Orang Sabar Memiliki Risiko Penuaan dan Kematian Dini Lebih Kecil
Sumber gambar: bornrealist.com
in

Orang Sabar Memiliki Risiko Penuaan dan Kematian Dini Lebih Kecil

UGET UGET – Orang sabar disayang Tuhan. Selain disayang Tuhan, orang sabar juga ternyata memiliki masa hidup yang lebih panjang lho. Sebaliknya orang yang sering marah, berisiko besar terhadap kematian dini. Sebuah penelitian di Singapura menegaskan fakta ini.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa DNA akan lebih cepat menua pada orang yang mudah emosi. Hubungan antara kesabaran dengan usia manusia dibuktikan dengan melibatkan lebih dari 1.000 siswa yang sehat dengan tes kesabaran. Lalu bagaimana bisa kesabaran berpengaruh terhadap usia seseorang? Simak ya.

Dilansir kompas.com, penelitian ini melibatkan responden dalam permainan di mana mereka harus memilih; diberi hadiah sebesar 100 dolar US pada esok hari atau mendapat jumlah uang yang lebih besar asal mau menunggu selama satu bulan.

Mereka kemudian ditanya, seberapa lamakah waktu yang dianggap layak untuk menunggu hadiah tersebut. Tentu ada yang mengatakan rela menunggu lebih lama untuk hadiah yang lebih besar, namun ada pula yang tak ingin menunggu lama. Namun hasilnya tak dapat diketahui hanya dari situ.

Setelah diketahui jawabannya, semua responden memberikan sampel darahnya, untuk diteliti seberapa cepat DNA mereka mengalami penuaan. Para peneliti berfokus lebih detail pada struktur kecil DNA yang disebut telomere. Telomere ini merupakan suatu bagian yang terletak di ujung kromosom yang bertugas melindungi DNA dari kerusakan.

Ukuran telomere yang pendek, sering dikaitkan dengan kesehatan yang buruk dan kematian dini. Sebab pada orang yang sudah sepuh biasanya telomere akan terus memendek. Ini mengakibatkan DNA lebih cepat mengalami kerusakan dan meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit yang berkaitan dengan usia.

Nah, melalui penelitian ini, peneliti juga telah menemukan hubungan yang jelas antara telomere yang lebih pendek dengan ketidaksabaran. Ya meskipun panjang-pendeknya usia seseorang tetap dipengaruhi oleh faktor lain, seperti gaya hidup, tingkat stres, dan sebagainya. Namun penelitian ini telah menunjukkan seberapa besar pengaruh kesabaran.

Faktanya hasil penelitian ini lebih berdampak pada kaum perempuan. Disebutkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti menemukan bahwa perbedaan hormon seks menjadi alasan mengapa wanita lebih dipengaruhi oleh kondisi tersebut, sehingga wanita yang tidak sabar, dinyatakan lebih cepat mengalami penuaan ketimbang mereka yang lebih sabar.

Kesabaran itu penting untuk menjaga pikiranmu tetap jernih. Caramu mengontrol emosi juga sangat melatihmu memberikan totalitas dalam setiap kegiatan. Apalagi jika kamu seorang wanita, tentu tantangannya lebih besar. Apalagi perempuan cenderung menggunakan perasaannya dalam merespon segala hal.

Wanita juga kerap dikaitkan mudah emosi saat periode bulanannya datang. Seorang ibu juga mungkin lebih berisiko marah dan kesal saat mengurus anak. Nah di sinilah para perempuan harus lebih bisa mengatur regulasi emosinya sendiri.

Selama ini orang sabar juga dikenal tidak akan cepat menua. Mereka biasanya akan jauh lebih awet muda. Kecantikan juga dilihat dari hati guys. Kalau kamu penyabar, kecantikanmu juga akan terpancar tulus dari hati.

Tua karena bertambahnya umur itu pasti, tetapi menjadi muda karena pintar mengatur kesabaran itu pilihan. Perlu ditekankan di sini, bahwa seberapa besar upayamu merawat diri dari luar dengan menggunakan serum atau krim anti aging tidak akan bisa menutupi sepenuhnya. Namun sebaliknya, kesabaran akan jauh lebih memancarkan kecantikanmu dari dalam.

Sumber gambar: bornrealist.com

https://www.youtube.com/watch?v=imuvmTUTcxM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Jogja is Under Attack Avengers Goes to Jogja

Jogja is Under Attack: Avengers Goes to Jogja

Mana Klub yang Pantas Jadi Tempat Berlabuh Ronaldo “Seandainya” Meninggalkan Real Madrid

Mana Klub yang Pantas Jadi Tempat Berlabuh Ronaldo “Seandainya” Meninggalkan Real Madrid?