunan pangan tersebut, mie mokaf ‘Ayo’ berdiri di garda depan menjadi produk unggulan UKM “Putri 21”.

Dalam mengolah singkong menjadi tepung perlu melalui berbagai tahap. Mulanya singkong dicuci bersih kemudian dirajang dengan mesin. Setelah itu singkong akan berbentuk potongan-potongan atau chip. Chip masuk proses perendaman 72 jam lamanya. Chip tersebut masih harus difermentasi dalam tahap penetralan. Potongan-potongan singkong itu diberi garam sebanyak satu kilogram tiap 200 liter air rendaman. Setelah itu dilakukan perendaman terakhir selama dua jam untuk menghilangkan racun pada singkong. Lalu singkong dijemur hingga siap untuk digiling menjadi tepung.

Pangan Lokal Berkarbohidrat Tinggi di Gunungkidul, Mie Mokaf ‘Ayo’ 2
Proses pembuatan mie: Ibu-ibu kelompok tani Putri 21 sedang menimbang dan mencetak mie mokaf ‘Ayo’. Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com.

UKM “Putri 21” melebarkan sayap dengan merintis mie mokaf sejak tahun 2013 dengan memanfaatkan tepung mokaf. Kini, mie mokaf ‘Ayo’ sudah tersedia dalam 20 macam varian, yakni; ubi ungu, bayam, brokoli, tomat, sawi, wortel, cabai hijau, cabai merah, original, kelor, pisang, sukun, ubi kuning, seledri, buah naga, tomat hijau, coklat, green tea, kacang panjang, dan ikan patin. Dari 20 varian yang ada, 10 varian pertama menjadi rasa yang paling diminati pelanggan.

Adonan mie mokaf dibuat dari campuran tepung mokaf, kanji, terigu, telur, garam, pengental Carboxy Methyl Cellulose (CMC), dan air. Mie mokaf ini terbuat dari bahan-bahan yang alami dan aman, dengan indeks glikemik yang rendah, bebas gluten, bergizi dan kaya manfaat, serta kadar karbohidrat yang lebih banyak dari mie pada umumnya, yakni 72 gram. Dengan begitu, mie mokaf ini cocok menjadi pangan alternatif yang sehat dan mengenyangkan. “Nah, mie ini untuk mengurangi diabetes bagus. Ini kalau dimakan kan awet kenyangnya,” ucapnya.

Proses pembuatannya pun cukup mudah. Mulanya bahan-bahan ditakar dengan takaran tepung mokaf 40%, kanji 20%, terigu 40%, 5 butir telur, 15 gram garam, dan air secukupnya dalam porsi 10 kilogram adonan. Kemudian adonan diberi pengental CMC dan air, diaduk hingga tercampur rata. Adonan pun siap untuk dibuat lembaran agar kemudian dapat diuntai menjadi mie. Untaian mie ditimbang dan dicetak setiap 140 gram untuk selanjutnya dikukus. Sebelum mie dikemas, mie terlebih dahulu dikeringkan dengan mesin pengering tenaga surya. Kemudian dilanjutkan dengan pengepresan, pengemasan, dan pendistribusian ke berbagai mitra bisnis.

Pangan Lokal Berkarbohidrat Tinggi di Gunungkidul, Mie Mokaf ‘Ayo’ 3
Hasil produk mie mokaf ‘Ayo’ varian ubi ungu dan buah naga. Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com

Produksi mie mokaf ‘Ayo’ bisa menghabiskan 100 kilogram adonan dalam sehari. Satu kilogram adonan dapat dijadikan 10 keping mie sehingga seharinya dapat memproduksi 1000 keping mie. Dalam setiap bungkusnya berisi dua keping mie sehingga bila ditotal menjadi 500 bungkus mie. Mie-mie tersebut siap dimasukkan dalam box dengan isi 24 bungkus mie. Sehingga UKM “Putri 21” diperkirakan dapat menyentuh angka produksi 20 box.

Koperasi “Putri 21” terbuka bagi pengunjung dari jam 07.30 sampai malam. Produk olahan singkong “Putri 21” sudah tidak diragukan lagi manfaatnya. Jika Anda tertarik untuk mengubah pola makan Anda menjadi lebih sehat, tidak ada salahnya mencoba panganan lokal mie mokaf ‘Ayo’ ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Miniku Love, Bukan Jasa Pengiriman Barang, Tapi Jasa Penitipan Barang Pemberian Mantan

Miniku Love, Bukan Jasa Pengiriman Barang, Tapi Jasa Penitipan Barang Pemberian Mantan

Hal-hal yang Enak Dilakukan Saat Hujan

Hal-hal yang Enak Dilakukan Saat Hujan