Opening Video Soundtrack Angling Dharma Jadi Inspirasi Shaolin Soccer? uget uget

Opening Video Soundtrack Angling Dharma Jadi Inspirasi Shaolin Soccer?

UGETUGET – Dari banyak kisah kolosal yang dulu sering ditayangkan di Indosiar, opening video soundtrack Angling Dharma adalah yang terbaik, menurut saya. Selain karena musiknya yang memiliki karakter, tentu saja konsep tampilannya juga stylish.

Saat mendengar awalan musik, saya justru teringat dengan sebuah film dari dataran Tiongkok, tepatnya Hong Kong. Entah mengapa saya menangkap nuansa yang sama di soundtrack film Shaolin Soccer yang digawangi oleh Stephen Chow.

Apakah ini artinya penata musik film tersebut sangat gandrung dengan serial laga kolosal Indonesia seperti Angling Dharma? Itu bisa saja terjadi. Karena, kualitas serial laga kolosal di zaman dulu masih masuk akal dan memang menarik.

Secara visual pun, video opening soundtrack Angling Dharma sangatlah epik. Ia sedang berkeliling santai bersama naganya melintasi tata surya dengan planet-planetnya. Bukan sembarang naga, melainkan Naga Laut Selatan, yang merupakan naga khas dari Nusantara.

Naganya pun menggunakan mahkota. Ada kemungkinan bahwa naga tersebut merupakan raja para naga di seluruh dunia ini.

Kebetulan jugakah jika original soundtrack Shaolin Soccer, salah satunya ada yang berjudul Double Dragon? Apakah ini pertanda bahwa Naga Laut Utara akan bertemu kembali dengan Naga Laut Selatan?

Belum lagi kedua “naga” ini juga sangat identik dengan api. Di bagian akhir video opening soundtrack Angling Dharma, terlihat jelas bahwa sang naga menyemburkan api yang sangat panas dan membara.

Tendangan pamungkas dari Stephen Chow di Shaolin Soccer juga digambarkan dengan api yang panas seperti meteor. Selain itu, keduanya juga merupakan serial atau film yang menampilkan laga atau beladiri.

Angling Dharma sendiri merupakan kisah sejarah yang nyata dan benar adanya. Beliau merupakan putra dari Mapanji Sri Aji Jayabaya. Beliau juga merupakan kakak dari penguasa laut selatan, atau lebih dikenal dengan nama Ratu Kidul.

Serial kolosal seperti Angling Dharma memang perlu diperkenalkan lagi kepada generasi muda nan milenial sekarang ini. Supaya mereka tidak bingung mencari pijakan masa lalunya untuk menggapai masa depannya. Persis seperti yang dilakukan oleh Tiongkok dan Rusia saat ini.

Sumber gambar: Imagitopia.blogspot.co.id