Pacaran Anak Jaman Sekarang Bukan Untuk Main-Main
Sumber gambar: dribbble.com
in

Pacaran Anak Jaman Sekarang: Bukan Untuk Main-Main

UGET UGET – Kadang geli sih lihat pacaran anak jaman sekarang. Padahal pacaran bukanlah hal sepele. Sekali memulai, kamu harus menjalani dan memegang konsekuensi atas apapun yang mungkin terjadi. Pacaran bukan perkara memulai, melainkan juga bagaimana mempertahankan komitmen yang telah dibangun sedari awal.

Memulai bukan untuk mengakhiri. Hubungan pacaran memang belum mencapai taraf sakral. Pun tidak ada yang mengikatnya sebagai sesuatu yang kekal. Meskipun begitu, hubungan pacaran tetaplah dibangun atas dasar kasih sayang, cinta, atau ketertarikan. Artinya ada sesuatu yang mendasarinya, meskipun landasan itu belumlah mencapai kondisi yang sempurna dan mantap.

Pondasi itulah yang mendasari keberlanjutan sebuah hubungan. Di sini ada komitmen yang disepakati kedua belah pihak. Dalam prosesnya mereka akan mengenal satu sama lain hingga akhirnya mantap untuk lanjut ke jenjang yang lebih serius.

Kita tentu pernah menemukan orang yang dengan mudahnya memulai sebuah hubungan dan dengan mudah pula mengakhirinya. Alasan yang mengatakan sudah tidak nyaman, banyak percekcokan, sudah tidak menemukan kecocokan lagi, hubungan yang semakin tak bergairah, semuanya menjadi alasan klasik untuk menyudahi sebuah hubungan.

Rasa bosan seringkali menjadi sebab keretakan sebuah hubungan. Ketika kalian mulai bosan dengan pasangan, maka akan semakin mudah bagi kalian dalam melihat kekurangannya. Kalian akan selalu memandangnya sebagai sosok yang monoton. Padahal rasa bosan sifatnya sementara, jauh apabila dibandingkan dengan pondasi cinta yang telah kalian bangun selama ini.

Inilah yang seringkali menjadi kesalahan besar dari cara pikir kita. Pasangan hanya dipandang sebatas sumber kebahagiaan. Di sanalah kita gantungkan harapan untuk bisa tertawa, bahagia, dan memperoleh kenyamanan. Padahal pasangan bukanlah pakar psikolog atau radio galau FM yang selalu mampu mengondisikan kegundahan atau kekesalanmu. Mereka belum tentu bisa membuat moodmu kembali baik.

Sejatinya kebahagiaan ada atas usaha diri kalian pribadi. Sebelum memulai hubungan baiknya kalian sudah memiliki definisi bahagiamu sendiri. Mulailah hubungan dalam kondisi pemikiranmu telah siap dan dewasa. Dengan begitu, kalian akan semakin bertanggung jawab dalam setiap percekcokan.

Carilah solusi bijak untuk dapat menyelesaikan permasalahan, yang sekiranya tak akan merugikan kedua belah pihak. Pacaran yang dimulai untuk coba-coba, janganlah berharap untuk bisa berjalan langgeng. Sebab orang yang belum siap membangun komitmen, akan mudah berkata putus.

Sumber gambar: dribbble.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Musim Wisuda Sarjana, Musim Pembuka Rejeki Jutaan Rupiah

Musim Wisuda Sarjana, Musim Pembuka Rejeki Jutaan Rupiah

Menu Masakan Indonesia: Rahang Ikan Tuna Bakar, Bikin Lidah Bergetar

Menu Masakan Indonesia: Rahang Ikan Tuna Bakar, Bikin Lidah Bergetar