Orang Gemuk Hidup Lebih Bahagia
Sumber gambar: valichan.deviantart.com
in

Orang Gemuk Hidup Lebih Bahagia

UGET UGET – Orang gemuk punya dua kecenderungan karakter. Kalau tidak galak, biasanya dia pandai melucu, begitu pula sebaliknya. Orang gemuk memang rentan terhadap penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes, namun nyatanya mereka hidup jauh lebih bahagia loh daripada yang kurus.

Ini dibuktikan dalan sebuah studi yang dipublikasikan International Journal of Epidemiology. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang tergolong gemuk dapat menjalani kehidupan yang lebih bahagia daripada yang kurus.

Para peneliti menganalisis 500.000 pria dan wanita di Inggris berusia 37-73 tahun dari data genetik yang dimiliki UK Biobank. Mereka menyimpulkan beberapa hal.

Dilansir grid.id, tak hanya menunjukkan adanya hubungan antara BMI (Body Mass Index) dengan kesehatan sesorang, para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang kelebihan berat badan umumnya memiliki keadaan pikiran yang lebih tenang.

Ini disebabkan peserta dengan kecenderungan genetik yang memiliki BMI tinggi tidak merasa sebagai orang yang mudah gugup atau mudah merasa tegang. Dasha Nicholls, Dekan Fakultas di Royal College of Psychiatrists, menjelaskan ini berkaitan dengan bagaimana pola makan berpengaruh pada keadaan mental mereka.

Nicholls mengatakan bahwa seseorang yang mengalami gangguan gizi, akan berpengaruh pada kemampuan mereka untuk mengatur emosi. Orang lapar biasanya jauh lebih sensitif dan mudah marah.

Masih dilansir grid.id, bagi Nicholls penemuan ini tidak terlalu mengejutkan karena memang ada dampak langsung antara pola makan dengan emosi.

Liat saja iklan makanan ringan Snickers. Taglinenya “Karena Laper Ngerubah Orang,” menunjukkan perubahan sikap orang saat sedang lapar. Orang dalam kondisi lapar akan jauh lebih rese, nyebelin, dan mudah marah.

Sedangkan orang gemuk biasanya memiliki kecenderungan makan lebih banyak. Dia tidak betah berlama-lama menahan lapar. Bahkan saat sudah kenyang sekalipun, dia tetap memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Kecintaannya terhadap makanan membuat perutnya nyaris tak pernah merasa lapar. Sebab, sebelum merasa lapar, mereka sudah makan terlebih dahulu.

Teman-teman saya yang bertubuh gemuk juga lebih lucu dan tidak mudah tersinggung. Biasanya mereka jauh lebih easy going, sehingga mudah untuk masuk dalam lingkup pergaulan mana pun.

Dari sini, kita juga bisa mengambil kesimpulan. Seperti apapun bentuk tubuhmu, berusahalah untuk mencintai dan menerimanya sebagai anugerah Tuhan. Daripada mempersoalkan konstruksi ideal tubuh, lebih baik upayakan untuk hidup lebih bahagia. Sebab menjadi bahagia itu pilihan.

Sumber gambar: valichan.deviantart.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Oğuzhan Özyakup Pemain Cerdik yang Masih Jarang Dilirik

Oğuzhan Özyakup: Pemain Cerdik yang Masih Jarang Dilirik

Menantikan Kehadiran Generasi Kelima Jaringan di Indonesia

Menantikan Kehadiran Generasi Kelima Jaringan di Indonesia